Atlit Riau Pecahkan 3 Rekor Asean Untuk Lari

181 views
news3823PEKANBARU (RiauInfo): Satu lagi atlit Badan Pembina Olahraga Cacat (BPOC) Provinsi Riau mengukir prestasi diluar negeri dengan merebut seluruh mendali emas untuk cabang Atletik pada Asean Para Games IV yang diselenggarakan 20-26 Januari lalu, di Bangkok, Thailand.

Martin Losu, Atlit kelahiran Pekanbaru, 15 Maret 1987, rebut 3 mendali emas untuk cabang Lari kelompok Track 46 100 meter, 200 meter dan 400 meter ungguli kontingen Thailand, Filipina, Myamar, Vietnam dan Laos.

Tidak hanya itu, Martin, demikian panggilan mahasiswa Universitas Riau fakultas Teknik Kimia ini, juga berhasil memecahkan rekor baru untuk kelas 100 meter dari rekor lama 11,8 detik menjadi 11,68 detik.

Dikelas 200 meter ia pecahkan rekor lama dari 20,8 detik menjadi 20,6. Sementara kelas 400 meter ia kembali pecahkan rekor tahun 2005 dari 53,8 detik menjadi 53,4 detik

Didampingi Wakil Ketua BPOC Riau, Abdul Rahman, Selasa (29/1) kepadawartawan Martin mengatakan rasa suka citanya yang dalam. Dia berharap kedepan dapat mempertahankan prestasinya disetiap pertandingan baik nasional maupun internasional.

“Ini prestasi yang paling membanggakan dan saya akan terus berjuang mengukir prestasi meskipun dalam keterbatasan sebagai penyandang cacat,” kata Martin penyandang tuna daksa itu.

Dikatakan Martin, impiannya kedepan adalah kembali menyumbangkan mendali emas kepada Provinsi Riau, terutama pada Pekan Olahraga Cacat Nasional (Porcanas), di Kalimantan Timur bulan Agustus 2008 mendatang.

“Saya hanya menghimbau kepada pemerintah provinsi untuk mencarikan solusi agar atlit BPOC Riau dapat terkirim ke Porcanas 2008 di Kalimatan Timur. Sejauh ini BPOC sendiri belum memperoleh dana yang diperkirakan sebesar Rp. 1,2 miliar untuk memberangkatkan sekitar 35 atlit,” katanya berharap.

Ketika dikonfirmasikan kepada Abdul Rahman, ia membenarkan kalau BPOC belum mendapatkan gambaran pasti mengenai pendanaan yang akan dialokasikan mulai dari persiapan sampai keberangkatan atlit mengikuti Porcanas di Kaltim bulan Agustus 2008 mendatang.

“Ini yang saya khawatirkan. Kita tahu Porcanas di Kaltim satu paket dengan Pekan Olahraga Nasional. Jika kita tidak mengirimkan atlit BPOC ke Porcanas, saya khawatir berpengaruh terhadap PON dan Porcanas yang akan diadakan di Riau tahun 2012 mendatang,” kata Abdul Rahman lagi.(ad/rls)


Posting Terkait