Akibat Makan Soto Ala Posyandu, 14 Orang Anak Keracunan

549 views

PEKANBARU (RiauInfo) – 14 orang anak harus menjalani perawatan secara intensif diberbagai rumah sakit. Diantaranya RSUD 8 orang anak, Awal Bross 2 orang anak, Budi Medical 4 orang anak. Penyebabnya adalah setelah makan soto yang disediakan pihak posyandu Cempaka Putih yang beralamat jalan Sialang Bongkok, kelurahan Sail Kecamatan Tenayan Raya.

Kronologisnya sendiri berawal pada Senin (21/7) dimana setelah mengadakan kegiatan rutin bulanan, seperti biasanya posyandu tersebut membagi-bagikan makanan bagi warga termasuk anak yang dibawa.

Hanya yang tidak biasa jika bulan sebelumnya hanya bubur, kini menu soto yang langsung dibuat oleh warga yang bernama Meliana yang juga salah seorang petugas posyandu.

Singkat cerita, soto yang dibagikan kepada masing-masing anak yang tinggal di RT 1,2,3 RW 21 dibawa pulang. Setelah dimakan, hampir waktu bersamaan pukul 9.00 Wib merasa mual-mual dan muntah. Kepada pihak orang tua yang merasakan ada kelainan akhirnya memutuskan untuk membawa masing-masing anaknya ke rumah sakit.

Menurut Agus Suprianyanto tokoh warga setempat yang datang menjenguk di RSUD Arifin Achmad kepada Riau Info menjelaskan, korban keracunan makanan soto yang berasal dari petugas posyandu berjumlah 14 orang. Semua anak-anak, diantaranya Melati (5), Yani (5), Anisa (11), Padil (2), Ilham (9). Sedangkan 2 orang lagi sudah dinyatakan sudah boleh pulang.

Korban lainnya, 2 orang anak di RS Aal Bross dan Budi Medical yang ada di jalan Imam Munandar (Harapan Raya, red) 4 orang anak. Mereka saat ini juga masih dalam perawatan, kata Budi menjelaskan.

Ketika disinggung tentang pertangjawaban petugas posyandu Cempaka Putih, Budi mengungkapkan. hal tersebut bukan atas kesengajaan. Dan pihak Posyandu sendiri sudah menyesali tentang peristiwa ini. Yang jelas, hal ini harus diambil hikmahnya oleh kita semua.

Sementara tentang biaya perobatan, Budi tidak bisa menjawab. Katanya, belum dibicarakan, takut tidak benar atau Sebaiknya ditanyakan saja kekeluarga para korban. Keluarga korban pun tidak tahu siapa yang akan membiayai.

Disisi lain pihak RSUD ketika dikomfirmasi lewat Kabag Humas, Nurzeli Husnedi sedang tidak berada ditempat. (muchtiar)

 

Posting Terkait