Finalis Bujang Dara Riau 2010 Kunjungi Chevron

773 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Hari ini PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) menerima kunjungan 24 finalis Bujang Dara Riau 2010. Program Pemerintah Kota Pekanbaru yang ditaja oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Riau ini merupakan ajang pemilihan duta seni dan pariwisata Riau. Rombongan Finalis Bujang dan Dara Riau 2010 ini disertai oleh panitia dari Disbudpar dan diketuai oleh Drs. Eduar.


Bertempat di Golden Barrel Club (GBC) Minas, Bujang dan Dara Riau disuguhi pemaparan tentang operasi Chevron yang disampaikan oleh Manager Communications Sumatra Operations Hanafi Kadir dan Team Leader Production Minas Area 5 & 6 Kukuh Kertasafari.

Banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta Bujang dan Dara Riau ini, di antaranya adalah apakah operasi pengangkatan minyak yang dilakukan CPI tidak mengakibatkan runtuhnya lapisan tanah. Kukuh menjelaskan secara ringkas bahwa keberadaan minyak di dalam perut bumi bukan seperti kolam, tapi terperangkap di pori-pori bebatuan.

Kegiatan produksi tidak akan membuat lubang kosong di kedalaman bawah tanah, karena minyak hanya melekat di pori-pori bebatuan yang solid, dan posisi minyak di pori-pori batu secara alami akan digantikan oleh air bawah tanah. Sehingga tidak perlu khawatir bahwa akan terjadi keruntuhan atau longsor.

Usai presentasi dan tanya jawab, Bujang dan Dara diberikan kesempatan untuk mengenal operasi Chevron lebih dekat lagi. Dengan menggunakan alat keselamatan lengkap berupa sepatu kerja khusus, helm dan kacamata pelindung, mereka memasuki area operasi Gathering Station (GS/Stasiun Pengumpul) #1, Minas. Di sana mereka disambut langsung oleh General Manager Sumatra Light South Operations Bachtiar Abdul Fatah.

Bachtiar menyampaikan bahwa untuk memproduksi minyak dibutuhkan teknologi yang tinggi. Kita bangga bahwa operasi Chevron di Indonesia dan CPI khususnya, dilakukan oleh putra-putri Indonesia, dan persentase tenaga kerja asing sangat kecil. Lebih jauh lagi, Bachtiar menegaskan bahwa perjuangan di daerah operasi lapangan minyak adalah juga bentuk bakti pada negara.

Nia, salah satu Dara asal Duri menyatakan bahwa dirinya merasa sangat terkesan dengan prosedur keselamatan yang dilakukan oleh CPI di wilayah kerjanya. “Lalu lintas di camp CPI terasa sangat tenang dan aman, semuanya patuh pada peraturan.

Berbeda sekali rasanya dengan berkendara di jalan-jalan umum. Apalagi memasuki wilayah kerja seperti di GS ini, kita tidak diperkenankan turun dari bus jika tidak memakai alat pelindung keselamatan” tuturnya.(ad/rls)

 

Posting Terkait