Inu Yakin Dapat Dukungan Besar untuk Jadi Cagubri

648 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Tekad Inu Kencana, dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bertarung dalam Pilgubri mendatang sudah bulat. Dia merasa sangat yakin akan mendapatkan dukungan besar dari masyarakat Riau untuk menduduki jabatan orang nomor satu di Riau itu.

Berita tersebut menjadi headline Koran Riau edisi Kamis (12/6) ini berjudul “Inu Ikut Bursa Cagubri“. Dalam beritanya disebutkan anak bungsi mantan bupati Bengkalis, Abdullah Syafii ini rencananya Kamis (12/6) tiba di Pekanbaru untuk melakukan kunjungan ke sejumlah tempat di Riau.

Berita masalah Pilgubri juga menjadi berita utama Riau Mandiri hari ini. Harian ini menyebutkan DPP PDIP telah mengeluarkan ancaman akan memecat kader dan pengurus yang membelot mendukung Cagubri lain. Sementara itu Partao Golkar sangat optimis akan memenangkan Pilgubri. Berita ini berjudul “PDIP Ancam Kader, Golkar Yakin Menang“.

Malaysia kembali membuat ulah, menjadi berita utamka Tribun Pekanbaru. Kali ini ulahnya adalah membangun helipad yang hanya berjarak 7 meter dari garis perbatasan dengan Indonesia. Berita itu berjudul “Mencurigakan Tembak Saja“.

Berita yang sama juga jadi headline Metro Riau berjudul “Malaysia Bikin Gara-gara Lagi!“. Dalam beritanyd disebutkan Malaysia melanggar kesepakatan Sosek Malindo yang hanya memperbolehkan mendirikan bangunan apapun berjarak 2 kilometer dari perbatasan.

Kericuhan yang terjadi saat pelantikan pengurus Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) di Balai Dang Merdu, Rabu kemaren menjadi berita utama Pekanbaru MX hari ini. Dalam kericuhan ini, Ahai alias Herianto (41) sempat luka-luka disabet senjata tajam. Berita itu berjudul “Darah Berceceran di Gedung DPRD Kota“.

Berita yang sama juga jadi headline Pekanbaru Pos berjudul “Ceceran Darah di DPRD“. Harian ini menyebutkan kericuhan itu terjadi antara dua kubu yang ada di FSPTI. Bentrokan mulanya terjadi di Gedung Dang Merdu, kemudian beberapa orang melarikan diri ke DPRD Kota Pekanbaru.

Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tindak pidana korupsi kepada Mantan Kapolti Rusdihardjo menjadi berita utama Riau Pos. Saat mendengakan vonis itu Rusdihardjo sempat menangis. Berita itu berjudul “Divonis, Mantan Kapolri Menangis“.

Keterlambatan pembayaran tunjangan profesi bagi guru yang lulus setifikasi menjadi berita utamaMedia Riau. Harian ini menyebutkan keterlambatan itu tidak sepenuhnya jadi tanggungjawab Disdik Riau, tetapi juga menjadi wewenang Kantor Pelayanan Perbendaharaan negara (KPPN). Berita itu berjudul “Kewenangan Pihak KPPN“.(Ad)

 

Posting Terkait