Bertemu Guru SD di Los Sayur, Suryadi Cium Tangan

567 views

news6402PEKANBARU (RiauInfo) – Kampanye Cawagubri H Suryadi Khusaini di Kuantan Singingi, Selasa (9/9), diwarnai peristiwa yang mengharukan. Di sana secara tak sengaja, Suryadi didatangi seorang ibu tua sambil berkata setengah teriak, “Mana Suryadi anakku? Mana anakku itu?” kata ibu tua tadi kepada tim sukses yang membagikan kartu nama dan kertas kampanye CS.

Suryadi yang sedang bersalam-salaman dengan pedagang dan pengunjung Pasar mendadak kaget. Kemudian ia berbalik, dan ibu tua itu sudah berdiri tak jauh disampingnya. “Anakku Suryadi,” kata ibu itu sekali lagi. Orang-orang pasar yang ikut menyaksikan adegan drama singkat itu sempat terdiam beberapa detik. Setelah memperhatikan wajah sang ibu tua, air muka Suryadi berubah.

“Oh ibu Rafidah..” katanya pelan. Sejurus Suryadi mengambil tangan ibu tua tadi lalu menciuminya. “Ibu apa kabar? Ibu sehat-sehat saja kan,” katanya dengan penuh haru. Lalu keduanya berpelukan erat. Terdengar pelan suara ibu tua itu seperti sedang menangis.

Setelah berbincang-bincang ringan beberapa menit, lalu Suryadi memperkenalkan sang ibu tersebut kepada rombongan tim kampanye CS yang menyertainya, dan juga kepada warga yang ikut menyaksikan. “Ibu ini,” kata Suryadi, “adalah guru SD saya. Tak menyangka saya bertemu beliau di sini.”

Kemudian ibu tadi menambahkan bahwa Suryadi adalah bekas anak didiknya sewaktu ia masih mengajar di SDN 035 Pekanbaru. Suryadi, katanya, adalah anak yang patuh dan sopan sejak masih kanak-kanak. Ia pun tak lupa mengungkapkan rasa bangganya bisa melihat bekas anak didiknya itu bisa menjadi calon wakil gubernur.

“Nak Sur, doa saya ikhlas untuk keberhasilanmu. Semoga Allah menjadikan kamu pemimpin yang adil dan sederhana,” katanya sambil menatap wajah Suryadi. Kini giliran Orang-orang di sekitar Suryadi yang terbawa rasa haru. “Terima kasih Bu Rafidah,” balas mantan Wakil Ketua DPRD Riau ini pelan.

Dari Pasar Teluk Kuantan, Suryadi dan rombongan bergerak mengunjungi sejumlah pasar rakyat di Kuansing, di antaranya Pasar Mudik, Pasar Lubuk Ambacang, dan Pasar Lubuk Jambi. Sama halnya sewaktu di Inhu dan Inhil, di pasar-pasar tersebut Suryadi beramah tamah dan meyakinkan masyarakat untuk memilih pemimpin yang bersih dan berani mengenyampingkan kepentingan pribadi dan golongan demi kepentingan rakyat banyak.

Di Pasar Lubuk Jambi, Suryadi juga menyinggahi rumah orang tua angkatnya, Oma (70). Dikatakan, ia pernah berdomisili di Lubuk Jambi untuk beberapa tahun lamanya sewaktu masih bekerja sebagai petugas penyuluh di Dinas Tanaman Pangan.

“Saya menyesal tidak bisa berbuka puasa di rumah orang tua angkat saya tadi, soalnya kita sudah ada janji dengan warga di Singingi untuk berbuka puasa. Tapi saya sudah berjanji untuk segera kembali ke Lubuk Jambi ini lagi,” katanya kepada wartawan.

Di Lubuk Jambi juga Suryadi sempat bertemu dengan kawan-kawan lama sewaktu sambil sedikit nostalgia. “Alhamdulillah, kawan-kawan saya itu bersedia menjadi relawan demi memenangkan tim CS,” katanya.

Yang menarik kampanye Suryadi tanpa kehadiran Cagubri Chaidir mendapat dukungan penuh dari kader-kader dan simpatisan PKS. Mereka tidak hanya ikut membagi-bagikan brosur tetapi siap “banting tulang” demi meraup suara masyarakat Kuansing.

“Saya salut dan mengucapkan ribuan terima kasih atas kerja keras kawan-kawan PKS ini,” katanya. Sementara selama di Kuansing ia sendiri didampingi puluhan kader PDIP.(ad/*)

Posting Terkait