Listrik Riau Makin Payah, Pemadaman Bisa Empat Kali Sehari

538 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Listrik di Riau Makin payah saja. Bahkan PLN Wilayah Riau sudah berencana melakukan pemadaman empat kali sehari. Salah satu penyebabnya kondisi air PLTA Kotopanjang sebagai pemasok listrik utama di Riau sudah di bawah normal. 

Hal ini menjadi berita utama Riau Pos edisi Sabtu (23/8) ini berjudul “Listrik Riau Makin Kritis“. Harian ini menyebutkan selain disebabkan air di PLTA Kotopanjang sudah dibawah kritis, penyebab lainnya PLTU Ombilin mengalami kerusakan dan PLTA Singkarak sedang overhaul.

Berita yang sama juga jadi headline Pekanbaru Pos hari ini berjudul “PLTA Bisa Kolaps“. Menurut harian ini, debit air di waduk Kotopanjang kini berada di posisi 76,7 meter. Tinggal satu meter lagi , maka debit air tersebut sampai pada batas minimum. Jika turbin tetap dipaksakan, maka PLTA Kotopanjang bisa kolaps atau mati total.

Sementara itu berita utama Riau Mandiri hari ini tentang Dedagri menolak Daftar Proyek Anggaran Lanjutan (DPAL) yang diusulkan Pemprov Riau masuk APBD Perubahan Riau 2008 sebesar Rp 140,9 miliar lebih. Berita itu berjudul “Diusulkan Masuk APBD-P 2008, DPAL Riau Rp 140,9 M Ditolak“.

Terlantarnya pecatur Riau dan 30 Penari di Jakarta setelah menghadiri acara Detik-Detik Proklamasi di Istana Negara, menjadi berita utama Tribun Pekanbaru. Yuni Veronika, pecatur cilik Riau itu malah sempat menyatakan kapok bertemu presiden SBY. Berita berjudul “Saya Kapok Ketemu Presiden“.

Sedangkan Media Riau hari ini mengangkat masalah belum cairnya dana pengamanan Pilkada. Meski belum cair, Kapolda Riau Brigjen Pol Hadiatmoko berjanji pihaknya akan tetap melaksanakan pengamanan walupun dengan cara berjalan kaki. Berita itu berjudul “Dana Pengamanan Pilkada Belum Cair“.

Tabrakan antara dua motor yang menewaskan salah seorang pengendaranya menjadi berita utamaPekanbaru MX hari ini. Dalam berita berjudul “Tabrakan Motor, 1 Tewas, 2 Kritis” disebutkan tabrakan terjadi di Jalan Cipta Karya Panam, Pekanbaru, Kamis (21/8) lalu.

Maraknya praktek korupsi pada semua sektor pembangunan di sejumlah daerah Indonesia menjadi berita utama Metro Riau hari ini. Terkait hal itu Presiden SBY sempat menegaskan tidak mentolerir setiap korupsi baik di pusat maupun di daerah. Berita itu berjudul “SBY Warning Korupsi di Daerah“.(Ad)

 

Posting Terkait