DARI RESES KETUA KOMISI I DEWAN KOTA Pemadaman PLN Dominasi Keluhan Warga

224 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Dalam Reses yang ke dua di akhir tahun 2008 ini, Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru Sondia Warman banyak menemukan persoalan yang kini sedang dihadapi warga. Berbagai persoalan tersebut nantinya akan dibahas dalam rapat dewan, sebagai tindaklanjut aspirasi. 

Diantara persoalan yang dikeluhkan tersebut, masih banyaknya pelayanan yang dirasakan belum maksimal dari Pemerintah Kota Pekanbaru, seperti buruknya infrastruktur jalan, drainase, kemudian harapan adanya bantuan permodalan, untuk ekonomi kelas menengah ke bawah, serta seringnya pemadaman oleh lampu Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang belakangan disingkat menjadi perusahaan lilin negara.

Namun disisi lain kata politisi PAN ini, kebanyakan diantara warga ternyata banyak tidak mengetahui tentang program-program yang saat ini sedang dijalankan pemerintah, seperti ketidaktahuan masyarakat Peraturan Daerah (Perda), mengenai rencana Pembangunan kota kedepan, termasuk tentang Sarana Angkutan Umum (SAUM) yang saat ini justru hangat diperbincangkan, serta sulitnya mendapatkan minyak tanah.

Hal ini disebabkan masih rendahnya penerimaan informasi di tingkat masyarakat lapisan bawah, serta pengetahuan SDM terbatas.

Dalam Reses yang diadakan di dua Kecamatan, Bukit Raya dan Marpoyan Damai tersebut Sebagai pertanda ternyata masih banyak yang perlu dibenahi di kota ini, hingga berbagai keluhan itu bisa diminimalisir untuk ke depan, kata Sondi.

Dipaparkannya, dari berbagai keluhan yang paling mendominasi adalah, seringnya pemadaman lampu oleh PLN. Sehingga atas hal ini, banyak peralatan elektronik warga yang rusak. Selain itu, juga berdampak kwalitas belajar anak mereka, untuk membaca buku. Karena itu diharapkan kepada pihak PLN untuk bisa segera mengatasi persoalan ini.

Keluhan berikutnya tentang sulitnya mendapatkan minyak tanah. Dengan kondisi ini tentu saja sangat ironi, dengan Riau yang kaya akan hasil minyak bumi.

Dimana diantara warga sering menemukan seringnya kehabisan stok minyak tanah dan terpaksa mencari ke tempat lain. Hal ini tentu saja cukup menggangu,

mengingat minyak tanah adalah kebutuhan utama dalam berbagai pengolahan makanan, khususnya kebutuhan rumah tengga, kata Sondi Senin (22/12) di Balai Payung Sekaki. (muchtiar)

Posting Terkait