Diduga Masih Sakit Hati, Banyak Pejabat Tak Hadiri Sertijab

507 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Acara serah terima jabatan (sertijab) eselon II dan III yang diadakan Senin (1/9) kemaren di Ruang Kemuning Kantor Gubernur Riau terasa agak hambar. Pasalnya banyak pejabat yang namanya termasuk dalam mutasi dan harus mengikuti setijab, ternyata tidak hadir. 

Berita ini menjadi headline Pekanbaru Pos edisi Selasa (2/9) berjudul “Sertijab, Banyak Tak Hadir“. Menurut harian ini, ketidakhadiran beberapa pejabat ini memperkuat adanya penolakan terhadap keputusan Gubernur Riau Wan Abubakar melakukan mutasi secara mendadak.

Berita yang sama juga jadi headline Media Riau hari ini. Dengan berita berjudul “Sertijab, Pejabat Banyak Absen” disebutkan bagi Plt Sekdaprov Riau Herlian Saleh ketidak hadiran pejabat itu tidak perlu dimasalahkan. Karena umumnya mereka sudah minta izin untuk tidak hadir.

Ditemukannya jasad atlet dan pelatih panahan Riau yang hanyut saat mengikuti acara Balimau Kasai di Desa Buluh Cina, Minggu (31/8) lalu menjadi berita utama Riau Pos. Atlet Safrina Lailan (16) lebih dahulu ditemukan. Setelah itu tim SAR baru menemukan Niken Saputra (33). Berita itu berjudul “Atlet Riau dan Pelatih Panah Ditemukan Tewas“.

Tribun Pekanbaru juga mengangkat berita yang sama sebagai headline dengan judul “Ibunda Ciumi Jasad Syafrina“. Harian ini menyebutkan musibah ini mengundang sedih yang mendalam dalam keluarga kedua korban. Istri Niken sempat berkali-kali pingsan. Sedangkan ibunya Syafrina langsung menciumi jasad anaknya itu.

Sementara itu Riau Mandiri berita utamanya berjudul “DPRD Didesak Ajukan Audit DPAL Rp140,9 M“. Harian ini menyebutkan pimpinan DPRD Riau didesak untuk segera mengajukan audit investigatif kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait usulan dana Daftar Proyek Anggaran Lanjutan (DAPL) sebesar Rp 140,9 miliar oleh Pemprov Riau di APBD Perubahan Riau tahun 2008.

Kasus pembantaian yang dilakukan orang tak dikenal terhadap Anto (24) warga Desa Tanjung, Kecamatan XII Koto Kampar menjadi berita utama Pekanbaru MX hari ini. Dalam berita berjudul “Suami Dipenggal di Depan Istri” disebutkan peristiwa mengenaskan itu dilakukan di depan istri korban.

Sedangkan Metro Riau hari ini beritanya tentang tudingan PDIP yang menyebutkan dibukanya kembali negosiasi perusahaan negara LNG Tangguh antara pemerintah RI dengan Cina sebagai akal-akalan Wapres Jusuf Kalla. PDIP menilai kisru LNG Tangguh merupakan manuver pemerintah SBY-JK untuk menghancurkan citra Megawati. Berita itu berjudul “Wajar SBY-JK Dipecat Gus Dur“.(Ad)



Posting Terkait