Buka Akses Transportasi ke Seluruh Kabupaten

652 views
Selama 10 tahun terakhir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus membangun infrastruktur jalan dan jembatan. Bahkan banyak yang sudah diresmikan serta dimanfaatkan masyarakat dari berbagai daerah. Pembangunan jembatan dan jalan tidak hanya mempersingkat rentang kendali waktu tempuh orang dan barang, namun dapat menjadi sarana pertumbuhan ekonomi yang akan menjadi muara kesejahteraan masyarakat.Bagaimanapun, infrastruktur menjadi bagian yang sangat penting dalam menunjang berbagai aspek kehidupan. Terutama dalam memberikan kenyamanan masyarakat dalam memperoleh akses transportasi sekaligus membuka isolasi daerah.”Pembangunan jembatan merupakan upaya Pemprov Riau untuk pengembangan dan membuka isolasi wilayah. Pembangunan wilayah sangat membutuhkan sarana dan prasarana transportasi yang memadai, khususnya transportasi darat,” kata Gubernur Riau, HM Rusli zainal, beberapa waktu lalu.Selain itu, lanjutnya, untuk meningkatkan aksebilitas dan mobilitas masyarakat dalam melewati ruas jalan yang terbelah oleh Sungai Siak.

Program pembangunan jembatan dan jalan tidak hanya di fokuskan di Kota Pekanbaru, namun diseluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau. Seperti Jembatan Perawang di Siak, Jembatan Teluk Masjid dan sejumlah jembatan di Indragiri Hilir dan kabupaten lainnya.

“Pembangunan jembatan dapat memberikan kontribusi terhadap pemberantasan kemiskinan dan peningkatan perekonomian serta kesejahteraan bagi masyarakat,” tambahnya.

Salah satunya bisa dilihat pada Jembatan Sultan Abdul Jalil Rachmadsyah, atau yang dikenal dengan jembatan Teluk Mesjid. Jembatan yang diresmikan memiliki panjang 1,650 meter, dan lebar 9 meter dengan type jembatan arch truss bridge (rangka baja melengkung). Jembatan ini yang menghubungkan 3 Kabupaten/kota di Riau, yakni Siak-Bengkalis dan Dumai.

Kemudian Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah atau yang biasa disebut Jembatan Siak. Jembatan menghubungkan ibukota kabupaten Siak dengan daerah-daerah di sekitarnya. Seperti Siak Raya dan Benteng Hulu. Pembangunan jembatan bertujuan juga untuk memudahkan akses transportasi menuju ibukota kabupaten.

Selama ini, keberadaan jembatan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena akses transportasi yang sebelumnya menggunakan fery penyeberangan dan sampan, kini telah beralih ke jembatan yang dapat dilalui oleh berbagai alat transportasi darat.

Selain jembatan, Pemprov Riau terus memperhatikan jalan provinsi dan nasional. Baik dalam pembangunannya maupun perbaikan infrastruktur jalan. (adv)

Gesa Pembangunan Jembatan Siak IV

Dalam desain pembangunannya, keberadaan Jembatan Siak IV akan menjelma menjadi ikon baru di kota Pekanbaru.
Jembatan yang menghubungkan Jalan Sudirman dengan Kecamatan Rumbai Pesisir didesain khusus menjadi jembatan modern dengan lintasan yang nyaman.

Assiten II Setdaprov Riau, Emrizal Pakis mengharapkan pembangunan jembatan siak IV dapat selesai tahun ini. Sesuai dengan Perda multiyears yang berakhir hingga 31 Desember 2013.

“Ya pastilah. Jembatan itu tidak boleh berhenti jika kita sudah membangunnya. Yang penting sekarang kita mencari sumber dana, apa itu dari APBN, APBD atau dana lainnya,” jelasnya.

Jembatan Siak IV dibangun dengan panjang 834,10 meter dan lebar 18,5 meter. Kemudian dengan dengan main span 155,00 meter, side span 48,00 meter, approach span 496,71 meter, oprit 134,39 meter dan free board dari HWS sepanjang 12,5 meter.

Selain jembatan Siak IV, di Kota Pekanbaru sudah berdiri beberapa jembatan lainnya. Salah satunya jembatan Siak III atau Jembatan Muhammad Ali Abul Jalil Muazzamsyah. Jembatan diresmikan langsung Gubernur Riau, HM Rusli Zainal, akhit tahun 2012 lalu.(adv)

 

 

Wujudkan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sudah berkomitmen untuk terus meningkatkan kondisi infrastruktur jalan. Sehingga dapat mendorong pertumbuhan daerah sekaligus menarik banyak investor.

Salah satunya pembuatan jalan tol Pekanbaru-Dumai. Karena sangat strategis untuk mempersingkat waktu tempuh. Kemudian meningkatkan kenyamanan, arus barang dan jasa antar kabupaten. Khususnya Kota Pekanbaru dan Dumai.

Untuk itu, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau berupaya menyegerakan pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai dengan mempercepat proses penyelesaian ganti rugi lahan untuk jalan bebas hambatan sepanjang 126,2 km tersebut.

Kepala Dinas PU Riau, SF Hariyanto mengatakan, ganti rugi lahan jalan Tol Pekanbaru-Dumai di akhir tahun 2013 ditargetkan mencapai 30 KM. Total anggaran untuk proses ganti rugi ini mencapai Rp8 miliar.

Dijelaskannya, sejauh ini proses administrasi kepemilikan lahan yang umumnya dikuasai perusahaan perkebunan dan sebagian masyarakat sudah tidak ada masalah lagi. Termasuk perusahaan besar yang berkedudukan di luar negeri.

“Tinggal masalah surat-menyurat saja,” papar Hariyanto.

Sebagai tahap awal, sambungnya, terlebih dahulu membangun trase Pekanbaru-Kandis sepanjang 21 kilometer.

Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Tol Pekanbaru- Dumai, Emrizal Pakis mengharapkan, dengan dibebaskannya lahan akan mempercepat pembangunan jalan tol. Bahkan, perusahaan-perusahaan besar pasti banyak yang berminat mengikuti tender pembangunan jalan bebas hambatan pertama di Riau tersebut.

Jalan tol dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan efisien pelayanan jasa distribusi guna menunjukkan pertumbuhan ekonomi dengan perkembangan wilayah. Tentunya tetap memperhatikan rencana induk jaringan jalan.

Pembangunan ruas jalan tol akan melintasi beberapa kabupaten dan kota. Seperti Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak, dan Kota Dumai.

Sebelumnya, sudah terdapat dua fly over di Jalan sudirman Pekanbaru yang mempercantik tata ruang kota. Pembangunan fly over dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas.

fly over tersebut dibangun dengan megah secara modern dan tanpa menghilangkan kultur dan identitas lokal Melayu. Kombinasi motif dan pilihan warna dengan nuansa kultur Melayu menjadikan jembatan layang itu kian menawan. Bangunan dengan ornamen Melayu itu, tentu membuat masyarakat tempatan dan pendatang menyadari sedang berada di Provinsi Riau yang kental dengan budaya Melayu.(adv)

Posting Terkait