Ekspor Riau Naik 34,58 Persen Periode Mei 2009

503 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Nilai ekspor Riau mengalami peningkatan sebesar 34,58 persen pada periode Mei dibanding ekspor periode April 2009. Porsentase kenaikan dilihat dari nilai ekspor Mei 2009 mencapai 972,15 juta US Dolar, sedangkan periode April hanya mencapai 722,37 juta US Dolar.

Namun secara komulatif, nilai ekspor dari Januari hingga Mei 2009 sebesar 3.780,41 juta US Dolar dinilai menurun 43,41 persen dibanding periode yang sama pada 2008 yang mencapai 6.680,59 juta US Dolar. Kontribusi nilai ekspor Riau terhadap Nasional bulan Mei 2009 sebesar 10,50 persen dan pada Januari-Mei 2009 sebesar 9,28 persen

Ekspor migas bulan Mei 2009 mencapai US$ 199,62 juta atau turun 15,63 persen dibanding ekspor migas bulan April 2009, sedangkan selama Januari-Mei 2009 ekspor migas mencapai 1.030,82 juta US Dolar atau mengalami penurunan sebesar 64,93 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Ekspor non migas bulan Mei 2009 mencapai 772,54 juta US Dolar atau naik 59,03 persen dibanding ekspor non migas bulan April 2009. Sedangkan selama Januari-Mei 2009 mencapai 2.749,59 juta US Dolar atau menurun 26,51 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” terang Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau Abdul Manaf, Selasa (1/9/09) di Pekanbaru.

Selama Januari-Mei 2009 ekspor non migas didominir oleh lemak dan minyak hewani/nabati sebesar 1.902,89 juta US Dolar (69,21 persen), diikuti oleh kertas dan karton sebesar 352,02 juta US Dolar (12,80 persen), serta bubur kayu/pulp 222,43 juta US Dolar (8,09 persen). Kontribusi ketiganya mencapai 90,10 persen dari total ekspor non migas Riau.

Ekspor non migas paling tinggi ke India selama Januari-Mei 2009 mencapai angka terbesar yaitu 683,37 juta US Dolar, diikuti China 560,12 juta US Dolar, Belanda 268,87 juta USD, Malaysia 156,18 juta USD dan Bangladesh sebesar 139,43 juta USD, dengan kontribusi kelimanya mencapai 65,75 persen terhadap keseluruhan ekspor non migas.

Selain itu, ekspor hasil industri dan hasil pertanian selama Januari-Mei 2009 masing-masing menurun sebesar 26,87 persen dan 12,57 persen sedangkan ekspor hasil pertambangan dan lainnya mengalami kenaikan sebesar 60,89 persen dibanding periode yang sama tahun 2008.(Surya/hms)

Posting Terkait