22 Desember Pemprov Gelar Seminar Nasional Bahasa Indonesia

195 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Untuk mengangkat kembali bahasa melayu sebagai cikal bakal Bahasa Indonesia sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam penerapan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pemerintah Provinsi Riau akan menggelar seminar Nasional bahasa Indonesia yang berlangsung pada tanggal 22 Desember 2010.


Demikian informasi yang disampaikan oleh ketua pelaksana HM Wardan yang juga Kepala Dinas Pendidikan Riau dalam jumpa Pers, dikantor Gubernur, Selasa (14/12). Hadir dalam pertemuan itu Ketua LAM Riau Azali Johan, HM Warda, Sejarawan dan juga sasrawan Toufik Abdullah, Kepala Biro Humas Sekdaprov Riau Chairul Rizki dan rekan-rekan wartawan berbagai media.

Dijelaskan Wardan acara itu akan diikuti oleh sedikitnya 300 orang peserta mulai dari gubernur seluruh Indonesia dan Ketua DPRD-nya, Rektor Perguruan Tinggi Se-Indonesia, Kementrian Diknas RI, Kadis Pariwisata, Para Bupati Walikota Se-Riau beserta Kadis Diknas
diperkirakan jumlah peserta 250 orang. Selain itu juga para Ketua Belia (BEM) dari 50 Universitas Malaysia.

Acara diawali dengan penyambutan tanggal 21 desember dengan makan malam yang diiringi dengan penampilan kesenian Melayu keesokan harinya tanggal 22 Desember baru digelar acara puncak yang akan berlangsung seharian penuh yakni Seminar Nasional Bahasa Indonesia.

Seminar ini dibagi menjadi 3 Sesi yakni “bahasa indonesia dan bahasa melayu dalam perspeksi sejarah” dengan menampilkan moderator Suwardi MS sebagai pembicara para sejarawan, kademis dan budayawan seperti Prof. Dr. Harimurti Kridalaksana (Guru Besar UI), Dorodjatun Kuncoro
Djakti (Ekonom) dan lainnya.

Sesi kedua “bahasa melayu dan kreatifitas sasra indonesia mutakhir” dengan Moderator Fachrunas MA Djabar yang menampilkan pembicara Sutardji Calzoum Bachri, Rida K Liamsi dan lainnya Sesi terakhir “bahasa dan sasra Melayu : Agenda Kajian” sebagai pembicara Sejarawan Abdul Malik.

Acara seminar itu pada intinya seperti dijelaskan Toufik Abdullah untuk kembali membuka sejarah untuk memperlihatkan bahasa indonesia berasal dari bahasa Melayu selain itu juga membahasa orang-orang yang berkiprah dan berjasa dalam pengembangan sasra.

”kita ingin melihat apakah bahasa Melayu yang merupakan asal Bahasa Indonesia akan tenggelam dalam sejarah atau akan dikembangkan kembali,” ujarnya.

Seperti dijelaskan Ketua LAM Riau Azali Johan, dalam Kongres Bahasa 1929, Kihajar Dewantara menyatakan bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Melayu yang dimaksut adalah melayu utuh yang tidak dapat dipisahkan baik Daratan maupun kepulauan ,”meski secara administrasi terpecah tetapi secara kultur Melayu Daratan dan Kepulauan tetap satu,” ujar Azali.

Azali menjelaskan bahasa Melayu merupakan bahasa yang terbuka dan mudah dimengerti sehingga diputuskan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Bahkan tahun 2002 pernah diajukan didalam PBB namun belum ada tindak lanjutnya. ,”kita berharap dengan seminar Nasional ini
dihasilkan sebuah rekomendasi,” Imbuhnya.(ak)

Posting Terkait