Anggarkan Rp600 juta Magangkan 100 Orang ke Jepang

519 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Riau mengajukan anggaran sebesar Rp200 milyar dalam pembahasan KUA dan PPAS APBD Riau tahun 2008 mendatang. Salah satu program yang akan direncanakan yakni memangangkan 100 orang tenaga kerja ke Jepang dengan

memakan anggaran sebesar Rp600 juta.

“Program ini hanya baru sebatas wacana untuk tahun 2008 mendatang. Jika hal ini disetujui akan kita jalankan. Ini adalah termasuk dalam salah satu program yang akan dijalankan Disnaker,” ungkap Kasubdin Pelatihan dan Produktifitas Tenaga Kerja Riau, H Nasrun Yahya, SH dalam hearing dengan Komisi D di Kantor DPRD Riau, Jumat (26/10).

Menurut Nasrun, ini permintaan dari Departemen Tanaga Kerja Pusat. Bahwa Riau diminta dapat mengirimkan 100 orang tenaga kera Riau dimagangkan ke Jepang selama tiga tahun. Sebelum 100 orang tenaga kerja diberangkatkan ke Jepang. “Kita akan buat perjanjian dengan tenaga kerja tersebut. Sehingga apa yang kita harapkan dapat tercapai,” pinta Nasrun.

Adapun kriteria yang akan dikirim ke Jepang yakni alumni Balai Latihan Kerja (BLK) dan tamatan Sekolah Kejurusan dengan melalui serangkaian tes oleh Disnaker. Sementara itu, yang akan menentukan nantinya adalah IMM, Jepang. Setelah mendengarkan pemaparan Kasubdin, Anggota Komisi D DPRD Riau, Syariful Anwar melontarkan pertanyaan. “Apakah memang benar ini permintaan Departemen Tanaga Kerja Pusat,” tanya Syariful. “Memang benar ini permintaan Departeman Tenaga Kerja Pusat. Sebelumnya kita mengajukan 200 orang, tapi hal itu tidak disetujui sama sekali,” jawab Nasrun.

Ir Hendra Masdarta juga mengeluarkan beberapa pertanyaan. Dari pengalaman yang didapatnya selama kurun waktu enam tahun belakangan ini, lebih kurang ada sekitar 15 hingga 20 orang tenaga kerja yang telah selesai menyelesaikan magang di Jepang. Tapi saat ini mereka bekerja tak sesuai dengan hasil didapat selama ini. “Kalau hal seperti ini, apa tindakan yang diambil oleh Disnaker,” terangnya.

Nasrun menjawab, dulu Disnaker hanya mengkoordinasikannya saja. Tanpa ada ikatan satu dengan yang lainnya. Karena hal seperti ini sifatnya mandiri. Tak ada perhatian khusus dari Disnaker. Untuk tahun mendatang, jika ini disetujui akan lebih diperhatikan lagi.

Sementara itu, Ir Fendri Jaswir meminta untuk mengevaluai kembali program kerja yang akan dijalankan Disnaker untuk tahun 2008 mendatang. Jangan sampai hal ini dibiarkan begitu saja. Wakadisnaker Riau sedikit menambahkan, Disnaker Riau dalam program kerja tahun 2008 tentang magangkan 100 orang ke Jepang akan dievaluasi lebih mendalam. Sehingga program yang dilaksanakan bisa berjalan berkesinambungan. “Itu harapan yang kami inginkan,” pungkasnya.(Dd)



Posting Terkait