Laut Bukan Tempat Pembuangan Sampah

120 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Puncak acara peringatan Hari Bakti Nusantara ke-9 tingkat Kabupaten Bengkalis tahun 2008 yang dilaksanakan Sabtu (13/12) lalu, dipusatkan di Alun-Alun Desa Bantar Kecamatan Rangsang Barat. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bengkalis diwakili Sekretaris Daerah, H Sulaiman Zakaria. 

Selain Wakil Ketua DPRD Bagus Santoso dan Plt. Kadis Perikanan dan Kelautan Herman Mahmud, sejumlah pejabat Pemkab Bengkalis juga hadir dalam kegiatan yang diikuti ratusan pelajar dan masyarakat tersebut. Diantaranya Asisten I H Burhanuddin, Asisten II H Mukhlis, Kadis Kesos H Arianto, dan Kadis Kependudukan, Catatan Sipil dan Tenaga Kerja H Rospian, Plt Kadis Kehutanan dan Perkebunan H Fakhruddin.

Kemudian, Plt Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa M Fadli, Kepala Kantor Kebudayaan dan Pariwisata H Abdul Hamid, Camat Rangsang Jamaluddin, Camat Rangsang Barat Sumarhadi dan Peserta pertukaran pemuda Indonesia-Kanada (PPIK).

Ditemui diusai melepas lomba dayung sampan di Pantai Impian Bantar, Sulaiman mengajak masyarakat di daerah membuang jauh-jauh anggapan bahwa laut adalah tong sampah. “Laut bukan tempat pembuang sampah,” tegas Sulaiman.

Dikatakan Sulaiman, hingga saat ini masih banyak anggapan masyarakat umum yang keliru mengenai pantai. Laut masih dianggap sebagai tempat pembuangan sampah oleh sebagian masyarakat. Karena itu, anggapan bahwa laut sebagai keranjang sampah besar dan sebagai halaman belakang rumah perlu direvisi dan ditata kembali.

“Laut merupakan sumber kehidupan manusia. Potensi sumber perekonomian. Kalau laut tercemar sampah, yang menanggung rugi manusia sendiri. Jika tercemar, sumber kekayaan laut yang merupakan salah satu sumber penghidupan masyarakat, akan berkurang karenanya,” katanya.

Untuk itu, Sulaiman mengajak seluruh masyarakat di daerah ini, agar bersama-sama menjaga kebersihan pantai. “Caranya, tidak membuang sampah ke laut. Lebih-lebih sampah yang mengandung bahan beracun dan berbahaya (B3). Begitu pula dengan sampah sulit atau tidak dapat diurai mikroorganisme, misalnya plastik” pesan Sulaiman. (ad/rls)

 

Posting Terkait