Kemenpar Dukung Pelaksanaan Denpasar Festival 2016

155 views

denpasar

 JAKARTA (Riauinfo) –  Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, diwakili Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti bersama Walikota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra  me-launching  Denpasar Festival 2016 di Balairung Soesilo Soedarman,  Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, Selasa lalu.

Kemenpar mendukung penyelenggaraan Denpasar Festival 2016 yang akan berlangsung di  Kota Denpasar, Bali. Even Denpasar Festival ke-9 dalam rangka mempromosikan pariwisata Denpasar serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali khususnya saat menjelang akhir tahun dan  tahun baru.

Menpar  memberikan apresiasi penyelenggaraan Denpasar Festival 2016 sebagai upaya  meningkatkan kunjungan wisman ke Bali, menjelang liburan akhir tahun. Terlebih Bali gencar menggelar even-even menarik di antaranya Denpasar Festival,  sejak digelar tahun 2008 dengan nama Gajah Mada Town Festival. Selain itu juga digelar  even Festival Panglipuran, Festival Pandawa, dan lain-lain.

Great Bali sebagai ‘jendela pariwisata Indonesia’ memberikan kontribusi  sebesar 40% dari total kunjungan wisman. Tahun 2015 yang lalu dari 10,4 juta wisman ke Indonesia yang masuk melalui Bali sebanyak 4 juta wisman, sedangkan target tahun ini 12 juta wisman, diharapkan sebanyak 4,4 juta hingga 4,8 juta wisman di antaranya melalui Bali. Pada posisi Januari  hingga  September 2016  kunjungan wisman mencapai   8.362.963  atau meningkat sebesar 8,51%  dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 7.707.034 wisman. “Dalam tiga bulan terakhir ini Juli, Agustus, September 2016 kunjungan wisman menembus angka 1 juta dan diharapkan pada sisa waktu tiga bulan terakhir; Oktober, November, dan Desember akan meningkat siginfikan. Pertumbuhan wisman yang tinggi ini, harus ditingkatkan dengan menggelar even-even menarik yang bersumber dari daya tarik seni budaya (culture), alam (nature) maupun manmade,” kata Esthy.

Walikota Denpasar, Bali I.B. Dharmawijaya Mantra mengatakan,  penyelenggaraan Denpasar Festival berawal dari keinginan untuk mengingat kembali masa lalu suasana Jalan Gajahmada sebagai pusat ajang kreativitas warga Denpasar. “Semangat dan gairah kreativitas masyarakat Kota Denpasar menginspirasi Pemerintah Kota untuk membuat dan mengagendakan Gajah Mada Town Festival menjadi even kalender tahunan, sebagai aktualisasi terhadap dinamisasi peran serta masyarakat pada pelaksanaan tahun ke 2 Gajah Mada Town Festival berubah menjadi Denpasar Festival,” katanya.

Even Denpasar Festival tahun 2016 bertema “Padmaksara”, yang mengandung arti delapan langkah menuju pembangunan Kota Denpasar yang lebih berkualitas yaitu menuju Kota Cerdas; menuju Kota Kompeten; penegakan supremasi hukum dalam tata kelola pemerintahan; menuju Heritage City; peningkatan kesejahteraan; pembangunan partisipasi masyarakat sebagai Agen Perubahan; pengembangan Ekonomi Kreatif ditonjolkan sebagai strategi baru pembangunan kota Denpasar.

Pada kesempatan yang sama Deputi Bidang  Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Dadang Rizki Ratman bersama Walikota dan Bupati se-Provinsi Bali (PemkotDenpasar; Pemkab Gianyar;  Bangli;  Buleleng;  Tabanan;  Jembrana;  Badung;  Karangasem; dan  Klungkung) membuat komitmen bersama  untuk menyatakan dan menghormati tanggung jawab dalam mewujudkan pembangunan destinasi pariwisata berkelanjutan di masing-masing wilayah administratif.

Kemenpar  melakukan kesepakatan bersama untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan di Kota Denpasar, Bali dan Kabupten Samosir, Sumatara Utara (Sumut). Penandatangan kesepatakan bersama di Kota Denpasar dilakukan oleh  Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman dengan Walikota  Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Rektor Universitas Udayana Ketut Suastika, sedangkan kesepakatan bersama untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan di Kabupten Samosir dilakukan DadangRizki Ratman dengan Bupati Samosir Rapidin Simbolon dan Rektor Universitas Sumatera Utara Runtung Sitepu.

Menpar  mengatakan, kesepakatan dan komitmen bersama dalam mengembangan pariwisata berkelanjutan yang ditandatangani hari ini mempunyai arti penting dalam kepariwisataan nasional ke depan, hal ini sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan dan Peraturan Presiden Nomor 64 tahun 2014 tentang koordinasi strategis lintas sektor penyelenggaraan kepariwisataan.

Pengembangan pariwisata berkelanjutan  di Kota Denpasar  mempunyai nilai  penting dalam meningkatkan kualitas dan  kunjungan wisatawan ke Bali. Great Bali merupakan mesin pencetak wisman karena kontribusinya mencapai  40% secara nasional.  Begitu pula Kabupaten Samosir, Toba yang ditetapkan sebagai 10 destinasi prioritas atau sebagai “10 Bali Baru”, ke depan akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kunjungan wisman.

Dadang menjelaskan bahwa pengembangan pariwisata berkelanjutan mempunyai nilai strategis dalam memenangkan persaingan global dan menjadi isu internasional.  Badan Pariwisata Dunia (UNWTO) menetapkan bahwa pembangunan kepariwisataan adalah pembangunan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan (sustainable and responsible tourism). “Pariwisata semakin inklusif  memberikan kebanggaan bagi rakyat Indonesia akan kekayaan alam dan budaya yang kita miliki yang dapat menumbuhkan semangat untuk melestarikannya.  Artinya, pariwisata semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,” katanya.

Menurut, Dadang sektor pariwisata telah menjadi leading sector  dengan menyumbang 10% PDB nasional; kontribusi devisa pariwisata sebesar 9,3% dengan pertumbuhan sebesar 13% serta menciptakan 9,8 juta lapangan kerja atau 8,4% secara nasional dan menempati urutan ke-4 dari seluruh sektor industri, serta  pencipta lapangan kerja termurah sebesar US$ 5.000/satu pekerjaan, sedangkan industri lain  rata-rata US$ 100.000 /satu pekerjaan.  (Rel/Herman Ami)

Posting Terkait