LAPORAN DARI YOGYAKARTA Milad BKPBM ke-6: Hibriditas Melayu dalam Satu Bingkai

274 views

news9991YOGYAKARTA – Bertambah usia berarti bertambah pula beban yang harus diemban. Tampaknya kalimat itu yang mendasari para pegiat Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) Yogyakarta dalam mengemban tugasnya.

BKPBM merupakan sebuah lembaga independen yang ditubuhkan pada tanggal 4 Juli 2003 dengan tujuan untuk menghidupkan dan melestarikan khazanah warisan Melayu yang pernah ada maupun yang masih berlaku dalam kehidupan sehari-hari, kemudian dipublikasikan dalam bentuk online maupun offline.

Seiring bertambahnya usia, maka lembaga ini juga memiliki tanggung jawab yang semakin besar guna menyerukan tentang keragaman budaya Melayu ke seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu, bertepatan dengan milad BKPBM yang ke-6 pada tanggal 4 Juli 2009 dilaksanakan peluncuran buku yang bertajuk Merajut Mozaik Dunia Melayu: Dari Raja Ali Haji hingga MelayuOnline.com.

Dalam sambutannya, Mahyudin Al Mudra selaku Pendiri dan Pemangku BKPBM memaparkan tentang perjalanan panjang BKPBM dalam usaha mengembangkan budaya Melayu. Beliau juga memaparkan tentang kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh BKPBM, hingga kendala yang dialami. Pemangku balai yang akrab disapa Bang MAM ini juga tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berperan serta dalam mengembangkan BKPBM hingga mampu bertahan sampai usia yang ke-6.

Acara yang bertempat di Balairung kantor BKPBM ini dihadiri oleh berbagai kalangan. Mulai dari budayawan, akademisi, hingga komunitas mahasiswa. Tampak hadir di antaranya Drs. Dafri Agus Salim, M.A (Dosen FISIPOL UGM), Ir. Said Fadillah, Msi (Dosen Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta / Ketua Ikatan Keluarga Kepulauan Riau), Drs. Mustari, M.Hum (Dosen Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta) dan Ong Hari Wahyu (Seniman Yogyakarta).

Milad BKPBM ke-6 ini tidak hanya dihiasi dengan peluncuran buku, melainkan juga diskusi yang menghadirkan Dr. Aris Arif Mundayat (Direktur Pusat Studi Sosial Asia Tenggara UGM sekaligus konsultan BKPBM) sebagai pembicara.

Sedangkan moderator diskusi adalah Iswan M. Isa, budayawan asal Kalimantan Barat. Diskusi kali ini membahas tentang buku yang baru saja diluncurkan. Dalam presentasinya, Dr. Aris menjelaskan secara detail isi buku tersebut dari bab ke bab.

Dalam sesi diskusi, Said Fadilah (Tokoh masyarakat Riau di Yogyakarta) sependapat dengan pernyataan Aris Arif Mundayat, bahwa tidak ada gunanya memperebutkan identitas karena dapat melahirkan konflik. Sementara itu, Mustari (Dosen UIN Sunan Kalijaga) justru menyatakan ketidaksetujuannya tentang hal tersebut. Menurutnya masyarakat tetap membutuhkan identitas sebagai tempat untuk melekatkan dirinya.

Buku yang disunting oleh Mahyudin Al Mudra dan Aris Arif Mundayat berisi kumpulan tulisan yang memotret hibriditas budaya Melayu dengan pendekatan multidisipliner, sebuah pendekatan yang jarang dilakukan dalam pembahasan mengenai kemajemukan budaya Melayu. Jika selama ini orang melihat Melayu sebagai rumpun budaya dengan entitas tunggal, buku ini mencoba merangkai keragaman Melayu dalam satu bingkai.

Penerbitan buku bunga rampai ini merupakan salah satu wujud nyata dari program kerja BKPBM, yakni pengembangan dan publikasi kebudayaan Melayu secara online dan offline. Secara online BPKBM telah memiliki 4 portal yaitu MelayuOnline.com, WisataMelayu.com, RajaAliHaji.com dan CeritaRakyatNusantara.com. Sedangkan buku bunga rampai ini merupakan publikasi dalam bentuk offline.

Pada acara ini Pemangku BKPBM juga memberikan cenderahati kepada Drs. Dafri Agus Salim MA, Ir. Said Fadilah, Msi, Drs. Mustari, M.Hum, Bustanul Arifin, Drs Audith M Turmudi, MM, Ong Hari Wahyu, dan Iswan M. Isa berupa buku Merajut Mozaik Dunia Melayu: Dari Raja Ali Haji hingga MelayuOnline.com.

Setelah pemberian cenderahati, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Bang MAM yang menandai milad ke-6 BPKBM. Acara milad diakhiri dengan peniupan lilin oleh Bang MAM sebagai tanda ulang tahunnya yang ke-51.(ad/rls)

Posting Terkait