CSR RAPP Gelar Pelatihan IFS Angkatan 76

735 views
IFS Angkatan 76

IFS Angkatan 76

PEKANBARU (RiauInfo) – Tidak terasa, sampai Maret 2009 ini, PT. Riau Andalan Pulp And Paper (RAPP) melalui Corporate Social Responsibility (CSR) Department sudah melaksanakan Pelatihan Sistem Pertanian Terpadu (Integrated Farming System/IFS) sebanyak 76 kali.

Sekitar 2000 orang masyarakat petani dari lima kabupaten di Propinsi Riau (Pelalawan, Siak, Kampar, Kuansing dan Kepulauan Meranti) telah mengikuti pelatihan yang menjadi salah satu program pemberdayaan masyarakat CSR RAPP sejak tahun 1999 lalu.

Program ini adalah salah satu bentuk kepedulian RAPP terhadap masyarakat Riau khususnya yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan sebagai bagian dari upaya RAPP untuk hidup berdampingan serta tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Selain untuk meningkatkan keahlian dan ketrampilan masyarakat petani, pelatihan IFS ini juga menjadi salah satu media silaturahmi antara perusahaan dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Direktur CSR RAPP, Amru Mahalli, dalam acara pembukaan Pelatihan IFS Angkatan 76, yang berlangsung 18-24 Maret 2009, di Gedung Balai Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu (BPPUT) CSR RAPP, Pangkalan Kerinci. Pelatihan yang merupakan hasil kerjasama antara RAPP-Pemkab Pelalawan-Majelis Kemajuan Pelalawan serta didukung Tanoto Foundation ini diikuti 29 peserta dari 10 desa yang tersebar di Kabupaten Pelalawan dan Siak.

Menurut Amru, pelatihan IFS ini merupakan bagian dari implementasi konsep 3 P (People, Planet, Profit) yang dianut perusahaan, yang artinya dalam menjalankan bisnisnya RAPP tidak semata-mata hanya mengejar keuntungan saja melainkan juga menyeimbangkannya dengan aspek lingkungan dan sosial.

Pelatihan IFS ini adalah salah satu penerapan konsep sosial yang diimplementasikan RAPP melalui program CSR. Melalui program ini RAPP dapat mewujudkan konsep triple partnership yang menekankan sinergitas antara dunia usaha, masyarakat dan pemerintah dalam membangun suatu daerah.

Kepedulian dan komitmen RAPP ini sekaligus mendukung tekad Founding Father RAPP, Sukanto Tanoto, yang senantiasa menekankan arti pentingnya kehadiran dunia usaha bagi kemajuan masyarakat dan daerah (A business must be good for its country, its community and itself, without it a business can not sustain). “Kehadiran RAPP di daerah ini bukan sebagai tamu melainkan sebagai tuan rumah, jelas Amru.

Dibagian lain, Deputi Direktur CSR RAPP, Imron Rosyadi, mengatakan pelatihan IFS ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas mitradampingan baik ilmu pengetahuan, keterampilan, attitude dan informasi mengenai program pertanian terpadu yang meliputi program pertanian (tanaman pangan dan hortikultura), perikanan, peternakan dan pemanfaatan sumberdaya alam yang ada dilingkungannya.

Pelatihan yang diadakan saat ini merupakan entry-point untuk keberlanjutan program kedepan. Diharapkan juga, petani yang sudah dilatih akan berbagi ilmu dengan masyarakat lainnya melalui kelompok tani yang ada di desa masing-masing.

Selain itu, tutur Imron, melalui pelatihan IFS ini seluruh peserta diharapkan dapat meningkatkan sikap, perilaku dan motivasi yang positif peserta pelatihan; meningkatkan akses informasi dan jaringan untuk mitradampingan; dan menciptakan hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan mitradampingan.

Selama pelatihan, seluruh peserta akan menerima materi tentang pertanian, perternakan, perikanan dan pengetahuan lainnya yang mendukung dalam penerapan di lapangan nantinya, selama satu pekan. ”Setiap harinya para peserta memulai aktifitas diawali dengan senam pagi dilanjutkan dengan materi teori (30%) dan praktek (70%) di lapangan dan akan selesai pada sore hari. Malamnya akan dilanjutkan dengan pemantapan materi pelatihan yang telah diterima pada siang harinya,” jelasnya.

”Dengan adanya pelatihan yang menggabungkan konsep teori dan praktik ini, diharapkan dapat meningkatkan keterampilan seluruh peserta sehingga dapat menerapkannya di tempat asal masing-masing. Yang lebih penting lagi melalui pelatihan ini diharapkan terjadi perubahan pola sikap yang lebih positif terutama dalam menjalani kehidupan sebagai petani,” katanya.(ad/rls)

Posting Terkait