DALAM WAKTU 5 JAM, PIPA TIDAK BOCOR LAGI Semua Korban Sudah Kembali ke Rumah

513 views

DURI (RiauInfo) – Tujuh orang yang tersemprot minyak di desa Pematang Ibul kecamatan Bangko Pusako kabupaten Rokan Hilir telah kembali ke rumah masing-masing. Yanus (40 thn), yang diobservasi di rumah sakit Duri PT Chevron Pacific Indonesia (Chevron) pada hari Selasa lalu, sudah kembali ke rumahnya tadi pagi setelah tim dokter menyatakan kondisinya sehat.

Segera setelah mendapatkan laporan adanya tumpahan minyak mentah di salah satu pipa yang berlokasi di depan kantor kepala desa Pematang Ibul, Chevron menurunkan tim untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan terutama mengatasi dampak kejadian tersebut kepada masyarakat sekitar serta untuk menghentikan tumpahan minyak, memperbaiki pipa yang pecah dan pembersihan lokasi kejadian. “Dalam waktu 5 jam, kami berhasil memperbaiki kebocoran pipa,” kata Usman Slamet, General Manager PGPA Sumatra.

Chevron bersama aparat desa sampai saat ini masih menginventarisasi rumah penduduk, tanaman, dan harta benda lainnya yang terkena paparan minyak. Setelah inventarisasi akan dilakukan pembersihan pada rumah dan lahan tersebut.

Hingga saat ini penyebab kejadian dan volume minyak mentah yang tumpah masih dalam tahap penyelidikan. Prioritas utama Chevron adalah melakukan langkah-langkah cepat untuk menyelamatkan korban dan meminimalisir dampak di lingkungan sekitar.

Secara umum kebocoran pipa minyak bisa terjadi karena hal-hal berikut; terjadinya korosi secara alami pada pipa baja yang berada dalam tanah, pemendaman pipa yang dilakukan tanpa mempertimbangkan faktor keamanan pipa terhadap korosi, umur pipa yang sudah tua, dan pembebanan dari luar yang dapat mengakibatkan kelelahan (fatique) dan internal stress dari material, serta frekuensi perubahan tekanan dalam pipa yang dapat mempercepat penuaan (aging) yang berdampak pada terjadinya kelelahan (fatique) material. Faktor lainnya adalah kondisi lingkungan yang dapat mempengaruhi laju korosi seperti bakteri (SRB), keasaman, dan suhu.

Usaha Chevron untuk memelihara pipa minyak sepanjang 13.000 Km (sama dengan panjang dua setengah kali wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke) adalah melalui inspeksi dan perawatan jaringan pipa secara berkala, di antaranya pengecekan melalui sistem pigging untuk membersihkan dan mendeteksi ketebalan pipa, memasang selubung di titik-titik yang rentan, program penggantian pipa serta pengawasan tekanan agar tetap dalam kondisi operasi yang aman.

Rumah dan aktifitas masyarakat yang dekat dengan pipa minyak tentunya akan membahayakan keselamatan masyarakat tersebut apabila terjadi kebocoran seperti kejadian di atas. Chevron menghimbau semua pihak agar tidak mendirikan bangunan atau berkegiatan di dalam batas (clearing limit) fasilitas operasi minyak dan gas bumi milik Negara ini demi keselamatan bersama.(ad/rls)

Posting Terkait