Ketua Forum Pewarta Film Kritik Badan Perfiman Indonesia

302 views

teguh-imam-suryadi

JAKARTA  (Riauinfo) – Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) Kemala Atmojo berang dan melabrak wartawan penulis artikel “FFI 2016 dan BPI” di indonesiana.tempo.co. Kejadian itu berlangsung di Gedung Pesona Indonesia (eks Gedung Film) di Jl MT Haryono, Jakarta Selatan, Jumat (18/11/2016) malam.

Insiden tersebut menarik perhatian belasan wartawan serta pengunjung acara peluncuran Buku “100 Tahun Sensor Film di Indonesia Memasuki Abad Kedua” yang diadakan oleh Lembaga Sensor Film (LSF).

Kemala Atmojo malam itu didampingi salah seorang komisioner LSF, Arturo GP ketika menuju meja prasmanan. Wartawan yang bergerombol langsung menyapa ramah dan menyalaminya.

Namun, reaksi Kemala Atmojo usai disalami berbalik berang. Sambil mengisi makanan ke piringnya, Kemala Atmojo melabrak Teguh Imam Suryadi yang sempat menyalaminya.

“Wah.. ada kritikus ngawur. Wartawan ngawur,” kata Kemala Atmojo setengah berteriak. Suaranya yang keras langsung menjadi perhatian.

Disapa begitu, Imam mengkonfirmasi, “Ngawur bagaimana, dan apa maksudnya, mas?” kata Imam seperti diungkapkan dalam siaran persnya yang dibagikan ke wartawan  di Jakarta, kemarin.

“Tulisanmu itu, kritikan ngawur. Itu sampah. Tulisan itu tidak ada pengaruhnya buat FFI. Gak mempan. Aku ini wartawan senior, gak takut sama siapapun. Gue kok dilawan,” ujar Kemala tanpa jeda dengan tetap memegang piring makannya.

Menanggapi serangan tersebut, Imam wartawan yang menulis artikel “FFI 2016 Potret Kegagalan Badan Perfilman Indonesia” di indonesia.tempo.co itu bersikap defensif.

“Kalaupun tulisan itu sampah, jangan dibaca dan tak perlu emosi begitu, mas,” jawab Imam.

Kemala melanjutkan, “Kritikanmu itu ngawur. Saya belum baca tulisan itu, tapi diceritain sama teman-teman orang film. Nggak worthed banget baca tulisan itu. Itu sampah. Mereka semuanya ngetawain tulisanmu,” katanya.

Insiden tersebut terhenti setelah seorang petugas Satpam Gedung Pesona Indonesia menghampiri Imam dan mengajaknya berbicara ke sudut lain.

Dalam sebuah tulisannya di Indonesina.tempo.co pada 10 November 2016, Teguh Imam Suryadi, Ketua PWI Jaya Seksi Film dan Budaya yang juga aktif sebagai Ketua Forum Pewarta Film mengkritik penyelenggaraan Festival Film Indonesia tahun 2016, dan kaitannya dengan BPI selaku lembaga yang menerima amanat sebagai pelaksana FFI. (Rel/Herman Ami)

Posting Terkait