Guru Agama Tuntut Samakan Tunjangan Prestasi

212 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Mitos angka 13 tidak berlaku bagi guru NIP 13 di kota Pekanbaru. Malah sebaliknya, guru agama yang berstatus NIP 15 merasa tidak beruntung dengan kecilnya tunjangan prestasi yang mereka terima dibanding tunjangan guru NIP 13. Minta kesamaan ini, seratusan guru agama asal kota Pekanbaru berorasi di kantor Wako Pekanbaru, Rabu (30/01).

Dalam anggaran 2008, tunjangan prestasi bagi guru NIP 13 telah menanjak senilai Rp.2 juta yang sebelumnya pada 2007 senilai Rp. 1,8 juta. Sedang tunjangan bagi guru agama yang berstatus NIP 15 masih stagnan dengan penerimaan senilai Rp. 750.000.

Raja Umar sebagai juru bicara dari para guru yang berorasi mengatakan, tunjangan prestasi ini hanya di kota Pekanbaru yang masih berbeda. Tunjangan prestasi ini di seluruh kabupaten/kota di Riau telah disamakan oleh pemda masing-masing, hanya kota Pekanbaru yang belum disamakan.

“Kami merasa tertekan karena adanya perbedaan tunjangan yang kami terima dibanding guru NIP 13. Begitu juga dengan pembagian lain seperti baju seragam dari pemerintah juga tidak kami terima. Pada acara tertentu kami diwajibkan memakai seragam itu yang mesti kami peroleh dengan gaji kami sendiri,”ujar seorang guru yang berdemo di halaman kantor Walikota Pekanbaru, Rabu (30/01).

Tuntutan ini adalah kelanjutan dari tuntutan yang sama pada tahun lalu di DPRD kota Pekanbaru. Namun DPRD kota Pekanbaru menyatakan kebijakan penambahan tunjangan tersebut tergantung keputusan Pemko Pekanbaru yang akan disahkan oleh DPRD nantinya.

Menurut Umar, jumlah guru agama yang menyandang NIP 15 di Pekanbaru saat ini terdaftar sebanyak 460 orang yang tergabung dari berbagai mata ajaran agama seperti Islam, Budha, Hindu dan Kristen.

Hingga berita ini dirilis, seratusan guru agama masih menunggu kehadiran wako Pekanbaru, Herman Abdulah dan bertahan di halaman kantor Wako Kota Bertuah.

“Kami ingin bertemu langsung dengan bapak Herman Abdulah. Tidak peduli dimana Pak Wako saat ini. Dan kami tidak akan menggangu rutinitas pekerjaan Pemko,”ujar Umar menjawab seorang pegawai Pemko Pekanbaru yang merayu massa agar segera bubar.(Surya)

 

Posting Terkait