LAPORAN DARI YOGYAKARTA Tujuh Mahasiswa UIAM Kunjungi BKPBM

513 views

YOGYAKARTA (RiauInfo) – Senin siang (27/4) Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) kedatangan tamu dari Malaysia. Mereka adalah tujuh mahasiswa dari Universitas Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM) yang tengah melancong ke Indonesia.

Kedatangan para mahasiswa dari negeri tetangga ini disambut dengan hangat oleh Afthonul Afif, MA., selaku Pimpinan Redaksi MelayuOnline.com, Humas BKPBM, Yuhastina Sinaro SST.Par., Pimpinan Redaksi RajaAliHaji.com Ahmad Salehudin, MA., dan Pimpinan Redaksi CeritaRakyatNusantara.com, Samsuni, MA.

Kunjungan tersebut diawali dengan berkeliling BKPBM, melihat-lihat arsitektur rumah Melayu beserta seluruh koleksi yang ada di dalamnya. Acara berkeliling tersebut dipandu oleh Yuhastina Sinaro. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan bincang-bincang hangat antara para mahasiswa dengan para kru BKPBM.

“Kami sebenarnya sedang melakukan perjalanan untuk mengunjungi makam kesembilan wali yang ada di Indonesia. Namun, kami juga sangat ingin mengunjungi BKPBM untuk berdiskusi mengenai budaya Melayu,” tutur Nur Aiman Bin Sukindar, selaku ketua rombongan mahasiswa tersebut.

“Sangat menyenangkan jika BKPBM mendapat kunjungan dari berbagai negara. Ini artinya kami mendapatkan apresiasi yang bagus dari para pembaca portal-portal kami,” tutur Afthonul Afif menanggapi pernyataan Aiman.

Dalam bincang-bincang hangat tersebut, juga terselip diskusi yang cukup serius mengenai peradaban Melayu di masa kini. “Seperti yang terjadi saat ini, kita sendiri melihat betapa peradaban Melayu saat ini, seakan mulai tersingkirkan,” tutur Nur Aiman.

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Salehudin menuturkan bahwa ketersingkiran tersebut, terjadi karena adanya eksklusivitas dari orang Melayu sendiri. Padahal budaya Melayu itu tersebar hingga ke Madagaskar. “Inilah yang sedang dilakukan oleh BKPBM, merajut kembali budaya Melayu yang terpencar-pencar tersebut,” tuturnya.

Afthonul Afif pun menambahkan bahwa seringkali masyarakat Melayu lebih melihat perbedaan-perbedaan yang disebabkan adanya kepentingan politik. “Malaysia dan Indonesia semisal, yang kerap diderai konflik. Padahal secara genetik, kita itu satu keturunan, sama-sama orang Melayu,” tambahnya.

Diakhir acara, Fakrizal B. Mohammad, salah seorang anggota rombongan menyatakan kegembiraannya bisa mengunjungi BKPBM. “Alhamdulilah, kami merasa mendapat banyak pencerahan mengenai permasalahan kemelayuan,” tuturnya. Sebelum melepas ketujuh mahasiswa tersebut, Yuhastina Sinaro menyerahkan cendera mata kepada perwakilan rombongan mahasiswa UIAM.(ad/rls)

 

Posting Terkait