Bermain di Pohon Cerri, Bocah Pingsan dengan Leher Terjerat Tali

495 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Berhati-hatilah! Sepertinya kata-kata ini lah yang pantas diperhatikan masing-masing para orang tua kepada anak-anaknya, jika tidak hal-hal yang tidak diinginkan bisa terjadi.

Seperti yang terjadi di jalan Bawal II kelurahan Wonorejo Kecamatan Marpoyan Damai. Saat bermain tanpa pengawasan orang tuanya, seorang anak nekat terjun dari atas pohon cery dengan mengikat seutas tali ke leher sendiri. Selang beberapa saat saja, langsung tak sadarkan diri. Bagaimana ceritanya?

Kronologisnya sendiri berawal pada hari Sabtu lalu, dimana seperti biasa pada sore hari kira-kira pukul 17.20 Wib, sejumlah anak-anak asyik bermain-main, termasuk diantaranya Desi Natalia (10) dan Novri (5). Kedua bocah ini adalah anak dari Eti, yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga, sedang suaminya sedang sakit-sakitan kini ada Sumatera Utara.

Singkat cerita, menjelang kejadian tersebut, anak-anak bermain di lapangan dekat mesjid Baiturrahman yang ada di jalan Bawal lalu bergeser ke belakang rumah warga lainnya. Dibelakang rumah warga yang juga ada lapangan terbuka itu, tumbuh sebatang pohon cery. Dipohon tersebut ada bekas tali ayunan yang masih terikat kuat.

Ternyata, tali gantungan itu memancing perhatian anak-anak yang sedang bermain, salah satunya adalah Desi. Desi yang berniat meraih tali itu, berusaha memanjat pohon, lalu memegangnya. Sementara anak-anak lainnya menunggu dibawah sambil memperhatikan Desi.

Entah bagaimana, Desi yang tadi terlihat gembira saat bermain sore ini tiba-tiba berkata, teman-teman, aku mau bunuh diri. Sambil melilitkan seutas tali ke lehernya dan mengikatnya, Desi pun terjun dari ranting pohon cery itu.

Dalam hitungan detik saja, Desi yang tak mampu berbicara langsung tak sadarkan diri. Teman-teman sebayanya hanya berteriak minta tolong kepada warga terdekat.

Sementara Adikanya yang bernama Novri langsung berlari sambil menangis ke rumahnya yang kebetulan tinggal tidak jauh dari tempat kejadian. Sesaat sampai di rumah, Novri dengan bibir bergemetar mengatakan kepada ibunya, bahwa kakaknya leher kakaknya terikat tali.

“Ibu…. kakak terikat lehernya dengan tali”. Mendengar hal ini, sang ibu langsung berlari menuju ke tempat yang ditunjukan anaknya Desi.

Meski jaraknya cukup dekat, tapi sesat setelah sampai tubuh sang anak sudah terbujur dan tak sadarkan diri. Sang ibu Eti pun langsung menangis. Sedangkan tubuh Desi sebelumnya sudah ditolong warga yang kebetulan berada tidak jauh.

Setelah itu, Desi langsung diantar ibunya dan warga lainnya ke Paus Medikal jalan Paus. Tapi ditempat itu, hanya diberi pertolongan pertama dikarenakan masih minimnya peralatan medis. Oleh petugas Dokter tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Eria Bunda yang ada di jalan KH Ahmad Dahlan.

Saat pertama masuk RS Eria Bunda kira-kira pukul 19.00 Wib, akhirnya dinyatakan sadar oleh dokter setempat pada pukul 02.00 Wib, dan hingga kini Senin (28/7) masih dirawat akibat luka baik dalam maupun luar lehernya.

Menurut Eti yang ditemui di rumah sakit sangat menyesalkan akan hal ini. Diakuinya, ia lalai dalam mengawasi anak-anaknya. Tapi seperti hari biasanya katanya, dikarenakan kesibukannya sebagai pembantu rumah tangga ia harus meninggalkan kedua hatinya di rumah. “Mungkin kali ini adalah takdir tuhan hingga anaknya bisa seperti ini,” katanya sambil membelai anaknya. (muchtiar)

 

Posting Terkait