BABAK SEMIFINAL OLIMPIADE SAINS KUARK 2011 Pertama Kalinya, 33 Propinsi Tempatkan Wakil di Semifinal OSK 2011

376 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Sebanyak 325 anak di Pekanbaru berhasil lolos babak penyisihan Olimpiade Sains Kuark (OSK) 2011. Mereka berasal dari 19 sekolah dasar negeri dan swasta. Babak semifinal OSK 2011 direncanakan diikuti oleh 24.358 anak yang berasal dari 33 propinsi di Indonesia, digelar pada 16 April 2011 di lokasi-lokasi yang sudah ditetapkan. Di Pekanbaru diadakan di SD Santa Maria, SD Kusuma, SD Ashofa dan SD Rintis 001.

“Saya tidak pernah membayangkan anak saya dapat melaju ke babak semifinal Olimpiade Sains Kuark (OSK) 2011. Semoga prestasinya dapat terus membaik dan menjadi inspirasi bagi adik-adiknya,” ungkap Coti Gisanto, buruh serabutan, Suku Akit, Kec. Rupat Utara – Bengkalis, Riau. Ungkapan Coti, tentunya bagaikan setitik air di tengah dahaga yang luar biasa terhadap tuntutan kualitas pendidikan di negeri ini. Memang, ini tidak serta merta menunjukkan bahwa keberhasilan sekelompok siswa adalah keberhasilan sebuah sistem pendidikan di suatu daerah. Namun, yang dapat kita pastikan bahwa sekalipun berada di daerah terpencil bukan berarti tidak ada anak yang berbakat.

Memasuki tahun yang ke-5, OSK semakin mendapatkan perhatian dari kalangan pendidik, khususnya bagi guru-guru ataupun sekolah yang tidak pernah menikmati kompetisi berskala nasional yang dikarenakan sekolah ataupun anak didiknya tidak pernah menempati peringkat atas.

“Saya merasa bangga dapat ikut terlibat dalam pelaksanaan OSK di tingkat daerah, dimana siswa-siswi SD Negeri 8 dapat ikut serta dan sekaligus menjadi tuan rumah pelaksanaan OSK 2011. Ditambah lagi dengan adanya peserta yang dapat melanjutkan ke babak semifinal OSK 2011. Semoga tahun-tahun mendatang kami dapat berprestasi lebih baik lagi dan lebih maju lagi,” jelas Gunawan, guru SD Negeri 8, Bantan Tengah, Riau.

“Olimpiade” sering diidentikkan dengan kegiatan yang serius dan hanya dapat diikuti oleh anak-anak yang cerdas saja. Namun OSK, dimulai dengan semangat keterbukaan dan sekaligus memberikan pembentukan semangat juang pada diri anak. “Anna, terus rajin belajar ya di rumah Pak Adi, semoga bisa lolos ke babak final nantinya. Tetapi meskipun sampai kalah nantinya, jangan bersedih, karena Anna sudah berusaha yang terbaik dan harus tetap bangga,” ungkap Nurjannah kepada keponakannya yang merupakan siswi SD dari Desa Indong, Halmahera Selatan.

Babak semifinal OSK seringkali menjadi sebuah tahapan yang kurang mendapatkan perhatian banyak pihak, namun sebenarnya tetap menjadi rangkaian proses pendidikan bagi seluruh peserta yang ingin mencapai babak final di Jakarta nantinya. Babak Semifinal OSK 2011, merupakan pertama kalinya babak semifinal yang diikuti oleh 33 propinsi di Indonesia, tentu saja hal ini memberikan sebuah harapan untuk tercapainya babak final yang dihadiri lengkap oleh peserta yang berasal dari 33 propinsi.

Pada kesempatan yang sama para Pengajar Muda Indonesia Mengajar juga terus mempersiapkan anak-anak didik mereka yang telah berhasil melaju ke Babak Semifinal OSK 2011. Kehadiran para pengajar muda ini sangat mendorong terbangunnya minat anak didik khususnya yang berada di daerah pelosok untuk lebih mencintai ilmu sains. “Para pengajar muda sangat terbantu dengan adanya Komik Sains Kuark dan Olimpiade Sains Kuark untuk mendorong kecintaan anak-anak terhadap pendidikan sains. Dukungan Komik Sains Kuark bagi para Pengajar Muda sangat membantu mereka sebagai mentor dan inspirator yang baik bagi anak-anak di pelosok agar dapat mengenyam pendidikan yang lebih baik,” jelas Hikmat Hardono, Direktur Eksekutif Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar.

OSK menjadi sebuah sarana yang sangat berharga untuk membentuk anak-anak di dalam menghadapi persaingan yang keras di dalam kehidupan sehari-hari untuk menjadi yang terbaik. Kerja keras dan semangat belajar yang tak kunjung padam akan menjadi pendorong utama bagi anak-anak untuk dapat menjadi generasi yang lebih baik. Selangkah lagi mereka akan menuju ke Babak Final OSK 2011, sudah siapkah kita (baca: para pendidik) untuk mendampingi mereka di dalam menghadapi tantangan ini? (rls)

Posting Terkait