Mahasiswa Dan ‘Oemar Bakri’ Pun Dapat Perhatian Sama.

268 views

BENGKALIS (RiauInfo) – Perhatian yang diberikan Pemkab Bengkalis untuk mempercepat keberhasilan peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM) di daerah ini memang besar dan tak hanya terbatas pada tingkatan SD sampai SMU sederajat. Agar terjadi kesinambungan, bantuan serupa juga diberikan kepada mahasiswa asal daerah ini yang menuntut ilmu di berbagai perguruan tinggi. Baik itu di dalam, maupun di luar negeri. Begitu juga dengan para Oemar Bakri (baca: guru), kualitas mereka juga terus dipacu. 

Bagaimana wujud perhatian Pemkab Bengkalis untuk mahasiswa asal kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini. Untuk itu, alangkah baiknya bila menyimak data yang diberikan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Bengkalis sebagai unit kerja yang mengelolahnya.

Menurut Kepala Bagian Kesra, HA Halim, untuk tahun 2006 misalnya, Pemkab Bengkalis memberikan bantuan untuk 1.752 orang mahasiswa asal Bengkalis yang tengah menuntut ilmu di berbagai daerah. Termasuk juga mereka yang kualiah di luar negeri. Baik itu untuk jenjang Diploma, Sarjana, Magister maupun Doktor.

“Begitu pula mereka yang tengah menyelesaikan tugas akhir, skripsi dan thesis, juga kita beri bantuan. Jumlahnya mencapai 723 mahasiswa,” terang Halim, seraya mengatakan bantuan untuk mahasiswa ini diatur berdasarkan keputusan Bupati Bengkalis.

Dijelaskan Halim, dari 2002 hingga 2007 ini, total anggaran untuk bantuan beasiswa bagi mahasiswa ini berjumlah Rp 27 milyar. Minus tahun 2007 yang belum disalurkan, dengan total mahasiswa yang memperolehnya sampai 2006 lalu, sekitar 7.500 mahasiswa.

Masih menurut Halim, besar bantuan yang diberikan untuk mahasiswa ini setiap tahunnya bervariasi. Tergantung anggaran dan jumlah mahasiswa yang akan disubsidi. Yang pasti, katanya, bantuan beasiswa itu minimal cukup untuk mambayar uang kuliah mereka.

“Untuk tahun 2006 lalu, yang mendaftar 3000 orang. Yang kita Bantu 1.752 mahasiswa. Terutama mereka dari keluarga kurang mampu,” terangnya, sembari mengatakan penentuan siapa yang berhak menerimanya dilakukan dengan sangat selektif.

Selain siswa SD, SMP, SMA dan mahasiswa, Pemkab Bengkalis juga mengalokasikan anggaran untuk guru. Disamping uang kesejahteraan, para guru di daerah ini juga terus ditingkatkan kualitasnya.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bengkalis, H Hasraf Saili, sejak dua tahun belakangan ini, Pemkab Bengkalis juga memberikan pendidikan gratis kepada 1.500 guru. Terutama mereka yang mengabdi di daerah-daerah terpencil.

“Guru-guru yang diberikan pendidikan gratis ini, kata Hasraf, adalah mereka yang masih berpendidikan diploma, yang ditingkatkan menjadi sarjana. “Program ini sengaja kami lakukan untuk meningkatkan kualitas guru-guru. Khususnya mereka yang ada di daerah terpencil. Kepada mereka kami berikan bantuan biaya pendidikan Rp 500 ribu sebulan,” katanya.

Lebih jauh dijelaskan Bupati Bengkalis, H Syamsurizal, dalam mengikuti pendidikan, para guru tersebut tetap melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana mestinya. Agar proses belajar mengajar tidak terganggu, Pemkab Bengkalis mendatangkan dan menanggung biaya akomodasi dosen-dosen tersebut.

“Memang biaya yang kami keluarkan untuk hal ini cukup besar. Namun, pola inilah yang kami anggap paling tepat agar guru-guru tetap dapat menunaikan tugasnya,” terang Syamsurizal seraya mengatakan kegiatan perkuliahan ini dilakukan di ibukota kecamatan.

Selain biaya pendidikan gratis, para guru di daerah ini –di luar gaji– juga mendapat berbagai bentuk tunjangan kesejahteraan. Untuk golongan III dan IV, setiap guru mendapat insentif sebesar Rp 500 ribu per bulan. Sedangkan golongan II memperoleh Rp 400 per bulan.

Selain insentif, menurut pengakuan Nurhayati, guru SMU Negeri 1 Bengkalis, mereka juga mendapat tambahan uang sebesar Rp 5.500 per jam. “Dalam sebulan saya mengajar selama 21 jam. Apa yang saya dapat ini tentunya tidak perlu dikeluarkan untuk biaya sekolah tiga anak saya. Karena biaya itu sudah ditanggung Pemkab Bengkalis,” ujarnya.

Berkenaan dengan dana kesejahteraan guru ini, Syamsurizal mengatakan, memang sangat besar. “Namun itulah upaya yang kami lakukan. Karena, apabila para guru sudah merasa sejahtera, dia akan rajin dan konsentrasi dalam menjalankan tugasnya,” katanya.

 

Posting Terkait