Bupati Bengkalis Minta Pempus Bantu Percepatan Pembangunan Pulau Rupat

508 views
news4339PEKANBARU (RiauInfo) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) H Mardiyanto bersama Gubernur Riau HM Rusli Zainal, Senin (17/3), melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis.

Kedatangan Mendagri bersama Gubri yang datang menggunakan helikopter milik Pelita Air dan sampai sekitar pukul 12.30 Wib itu, langsung disambut Bupati Bengkalis H Syamsurizal dan ribuan masyarakat Rupat Utara.

Turut mendampingi Mendagri dalam mengunjungi pulau yang berhadapan langsung dan hanya berjarak sekitar 46 Km dari Negeri Jiran Malaysia itu, diantaranya, Ditjen Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sudarsono Hardjosoekarto dan Ditjen Pemerintahan Umum (PUM) Kausar AS.

Selain Bupati, sejumlah pejabat di lingkup Pemperov Riau yang hadir lebih awal, turut menyambut kedatangan Mendagri dan Gubri. Diantaranya, Sekdaprov HR Mambang Mit, Asisten II H Herliyan Saleh, Kepala Badan Komunikasi, Informasi dan Kesatuan Bangsa H Said Amir Hamzah dan Kadis Depnaker Transmigrasi, H Asral Rahman.

Sedangkan dari jajaran Pemkab Bengkalis, turut mendampingi Bupati menyambut kedatangan Mendagri dan Gubri itu, diantaranya, Wakil Ketua DPRD Bengkalis Bagus Santoso. Kemudian, Kapolres Anang R, Kajari Ersywo Zaimaru, Ketua Pengadilan Negeri R Matras Supomo.

Selanjutnya Camat Radius Akima beserta Upika Rupat Utara, Camat Rupat Fadhlan Fuad Daulay serta sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Bengkalis, kepala desa se Kecamatan Rupat Utara, pemuka agama dan tokoh adat setempat.

Sebagaimana kunjunga ke Rokan Hilir, kunjungan Mendagri ke kecamatan yang memiliki objek wisata bahari yang disebut-sebut tidak kalah dengan keindahan pantai Kuta di pulau Dewata, Provinsi Bali itu, dalam rangka melihat dari dekat pulau terluar yang ada di Provinsi Riau.

Usai disambut, Mendagri, Gubri, Bupati Bengkalis, Wakil Ketua DPRD dan rombongan langsung menuju Pantai Teluk Rhu. Tempat dimana acara silaturahmi antara Mendagri dan masyarakat dilaksanakan.

Dalam pertemuan itu, Mendagri mengajak masyarakat untuk dapat memberikan informasi kepada pemerintah tentang segala sesuatu yang terjadi di lapangan. “Seluruh masyarakat yang berada di daerah yang berbatasan dengan negara lain (di pulau terluar), harus menjadi informan pemerintah. Setiap perkembangan dan informasi apapun hendaknya disampaikan kepada pemerintah,” harap Mardiyanto.

Dijelaskan mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut, sebagai negara yang cukup besar dan jumlah penduduk begitu banyak, berbagai persoalan terus menerpa bangsa ini. Persoalan-persoalan yang dihadapi bangsa ini sangat-sangat komplek.

“Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga keutuhan bangsa ini. Tidak hanya pemerintah semata, terlebih masyarakat yang berada di perbatasan langsung seperti di pulau Rupat ini,” katanya lagi.

Hal penting lain yang mesti dijaga, katanya, adalah semangat kebangsaan, kesetiakawanan, rasapersatuan dan kesatuan. Maksudnya, masyarakat di suatu daerah jangan merasa yang paling hebat atau merasa lebih dengan daerah yang lain. Jika hal itu yang terus dimunculkan, maka persatuan dan kesatuan negara akan sulit diwujudkan.

Di kesempatan itu juga, melalui Mendagri, Bupati Bengkalis meminta agar pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap proses pembangunan di pulau-pulau terluar. “Khususnya di pulau Rupat ini,” pinta Syamsurizal.

Alasannya, sambung Syamsurizal, karena jarak pulau Rupat lebih dekat dengan negara tetangga. Masyarakat di pulau Rupat lebih banyak mengetahui tentang negara tetangga, dibandingkan negara sendiri. Termasuk lebih mengenal perdana menteri Malaysia dibandingkan presiden Indonesia sendiri.

“Informasi yang diperoleh masyarakat seperti di pulau rupat ini, baik itu melalui televisi masupun radio, lebih banyak berasal dari negara tetangga. Untuk itulah, bersama Pemprov Riau, Pemkab Bengkalis secara berangsur membangun sarana komunikasi dan informasi,” jelas bupati.

Terkait masyarakat pulau Rupat, khususnya di Kecamatan Rupat Utara, Syamsurizal mengatakan bahwa sebagian masyarakat membeli kebutuhan sehari-hari dari Malaysia . Karena pulau Rupat hanya berjarak 42 Km Port Dikson, 46 kilometer dari Melaka dan sekitar 48 ke Muar.

“Pemkab Bengkalis terus berupaya membangun sara infrstruktur, agar akses masyarakat di pulau ini dengan ibu kota kecamatan dan kabupaten lebih mudah. Namun karena berbagai keterbatasan, kita berharap pemerintah pusat dapat membantu percepatan upaya pembangunan yang dilakukan Pemkab Bnegkalis itu,” sambung Syamsurizal.

Terkait dengan hal ini, Mendagri mengatakan dapat memaklumi kalau ada, warga di daerah pulau-pulau terluar,khususnya di pulau Rupat yang tidak mengenal presidennya, tetapi lebih mengenal pejabat luar negeri, karena keterbatasan informasi.

“Menjadi tanggung jawab kita untuk menyampaikan informais itu kepada masyarakat,” kata Mardiyanto seraya mengatakan bahwa sesuai dengan kewenangan, Depdagri akan membantu upaya percepatan pembangunan pedesaan di pulau Rupat melalui Ditjen PUM.

Berkenaan dengan potensi yang dimiliki pulau Rupat, Mardiyanto mengajak semua komponen bersatu padu untuk mengembangkan potensi yang ada. Dikatakannya, potensi yang dimiliki pulau Rupat sangat luar biasa.

“Tinggal lagi bagaimana kita mengembangkannya. Namun satu yang saya pesan dan harapkan, budaya yang ada pada diri kita jangan sampai terabai, biarpun kita berasal dari banyak perbedaan, namun bersatulah demi kejayaan,” harapnya.(ad/rld)


Posting Terkait