Komisi E DPRD Riau Serahkan Bantuan Masker dari Perusahaan

602 views

masker DPRDPEKANBARU: Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau Kamis (8/10), serahkan 40 Ribu lembar masker ditambah 240 kaleng susu kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Riau.

Masker dan susu tersebut merupakan bantuan dari beberapa perusahaan perkebunan.Seketaris Komisi E DPRD Riau, Makarius Anwar menjelaskan, sebelumnya komisi E telah memanggil delapan perusahaan dan beberapa lembaga pemerintahan. Supaya ikut berpartisipasi memperhatikan duniapendidikan yang lumpuh akibat bencana asap lebih dari satu bulan.

Dengan menggunakan masker ini, maka dapat membantu pelajar dan guru bisa melakukan aktifitas proses belajar mengajar dari dampak buruk pengaruh asap. Sehingga korban asap dapat diantisipasi sebelum terjadipelajar yang sakit.

“Tadi yang kita serahkan itu, ada 40 ribu masker dan juga susu sebanyak 240 kaleng. Kita berharap bantuan ini bisa membantu peserta didik kita di Riau ini, dalam melaksanakan proses belajar saat kabut asap ini,” kata Makarius.

Sementara, Kepala Disdikbud Riau H Kamsol mengaku sangat bersyukur ada lembaga pemerintahan dan perusahaan memberikan bantuan kepada pelajar. Masker yang terkumpul akan diberikan kepada pelajar yang berada didaerah kondisi udara berbahaya. Seperti di Pekanbaru, Inhil, Inhu dan Pelalawan.

Kemudian bantuan yang dipilih akan diberikan kepada daerah berikutnya.Masker ini akan dibagikan melalui dinas pendidikan kabupaten/kota. Sementara berdasarkan rapat koordinasi kabupaten/kota, selama tanggap darurat, maka sekolah akan diaktifkan dua kali satu minggu. Jadi saat pelajar masuk, maka disini akan dibagikan masker kepada pelajar.

Namun, karena sekarang kondisi cuaca sudah mulai membaik, maka sekolah boleh melakukan aktifitas belajar mengajar. Jadi aturan dua kali satu minggu sekolah itu tidak kaku tetapi fleksibel, tergantung situasi dan kondisi daerah masing masing, guna mengejar ketertinggalan mata pelajaran.

“Berdasarkan Rakor dinas pendidikan, sekolah kan dioperasikan dua kali seminggu. Namun aturan ini tidak kaku. Sebab bagi daerah kondisi asap berbahaya boleh tidak mengaktifkan sekolah. Dan bagi daerah cuaca bagus boleh tetap membuka sekolah tanpa harus meliburkan. Jadi aturan ini fleksibel dibuat,” kata Kamsol.(mad)

Posting Terkait