Besok Malam Penyerahan Anugerah Sagang

618 views

Pekanbaru – Yayasan Sagang kembali memberikan Anugerah Sagang. Proses penyerahan anugerah dilaksanakan besok malam bertempat di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru.


Anugerah Sagang tahun ini terdiri dari 6 katergori pilihan. Diantaranya; Kategori seniman/budayawan terpilih Iwan Irawan Permadi (koreografer). Kategori Buku Pilihan Sagang jatuh pada buku kumpulan cerpen karya Fakhrunnas MA Jabbar dengan judul Sebatang Ceri di Serambi. Kategori ke 3 Karya Alternatif Pilihan Sagang terpilih kerajinan Batik Riau. Kategori Intitusi/lembaga pilihan Sagang tahun ini diperoleh sanggar teater Latah Tuah. Anugerah Serantau terpilih Maman S Mahayana (Jakarta) dan Karya Jurnalistik yang terpilih tahun ini Cukup Kami Saja yang Buta Huruf yang ditulis oleh Ade Chandra (wartawan Riau Pos).

Ketua Dewan Juri yang juga Ketua Yayasan Sagang, Rida K Liamsi dalam jumpa pers siang tadi mengatakan karya-karya tahun ini mengalami peningkatan, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Sehingga mereka mengalami kesulitan untuk menetapkan nominator dan juga pemenang. “Harus kami akui karya-karya yang masuk sangat bagus dan tidak mudah menetapkan yang terbaik. Kami sampai harus berdebat, berhujjah hingga voting karena tim juri punya apresiasi tinggi dan independen terhadap setiap karya yang dinilai,” kata Rida.

Rida menambahkan tahun ini pengumuman pemenang sengaja lebih cepat dari waktu sebelumnya. Tujuannya agar ada masa tenggang, membuka kesampatan ‘sanggah’. “Kita usahakan mengumumkan pilihan Sagang lebih cepat. Ini juga memberikan kesempatan kepada khalayak ramai untuk memberikan apresiasi terhadap pilihan tersebut. Jika ada yang perlu dikoreksi kita juga punya waktu untuk mengevaluasi pilihan itu,” tambahnya.

Ketua Panitia Pelaksana Malam Penganugerahan Sagang 2006, Kazzaini KS mengatakan malam puncak Anugerah Sagang yang akan dilaksanakan besok malam (Rabu 20/12) di Hotel Mutiara Merdeka agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Malam prosesi penyerahan anugerah itu disemarakkan dengan berbagai acara yang lebih bernuansa budaya.

“Ini sesuai dengan ruh Anugerah Sagang yang diadakan untuk memberikan penghargaan terhadap kebudayaan dan kesenian umumnya dan mempertahankan kelestarian budaya local pada khususnya,” jelas Kazzaini.

Kazzaini menambahkan Anugerah Sagang merupakan sebuah komitmen tulus untuk mengenal semangat sejarah yang telah tertoreh dengan tinta emas ketika kontribusi budaya Melayu jadi salah satu puncak di antara kebudayaan nasionel. “Yang kita lakukan dan juga informasikan yang tersebar ini insya Allah menjadi dokumen bahwa kita berupaya agar semangat sejarah itu tidak sirna ditelan masa,” tambahnya.

Posting Terkait