Maudy Koesnaedi: Jangan Sepelekan Dunia Pewayangan

Artis Maudy Koesnaedi  ternyata tidak saja piawai berakting di film, tetapi juga jago menari. Ia bahkan sering menjadi pemain Lenong Betawi juga jago memainkan tari topeng  Cirebonan.  “Sejak masa gadis saya sudah dituntun sama orangtua agar menyukai seni pertunjukan tradisional. Kebetiulan saya suka tari tarian dari Jawa Barat, dan belakangan ini saya juga menyukai beragam tari dari berbagai provinsi di tanah air.” tutur Maudy ketika berbincang dengan  wartawan di Jakarta, kemarin.

Ditemui di sela kesibukannya latihan pementasan 100 Kurawa, Pagelaran Wayang Orang Suprakolosal di Jakarta kemarin, artis pemeran sosok Zainab dalam serial “Si Doel Anak Sekolahan” ini mengaku menyukai  wayang sudah sejak masa  remaja, antara lain karena ceritera dunia pemayangan sarat dengan tuntunan yang  mendidik. Bahkan tuntunan hidup dari dunia pewayangan bisa terus diaktualisasikan dalam kehiduan modern.

Karena alasan itu Maudy tidak saja pernah mendalami hal ihwal pewayangan kulit di beberapa tempat di Jawa, tetapi juga mendalami ceritera wayang orang dari sejumlah dalang di Jawa.

Menurut Maudy anak muda sekarang sering menyelepekan dunia pewayangan. Masuk akal karena mereka tidak mendalami ilmu pewayangan secara bersungguh sungguh. Padahal, kata artis kelahiran Jakarta 41 tahun silam ini, dunia pewayangan tidak sekedar sarat dengan muatan pendidikan tetapi juga tuntunan kehidupoan yang sangat bermaksa untuk masa yang akan datang. “Kejadian kejadian aneh yang banyak terlihat dalam kehidupan sekarang ini, semuanya sudah diprediksi dalam pewayangan sejak dulu sekali. Itu yang kemudian menyebabkan saya menyukai pewayangan dan mengingatkan anak anak muda untuk tidak menyelepekan dunia pewayangan “ ujar Maudy.

Lantas  apa yang mendasari sutradara  melibatkan Maudy ikut pementasan 100 Kurawa itu? Ditanya demikian, enteng saja istri seorang pejabat di Garuda ini menjelaskan  bahwa semua itu dimungkinkan karena Maudy dinilai punya pengetahuan tentang wayang oran g, juga bisa menarikan  beberapa tarian khas Jawa.  “Mungkin itu alasannya sehingga  aku ikut dilibatkan dalam pementasan  “100 Kurawa Pagelaran Wayang Orang Suprakolosal. Rencananya pertunjukan itu akan digelar di Taman Ismail Marzuki, Senin 3 Oktober mendatang. “

Sebagai artis, Maudy tidak sendirian bermain di 100 Kurawa yang disutradarai oleh seniman Teguh Kenthus. Artis lainnya diantaranya ada  Ray Sahetapy, Aryo Bayu, Olivia Zalianty, Inayah Wahid, Feni Rose, Dewi Sulastri dan Ali Marsudi. 100 Kurawa mengisahkan tentang dendam, iri  hati, dan keserakahan Wangsa Kurawa terhadap saudaranya sendiri, yaitu Wangsa Pandawa. Berbagai macam  cara licik dan tipu muslihat dilakukan  kaum Kurawa untuk merebut dan menguasai   tahta kerajaan dari Kaum Pandawa.

Klimaks dari perseteruan  antara Kurawa dan Pandawa  adalah terjadinya  perang saudara  yang tidak dapat terhindarkan  lagi. Atas takdir para dewa, meletuslah peperangan mahadahsyat yang melegenda, Baratha Yudha di Padang Kurusetra . Peperangan selama 18 hari sejak matahari terbit  hingga terbenam. Dalam pertempuran, tewaslah 100 Kurawa, demikian pula banyak korban berguguran  dari pihak Pandawa. Baratha Yudha menyisakan kepedihan dan kerugian yang luar biasa bagi kedua belah pihak. Di akhir cerita, kemenangan berpihak pada kebenaran. Wangsa Pandawa berhasil merebut kembali  Kerajaan Hastinapua.

Maudy mengaku  sudah hapal cerita itu sejak beberapa tahun silam. Lantas peran apakah yang dimainkannya  dalam 100 Kurawa itu? DFitanya demikian, Maudy menolak secara halus. Dia menyebutkan jika serius ingin tahu peran yang dimainkannya di 100 Kurawa, tontonlah drama kolosal wayang  itu di TIM pada 3 Oktober mendatang.  OK? (Tuti Kirana Dewi/Herman Ami)

Posting Terkait