CATATAN AKHIR TAHUN RIDAR HENDRI Pelantikan Kabinet ‘Siap Tempur’

810 views

news7923SEBAGAIMANA dimaklumi, persis di penghujung tahun 2008, yakni 31 Desember, Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit melantik dan mengambil sumpah 1.080 pejabat eselon II, III dan IV di jajaran Pemerintah Provinsi Riau. Banyak memang. Tapi, apa boleh buat, inilah amanat SOTK terbaru yang dikeluarkan Mendagri.

Saking banyaknya,gedung ‘tua’ Balai Dang Merdu bagai tak kuasa menampung mereka.Sebagian pejabat yang dilantik, terpaksa berada di luar. “Basah juga yang di bawah,” ujar seorang pejabat eselon III yang keluar dari ruangan. Sebagian lagi keluar bukan karena kepanasan. “Tak tahan, saya mau merokok,” kata seorang yang lain. 

Pembacaan nama dan jabatan oleh panitia, berlangsung hampir empat jam dan berakhir pukul 13.00 Wib. Meski melelahkan, tapi umumnya para pejabat yang dilantik, terlihat sumringah. banyak pula yang berfoto bersama keluarga.

Yang menarik dari sosok pejabat yang dilantik adalah kembalinya para ‘anak yang hilang’. Sebelum Rusli Zainal – Mambang Mit (RZ-MM) mundur untuk bertarung di Pilkada Riau baru-baru ini, mereka sempat dinonjobkan oleh Wan Abubakar, gubernur pengganti RZ. Tapi setelah RZ menang dan kembali ‘bertahta’, mereka ditarik kembali. Mereka adalah Drs H Emrizal Pakis MM, Drs Abdul Lafis, Drs H Akmal JS, R Indra Bangsawan,Surya Maulana, dan Zaini Ismail. 

Penarikan mereka ini, menyiratkan bahwa RZ-MM sengaja memasang orang-orang siap tempur dan berpengalaman, dalam upaya menjalankan program pembangunan Riau ke depan, yang kian berat dan kompleks.

Emrizal, oleh RZ-MM, dikembalikan menjadi Kepala Bappeda, menggantikan Ir Nasrun Efendi MT, yang tampaknya tergeser. Nasrun hadir di pelantikan ini, namun karena satu hal, tidak menuntaskan seluruh rangkaian acara. Abdul Lafis yang sebelum dinonjobkan menjabat Kadispora,kini dipercaya menjadi Kadis Pertamben. 

Drs Akmal JS, yang dulu Kadis Perindag, kini jadi Kadisnaker dan Transduk. Menggantikan temannya, Asral Rahman. Indra Bangsawan, yang sebelum nonjob jadi Kepala Bakesos, kini jadi Kadiskop UKM. 

Lalu, Surya Maulana, yang digeser Wan dari Kabag Humas Setda Riau ke Dinas Perikanan dan Kelautan,kini jadi Karo Umum Setda Riau. Dia menggeser posisi Tengku Syukur yang kini nonjob.

Sedangkan Zaini Ismail, yang sebelum nonjob menjabat Karo Kesra, kini dipercaya jadi Kepala BADP. Sekaligus menggeser posisi Wan Razak, yang baru saja dipasang Wan Abubakar. 

Zulkarnain Kadir SH MH, yang digeser Wan dari Karo Umum ke jabatan ‘tak berkuku’ Wakadispora, kini dikembalikan RZ kedigdayaannya menjadi Kepala Biro Humas Setda Riau. Jabatan baru ini, hasil pemekaran Biro Pemerintahan dan Humas. Sementara posisi Karo Pemerintahan dijabat oleh Alimuddin, yang tergolong ‘muka baru’. 

Muka baru lainnya di kabinet yang dilantik adalah Saqrul Amri, Karo Kesra menggantikan Asmaran Hasan yang tampaknya harus lengser. Lalu Basriman (Kadis Tanaman Pangan), Zulkifli Yusuf (Kadis Kehutanan), dan Asykardiah Ribudana Patrianov (Kadis Peternakan). Zulkifli menyenggol Sudirno, sementara Asykardiah menggusur R Erisman dan Alimuddin menjabat Kepala Biro Pemerintahan 

Selain itu, Mulkan Syarif yang oleh RZ didudukkan sebagai Karo Keuangan menggantikan Dra Indrawati Nasution. Indrawati kini dipercaya menjadi Kadis Kominfo dan PDE. Dinas ini hasil merger dua badan sebelumnya, masing-masing BIKKB yang dipimpin T Khalil Jaafar dan BPDE yang dikomandoi Said Kamaluddin MP. Khalil bernasib mujur, karena masih dipakai RZ memimpin badan baru, Badan Kesbang, Politik dan Linmas. Sebaliknya, Said Kamaluddin, yang sejak jauh hari memiliki feeling tak bakal dipakai RZ, sudah beberapa hari lalu cabut ke luar kota. 


RZ-MM tampaknya memang sengaja menempatkan orang yang kapabel sekaligus loyal di kabinet barunya. Sebut saja M Yafis, Said Mukri, Lukman Abbas, Said Mukri, dan Ruslaini Rahman. Mereka dulu dipakai RZ, dan kini dipakai lagi, meski pos tugasnya sudah berganti. Yafis dari Kadistamben menjadi Kadisbun, Said Mukri dari Karo Keuangan menjadi Kadispenda, Ruslaini dari Kadisperindag menjadi Kadishub, dan Lukman dari Kadiskimpraswil menjadi Kadispora.

RZ memang piawai. Dia menempatkan sosok profesional untuk memperkuat kabinetnya. Tengku Dahril dipertahankan sebagai Kadis Perikanan dan Kelautan. Irwan Efendi, mantan Rektor Unilak, dijadikan Kadis Pendidikan Nasional. Wirdaningsih ditempatkan di kursi Karo Ekbang. Firdaus MT dipertahankan sebagai Kadis Kimpraswil. 

Kemudian Mursal Amir sebagai Kadis Kesehatan, Syamsuar sebagai Kepala Inspektorat Wilayah, Lukman Mat sebagai Kadis sosial, serta Mukhtar Amin sebagai Kepala Satpol Pamong Praja.

Joni Irwan dipertahankan sebagai Kadis Budsenipar. Hemat saya, di antara semua pejabat yang dilantik, Joni termasuk pejabat ‘paling kuat’. Sebab, tak satu pun dari dua gubernur — Wan Abubakar maupun Rusli Zainal — saat berkuasa, yang ‘mampu’ menggoyahkan posisinya. Mirip dengan itu adalah Wardan. Dulu Wan mempertahankannya sebagai Kadis Diknas, kini RZ menempatkannya sebagai Kepala BPPM. 

RZ juga menarik sosok potensial, Rusli M, dari Kepala Badan Penghubung di Jakarta menjadi Karo Perlengkapan, dan Nazaruddin dari Wakadis Peternakan menjadi Karo Hukum. Plt Sekdaprov Herliyan Saleh yang beberapa bulan ini bertungkus lumus membenahi administrasi dan manajemen Pemprov, dihadiahi jabatan Kadis Perindag.

Pejabat lain yang dilantik adalah, Fadrizal Labay (Kepala Bapedalda), Achmad Helmi (Kepala Balitbang), Tarmizi Natar Nasution (Kepala Badan Penghubung di Jakarta), Feisal Qomar Karim (Kepala BPI), Syahrial Hermanto (Kepala Badan Ketahanan Pangan), Naili Saidi (Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan), Elma Yusniarti (Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Muhammad Yamin (Kepala Badan Perizinan Terpadu),Yulwiriati (Dirut RSUD Arifin Achmad) dan Zulkifli Malik (Dirut RSJ Tampan). 

Lalu, Abdul Latif didudukkan sebagai Asisten I dan Ramli Walid tetap dipertahankan sebagai Asisten III. Yang menarik, Wan Syamsir Yus yang dihembus-hembuskan sebagai calon kuat Sekdaprov pengganti Herliyan, ternyata hanya ditempatkan pada posisi Asisten II. 

Beberapa pejabat lama, dijadikan RZ-MM sebagai staf ahli. Mereka adalah Asmawi Mukrie, Raja Muchtar, Asmara Hendra, Zaiolani Arif Syah dan Teguh Indramadji.


Memang keterbatasan kursi jabatan menyebabkan harus ada yang tersingkir. Selain Nasrun, pejabat lain yang lengser ke prabon adalah Teolina Pangaribuan (mantan Kadis Perindag), Syukri SH (sebelumnya Karo Hukum), Edwar Sanger (dulu Karo Perlengkapan) dan beberapa lagi.

Tapi itulah roda karir. Harus senantiasa berputar, meski terkadang kita mesti berada tidak di atas. 


Ridar Hendri, Wartawan Senior

Posting Terkait