Alumni STP Bandung Menghasilkan Devisa Untuk Negara

3201 views

anangstpJAKARTA (Riau Info) – Tidak banyak yang tahu, alumni Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung ternyata rutin menghasilkan devisa cukup besar bagi Negara Indonesia. Pada umumnya devisa tersebut dihasilkan oleh para alumni STP yang masih bekerja di Amerika Serikat, Timur Tengah, Jepang dan banyak Negara maju lainnya.

Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Anang Sutono disela-sela Rakornas Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Pariwisata di Merlynn Park Hotel, Jakarta, kemarin, menjelaskan, sampai saat masih ratusan alumni STP Bandung yang bekerja di Amerika Serikat, Jepang, Negara Negara di Timur Tengah, Malaysia, Thailand dan banyak lainnya.

Para alumni tersebut bekerja di berbagai sektor kepariwisataan, termasuk menjadi cheff di sejumlah hotel dan restoran, dan secara rutin menerima gaji yang relative besar setiap bulannya. Uang dari gaji mereka itulah yang mereka kirimkan secara rutin ke Indonesia. Dari dari kiriman uang para alumni STP itu, Negara mendapatkan pajak.

“Karena kenyataan itu sudah berlangsung lama, bisa dipastikan, nilai devisa yang mereka berikan kepada Negara Indonesia sudah cukup besar. Itu membanggakan, karena ternyata, tidak banyak sekolah tinggi pariwisata di Indonesia yang alumninya bisa dengan mudah menembus sulitnya pasar kerja di luar negeri. “ ujar Anang Sutono.

Ia menambahkan, kunci sukses STP Bandung bisa dengan mudah menyalurkan tenaga kerja ke mancanegara dari kalangan alumni, antara lain karena STP Bandung dipercaya banyak pihak di dalam dan luar negeri sebagai pencetak tenaga unggulan di sector pariwisata. Modal dari semua itu adalah menegakkan disiplin tinggi kepada setiap mahasiswa.

STP Bandung juga sangat selektif menerima mahasiswa baru. Hanya mahasiswa yang ketahuan punya semangat tinggi ingin sukses menjadi pengusaha, pelaku industri wisata atau menjadi penggerak usaha wisata yang bisa diterima menjadi mahasiswa. Kebijakan itu ditempuh semata mata agar tidak ada alumni STP Bandung yang menganggur.

Dan kenyataannya, kata Anang, sejak duduk di smester akhir program Sarjana yang ditekuni di STP Bandung, para mahasiswa STP Bandung sudah mendapatkan tawaran bekerja dari berbagai sektor industri pariwisata.

Khusus mahasiswa yang diterima bekerja di luar negeri, Anang mengatakan, umumnya karena mereka memiliki kecakapan khusus. Selain menguasai bidang kerja yang teorinya dipelajari di kampus, mereka juga cakap dalam berbahasa asing, minimal Inggris. Mereka juga memahami karakter budaya kerja dan budaya pergaulan di Negara Negara asing. Akibatnya ketika mereka tertarik bekerja di Negara Timur Tengah misalnya, mereka bisa dengan mudah menyesuaikan diri dengan Negara yang baru mereka tempati.

Agar STP Bandung bisa terus mempertahankan tradisi mudahnya menyalurkan lapangan kerja dari kalangan alumni, Anang Sutono menyebutkan, disiplin belajar para mahasiswa dan mengikuti rangkaian praktik di laboratorium, terus akan ditingkatkan. Selain itu, STP Bandung juga membiasakan diri melakukan beragam inovasi, meningkatkan kerjasama dengan pihak ketiga berupa hotel berbintang di dalam dan luar negeri untuk dijadikan lokasi praktek mahasiswa STP Bandung.

Perguruan tinggi – yang terletak di jalan Setiabudi No 186 Bandung – ini, awalnya adalah sekolah kejuruan perhotelan dengan jumlah mahasiswa yang tidak berapa banyak. Dibentuk tahun 1959. Kini STP Bandung memiliki ribuan mahasiswa program sarjana dan pascasarjana.

Dalam rangka mengantisipasi beragam perkembangan ilmu di bidang kepariwisataan, STP Bandung kini mengembangkan 3 jurusan, yakni hospitality, pariwisata dan perjalanan. Jurusan Hospitality yang digeluti cukup banyak mahasiswa, memberdayakan studi akomodasi dan catering, administrasi perhotelan, manajemen divisi kamar, manajemen tata hidang, manajemen tata boga dan manajemen patiseri.
Jurusan pariwisata, memberdayakan studi destinasi pariwisata, manajemen bisnis pariwisata dan manajemen destinasi pariwisata.
Jurusan perjalanan memberdayakan studi perjalanan wisata, manajemen bisnis perjalanan, manajemen bisnis konvensi dan event, serta manajemen pengaturan perjalanan.

“Alhamdulilah, berkat disiplin belajar yang saya dapatkan di STP Bandung, kini saya bisa bekerja sebagai cheff di Atlantis The Palm Hotel, Dubai sejak 2 tahun lalu. Tiap bulan saya menyalurkan gaji saya ke Indonesia, karena bekerja di hotel termegah di Timur Tengah ini, saya diberi fasilitas lengkap sehingga tidak perlu lagi memikirkan makan setiap hari, apalagi pemondokkan, karena semua sudah ditanggung perusahaan.

Alhamdulilah, terima kasih STP Bandung,” komentar Nadine Tri Duhita, anak seorang wartawan di Jakarta yang sebelum diterima menjadi mahasiswa STP Bandung, sudah lebih dulu lulus (bebas test) di Sastra Jerman, Universitas Pajajaran, Bandung. “Saya akhirnya memilih STP Bandung karena ingin lekas kerja,” tutur Nadine lagi. (Ami Herman)

Posting Terkait