Berat Peluang Riau Petrolium Kelola Blok Langgak

332 views

Pekanbaru – Meskipun PT Riau Petroleum sebagai satu-satunya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak dalam bidang pengelolaan lading minyak, namun peluang perusahaan ini untuk mengelola blok Langgak di Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu (Rohul) sangat berat.


Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) Riau M Yafiz yang ditemui Riauinfo disela-sela rapat kerja (raker) Bupati dan walikota se Riau di Pekanbaru, Selasa mengatakan, meskipun BUMD daerah berat dapat mengelola blok ini, namun dipastikan pengelolaan blok itu diberikan kepada daerah yakni kepada Pemprov Riau, Pemkab Kampar dan Rohul

“Rasanya berat bagi Riau Petroleum untuk mengelola blok Langgak itu, namun yang jelas blok Langgak itu tetap akan dikelola oleh daerah,” katanya.

Blok Langgak yang berada di dua kabupaten, masing-masing di Kampar dan Rohul saat ini masih dikelola PT Chevron Pasific Indonesia (CPI). Pengelolaan ladang minyak ini akan berakhir kontraknya pada Januari 2007 sedangkan sebelumnya telah dua kali diperpanjang kontraknya oleh CPI yakni pada Januari 2005 dan Januari 2006.
Pengelolaan ladang tersebut terus diperpanjang ke CPI karena tidak siapnya daerah menerima pengelolaan ladang minyak yang memiliki 28 sumur itu selain karena belum terbentuk perusahaan daerah juga terjadinya saling klaim wilayah antara Kampar dan Rohul. Namun, pada awal Juni lalu Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mendamaikan dua kabupaten yang berebut untuk mengelola ladang minyak tersebut.

Dalam pertemuan itu dihasilkan beberapa kesepakatan diantaranya agar Pemprov Riau segera membentuk konsorsium yang akan mengambil alih pengelolaan ladang minyak tersebut.
“Yang jelas blok Langgak itu akan dikelola oleh daerah, blok itu nantinya akan dikelola secara bersama-sama antara Provinsi Riau, Kampar dan Rohul,” imbuh Yafiz lagi.

Mengenai beratnya peluang Riau Petroleum untuk mengelola blok itu dikarenakan perusahaan ini mengelola baik di hulu dan hilir, sementara dalam aturannya itu tidak dibolehkan. “Artinya, kalau mengelola hulu ya hulu saja atau kalau mengelola hilir ya hilir saja. Sementara Riau Petroleum mengelola dua-duanya,” tuturnya mengakhiri.

Posting Terkait