Kantor Kebudayaan dan Pariwisata Gelar Festival Colok

593 views

BENGKALIS (RiauInfo) – Kantor Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bengkalis kembali akan menggelar festival colok hias untuk Ramadhan. Kegiatan rutinitas tahunan ini dilaksanakan pada malam ke-27 Ramadhan 1427 H yang akan datang.

Kepala Kantor Kebudayaan dan Pairiwisata Bengkalis H Abdul Hamid diwakili Ketua Panitia Festival lampu colok, Masri, mengatakan, dalam festival ini akan memperebutkan hadiah puluhan juta rupiah. Kemudian mengenai jumlah kelompok tidak dibatasi. “Dalam satu Kelurahan/Desa atau RT jumlahnya bisa berapa saja. Tidak kita batasi,” terang Masri, Jum’at (28/9) di ruang kerjanya.Lebih lanjut mantan anggota DPRD Bengkalis dari Partai Golkar ini mengatakan, untuk festival kali ini panitia pelaksana tidak menyediakan bantuan dana untuk pembelian minyak tanah sebagainya beberapa tahun sebelumnya.

“Semuanya akan ditanggung oleh masing-masing kelompok. Sementara untuk penilaiannya, untuk tingkat kecamatan dilakukan oleh masing-masing kecamatan sementara untuk tingkat Kabupaten akan dilakukan oleh Kantor Kebudayaan dan Pariwisata,” terang Masri.

Menjawab wartawan tentang kriteria penilaian, Masri menjelaskan, penilaian meliputi keindahan masing-masing gapura colok, penataan lampu, ada tidaknya nilai-nilai syiar agama, kebersihan, kenyamanan serta kekompakan pengurus.

“Terkadang memang ada gapura colok yang sangat besar, tapi tidak dapat juara. Hal ini bisa saja disebabkan colok tersebut tidak ada nilai religinya atau susunan coloknya kurang rapi, atau hal-hal lain yang bisa mengurangi penilaian oleh panitia,” imbuh Masri.

Selain itu kata Masri lagi, ada hal-hal yang bisa membuat kelompok colok didiskualifikasi oleh panitia. Artinya tidak dapat penilaian sama sekali. Yakni apabila didapati para pekerja atau pengurus kelompok colok tersebut terang-terangan tidak berpuasa.

“Fetsival colok ini salah satu upaya kita mensyiarkan budaya dan pastinya budaya yang bernuansa religi. Ketika hal itu dinodai oleh hal-hal yang bisa merusak nilai religi itu sendiri, secara otomatis panitia tidak akan memberikan penilaian,” ungkapnya,”

Selain itu panitia juga tidak akan menilai pondok-pondok yang ada di pinggir-pinggir gapura colok, meskipun sebagian mereka menjadikan pondok itu sebagai tempat istirahat atau tempat mengawasi colok-colok mereka.

“Memang beberapa tahun lalu pondok-pondok ini turut dipertandingkan, namun kemudian atas kesepakatan kita hapuskan. Karena ada yang menyalahgunakan fungsi pondok itu,” jelasnya lagi. (Tony/rls)

 

Posting Terkait