Fauziah: Usia 0-6 Tahun, Masa Emas Pertumbuhan Anak

589 views
news4609PEKANBARU (RiauInfo) – Ketua Forum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Bengkalis, Ny Hj Fauziah Siregar Syamsurizal mengatakan, usia 0-6 tahun merupakan masa emas bagi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Selain gizi yang cukup, beraneka ragam stimulus atau rangsangan yang diberikan pada rentang usia itu, akan meningkatkan daya pikir dan kreativitas seorang anak.

“Oleh sebab itu, pendidikan yang diberikan pada anak usia dini ini, bukan saja sangat penting bagi perkembangan kemampuan dasar anak untuk menempuh jenjang pendidikan selanjutnya, tetapi juga turut dan memberikan kontribusi yang sangat besar dalam mempercepat keberhasilan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM),” jelasnya.

Penjelasan Ny Fauziah ini disampaikannya usai membuka foum sosialisasi PAUD di Gedung Daerah Laksamana Raja Dilaut, Rabu (9/4) kemarin. Selain itu, tambah isteri bupati Bengkalis, usia dini, khususnya pada usia 0-5 tahun atau di bawah lima tahun (Balita), juga merupakan kurun waktu yang sangat menentukan bagi pembentukan karakter dan kepribadian seorang anak.

“Usia 0-5 tahun ini juga merupakan usia penting bagi pengembangan intelegensi permanen seorang anak. Karenanya, di negara-negara maju, pembangunan PAUD ini mendapat perhatian yang sangat serius serta menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya peningkatan kualitas SDM,” paparnya.

Ny Fauziah juga mengingatkan, bahwa setiap orang tua dapat menjadikan anaknya seorang anak yang cerdas dan kreatif. Semua orang tua dapat melakukannya, jika para oraNg tua mau mengutamakan kebutuhan dan kepentingan sang anak.

“Berkenaan dengan upaya membentuk kecerdasan seorang anak, selain terpenuhinya kebutuhan fisik-biologis, terutama kebutuhan gizi yang baik sejak dalam kandungan serta kasih sayang yang dapat memberikan rasa aman, terlindungi, dihargai dan diperhatikan, maka hal lain yang harus dilakukan adalah dengan memberikan stimulasi sedini mungkin sejak dalam kandungan serta pada masa keemasan tumbuh kembang sang anak,” pesannya.

Adapun yang dimaksud stimulasi dini, kata Ny Fauziah , adalah rangsangan yang dilakukan sejak bayi baru lahir yang dilakukan setiap hari untuk merangsang semua sistem panca indera. Dan, sebagai bentuk pendidikan, stimulasi dimaksud sebaiknya diberikan sejak janin berusia 6 bulan bulan dalam kandungan.

“Kemudian, guna membentuk anak kreatif, orang tua harus dapat memberi contoh tanpa memaksa, memberi keberanian atau tantangan untuk anak berkreasi. Memberikan penghargaan dan pujian atas keberhasilan dan perilaku yang baik. Memberikan koreksi dan bukan dalam bentuk ancaman atau hukuman bila anak melakukan kesalahan,” imbuhnya lagi.

Terkait dengan pentingnya PAUD ini, baik itu yang dilakukan secara formal, non formal atau cara yang lainnya, Ny Fauziah mengajak ketua forum PAUD Kecamatan dan pihak terkait lainnya yang hadar dalam sosialisasi itu untuk dapat mengkaji, menelaah dan mencarikan jalan keluar yang terbaik terhadap permasalahan PAUD ini.

”Khususnya berbagai permasalahan yang menyebabkan PAUD pada sebagian besar masyarakat kita belum mendapat perhatian yang serius,” harapnya seraya mengatakan telah meminta Pemkab Bengkalis dapat mengalokasikan dana bagi kemajuan PAUD di Negeri Junjungan ini.

Harapan ini disampaikan, sebab menurutnya, karena berbagai penyebab, sebagian besar masyarakat, terutama orang tua belum begitu memahami akan potensi luar biasa yang dimiliki anak-anak pada usia yang sangat menentukan tumbuh kembang seorang anak tersebut.

“Sebagai contoh, masih terbatasnya pengetahuan dan informasi yang dimiliki orang tua yang menyebabkan potensi yang dimiliki anak tidak dapat berkembang dengan baik sebagaimana mestinya,” ujar Ny Fauziah didampingi Ketua Gabung Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia Bengkalis, Ny Hj Darmiwati Sulaiman dan Kabag Pemberdayaan Perempuan Ny Hj Syarifah Zamaniah.

Sementara itu, selaku Ketua Pelaksana Sosialisasi PAUD, Ny Hj Yusnani mengatakan, kegiatan sosialisasi yang diikuti 65 orang peserta itu bertujuan memberikan informasi dan menambah wawasan tentang penyelenggaran forum PAUD lepada pihak terkait di daerah ini.(ad/rls)


Posting Terkait