Bajak Laut Rompak Speedboad, Penumpang Diikat dan Harta Dirampas

570 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Aksi perampokan di Kabupaten Inhil makin mengganas. Kalai ini sebanyak 10 penumpang speedboad dicegat bajak laut di perairan Sungai Sayang, Desa Sungai Nyiur, Kecamatan TAnah Merah. Dalam aksi ini kawanan bajak laut mengingat para penumpang dan merampas hartanya.

Berita ini menjadi headline Pekanbaru MX edisi Rabu (10/6) berjudul “Bajak Laut Rompak Speedboad“. Harian ini menyebutkan akibat aksi perompakan itu para penumpang mengalami kerugian sebesar Rp40 juta. Sedangkan kawanan rompak berjumlah 7 orang dan mempergunakan senjata api.

Hati-hati membeli kosmetik, terutama produk luar yang masih ke Indonesia secara ilegal. Kini disinyalir ada kosmetik ilegal dan berbahaya yang beredar di Riau, khususnya di Kota Pekanbaru. Berita ini menjadi headline Pekanbaru Pos hari ini berjudul “Awas, Kosmetik Berbahaya“.

Sedangkan headline Koran Riau hari ini tentang permintaan dari Ketua DPRD Kota Pekanbaru Teguh Pribadi agar perusahaan yang ikut dalam Job Expo 2009 mengutamakan tenaga kerja lokal dalam penerimaan tenaga kerjanya. Berita itu berjudul “Teguh: Utamakan Tenaga Kerja Lokal“.

Manohara akhirnya melakukan visum. Hasilnya mencegangkan, terungkap selain bagian sensitif kewanitaan robek akibat diperkosa dengan kuat, tubuhnya juga distrerika suaminya, Pangeran Kerajaan Kelanta Malaysia, Tengku Muhammad Fakhry. Berita ini berjudul Metro Riau berjudul “Leher Manohara Disetrika“.

Berita yang sama juga jadi headline Riau Mandiri berjudul “Pangeran Aniaya Manohara Secara Sadis“. Harian ini menyebutkan selain tubuh Manohara disayat-sayat dan diseterika, dia juga mengalami kekerasan seksual oleh sang pangeran.

Sementara itu headline Riau Pos hari ini tentang rencana pelaksanaan seleksi 300 ribu CPNS untuk 33 provinsi di Indonesia. Seleksi CPNS tersebut akan dilakukan usai Pilpres mendatang. Berita itu berjudul “Seleksi 300 Ribu CPNS Usai Pilpres“.

KPK kembali membikin kejutan. Kali ini menjaring empat mantan anggota DPR periode 1999-2004 sebagai tersangka kasus suap pemlihan Deputi Senior Gultom Bank Indonesia yang dimenangkan Miranda Goeltom. Berita ini menjadi headline Riau Pos dengan judul “KPK Goyang Tim Mega-Pro“.(ad)

Posting Terkait