Menikmati Pesona Keindahan Tanjung Lesung

1846 views

tjh lesung-bawah lautJennifer Watson, 42 tahun, baru saja berjemur di pantai ketika dijumpai pekan lalu.  Sejam sebelumnya, bersama wisatawan lain yang menginap di Tanjung Lesung Resort dia melakukan  snorkling dan diving di dekat Pulau Umang, sekitar 4 mil dari pantai Tanjung Lesung.

“Beruntung saya  liburan disini. Alamnya indah. Suasana bawah lautnya juga menarik. Banyak ikan pari besar, cumi cumi dan Lobster.  Ada penyelam lain yang khusus menyelam ke sini untuk mencari ikan hias, dan mereka dapat banyak anak anak Ikan yang bagus,” ujar Jennifer  mengomentari sekilas keindahan Tanjung Lesung.

Ibu dua anak yang tinggal di Melbourne, Australia itu, kesehariannya adalah konsultan di bidang energi kelistrikan. Dia memilih liburan di Tanjung Lesung menjelang pertemuan dinasnya dengan Direktur Pusat Listrik Tenaga Uap di Suralaya, Banten. “Saya direkomendarikan pejabat  PLTU Suralaya liburan di sini. Ternyata Tanjung Lesung memang keren,” puji Jennifer lagi. “Saya akan bantu promosikan Tanjung Lesung ke sahabat saya di Melbourne, Australia,” ujar bule itu

Terletak di Desa Tanjung Jaya Kecamatan Panimbang, Kabupten Pandeglang, sekitar 160 km dari Jakarta,  Tanjung Lesung rupanya sudah dikenal lama di Banten sebagai lokasi wisata bahari terbaik di ujung barat Pulau Jawa.

Saepudin, salah seorang tokoh masyarakat Desa Tanjung Jaya, Panimbang cerita bahwa sekitar tahun 1990 Tanjung Lesung masih sangat sepi. Belum ada apa apanya.Tetapi, sekalipun sepi,  banyak orang berpangkat  Jenderal  dari Jakarta suka melancong ke Tanjung Lesung sambil bawa  pengusaha Tionghoa untuk beli lahan di daerah ini. “Tanjung Lesung baru ditumbuhi banyak hotel dan villa  mewah sekitar 1989,” tutur Saefudin sambil menyeruput kopi panasnya sewaktu ngobrol dengan penulis, baru-baru ini.

Saepudin masih ingat, di tahun 1995 ada proyek wisata yang mencolok sekali dibangun di kawasan ini. Letaknya pun sekitar 4 mil dari bibir pantai Tanjung Lesung.  Itulah Pulau Umang yang dikelola secara professional. Pulau itu awalnya  tak berpenghuni disulap menjadi menarik, dilengkapi sejumah villa dan pelabuhan khusus untuk pendaratan perahu pengangkut wisatawan dari dan ke Tanjung Lesung-Pulau Umang. “Sejak itu sampai sekarang Pulau Umang dan kawasan wisata Tanjung Lesung lainnya tak pernah sepi dikunjungi wisatawan.” Kata Saefudin.

tjg lesung-pantai1

Kawasan wisata Tanjung Lesung luasnya mencapail 1500 hektar. Sebagian lahan itu terhampar dalam bentuk pantai berpasir putih dan landai.

Karena letaknya berdekatan dengan Pulau Peucang — masuk kawasan Taman Nasional Ujung Kulon dan Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda, posisi Tanjung Lesung menjadi sangat strategis. Disebut begitu, karena hanya butuh waktu kurang dari 1 jam menggunakan speedboat, wisatawan sudah bisa menengok beragam karakter pesona alam di Taman Nasional Ujung Kulon. Dan, butuh waktu sekitar 2 jam dengan speedboat, wisatawan juga sudah bisa mendaki Anak Gunung Krakatau — gunung yang pernah merenggut 36 ribu jiwa penduduk pesisir Selat Sunda dan Lampung saat meletus dahsyat pada 1883.

Pada musim penghujan yang diwarnai angin kencang, perairan Tanjung Lesung sering bergelombang. Tetapi disepanjang

musim kemarau, perairan Tanjung Lesung mirip danau. Permukaan airnya agak kehijau hijauan dan sangat tenang.

Pada musim itu, jika di bawah laut banyak wisatawan sedang asik diving, dan di permukaan laut wisatawan  lain tengah bermain banana boating atau snorkling — di Pulau Umang, Pantai Bodur dan Tanjung Lesung Resort – wisatawan bisa menyaksikan  ikan pari besar berlompatan dan terbang memutar mutar dipermukaan air, lalu masuk lagi ke laut. Menarik sekali.

Pesona itu pula kemudian menyebar dari mulut ke mulut, sehingga membuat wisatawan berdatangan ke Tanjung Lesung. Tahun lalu sekitar 14 juta wisatawan yang masuk Banten melalui Bandara Soekarno Hatta,  banyak juga diantaranya  menghabiskan masa liburnya di Tanjung Lesung.

Tahun ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banten menargetkan wisman  4 juta orang. Bahkan dalam tiga tahun kedepan, daerah ini diprediksi Menteri Pariwisata Arief Yahya bisa dikunjungi 1 juta wisman. “Apakah  itu target mimpi? Target yang amat berlebihan?”

tjg lesung-snorklingSapta Gumelar pejabat dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten  saat diwawancarai disela kesibukannya mengikuti Rapat Koordinasi Pariwisata II di Jakarta Convention Center, baru baru ini, menegaskan, taget 1 juta wisman yang disebutkan Menpar bukanlah target mengawang awang, bukan mimpi atau berlebihan. Target itu rasional,  didasarkan pertimbangan  sekarang  Tanjung Lesung telah dijadikan kawasan ekonomi khusus Pariwisata.

Kementerian Pariwisata juga telah  menjadikan Tanjung Lesung salah satu dari 10 destinasi pariwisata nasional bersama Danau Toba (Sumut), Bromo Tengger (Jatim), Borobudur (Jateng), Tanjung Kelayang (Babel), Wakatobi (Sultra), Pulau Seribu (DKI Jakarta), Mandalika Lombok (NTB)  Morotai (Maluku Utara) dan Labuan Bajo, NTT.

Semua itu berarti, Tanjung Lesung akan ditata sedemikian menarik dan profesional,  dilengkapi fasilitas kepariwisataan bahari yang umum tersedia di lokasi wisata Internasional. Dengan begitu nantinya Tanjung Lesung  tidak akan kalah dengan kawasan Nusa Dua Bali yang tiap hari dikunjungi banyak wisman.

Menpar yakin sekali Tanjung Lesung bisa jadi destinasi top,  karena terletak di lokasi yang 40 persen Nature-nya mendukung, 30 persen culture-nya  mendukung, masyarakat Banten juga mendukung.  “Hebatnya lagi, Tanjung Lesung  akan dilengkapi jalan tol sepanjang 80 km dari Serang ke Panimbang. Dalam 3 tahun proyek ini semua sudah bisa difungsikan,” ujar Sapta Gumelar.

Hadirnya jalan tol itu,  kata Sapta Gumelar,  selain bisa mempercepat jarak tempuh wisatawan dari Jakarta (dan Bandara Soekarno Hatta) ke Tanjung Lesung, juga akan menyelamatkan poros jalan wisata Anyer, Carita, Labuan  tidak  macet lagi. Pada setiap liburan, mobil mobil wisatawan dari Jakarta dan sekitarnya banyak  menyerbu kawasan wisata di daerah ini. Akibatnya poros jalan wisata Anyer, Carita dan Labuan  macet parah.

Sekarang nama Tanjung Lesung makin ramai dibincangkan, terutama oleh kalangan wisatawan dan pengelola industri pariwisata. Akibatnya, bukan lagi karena wisman makin banyak berdatangan secara berombongan, bukan juga akibat banyaknya  wisnus yang umumnya ke Tanjung Lesung saat libur panjang, tetapi lebih karena multiplier effect dikembangkannya Tanjung Lesung menjadi destinasi wisata nasional.

Salah satu contohnya , seperti diutarakan beberapa masyarakat nelayan Cipanon  Desa Tanjung Jaya, Panimbang, para tauke selalu datang dan membujuk membeli lahan mereka. Lahan yang diprioritaskan dibeli mahal adalah lahan dekat jalan poros Tanjung Lesung-Labuan, lahan di tepi pantai atau lahan dekat pasar Cipanon. Harga tanah yang awalnya hanya sekitar Rp 5 ribu permeter kini naik menjadi Rp 500 ribu permeter. “Tauke beli lahan untuk homestay juga bikin hotel melati,” ujar Saefudin yang juga sudah melepas dua kapling lahannya seluas 500 meter kepada seorang taoke dari Cilegon.

tjg lesung-banana boatingAnda tertarik melancong ke Tanjung Lesung? Ada beberapa jalur darat yang bisa dijadikan alternatif. Naik kendaraan pribadi dari Jakarta bisa memilih jalan tol poros Merak dan keluar di pintu tol Serang Barat, Serang Kota  atau Balaraja. Jika keluar di pintu tol Serang Barat,  jalan selanjutnya yang harus dilalui milintasi kota Cilegon terus ke Anyer, Carita dan masuk ke poros Panimbang.

Jika keluar di pintu tol Serang Kota maka Anda akan menyusuri jalan lanjutannya masuk ke kota Serang terus ke arah Pandeglang-Labuan lalu ambil poros Panimbang-Tanjung Lesung.

Jika keluar di pintu tol Balaraja maka jalan yang akan dilalui selanjutnya  menyusuri jalan tembus Cikande-Rangkasbitung-Pandeglang-Labuan, lalu ambil poros Panimbang-Tanjung Lesung.

Bisa juga pakai kereta dari stasiun Beos (Jakarta Kota) atau Tanah abang (Jakarta Pusat) jurusan Rangkasbitung atau Serang. Jika memilih jalur ini, bila turun di stasiun Rangkasbitung dan Serang harus lanjut lagi menggunakan angkutan umum jurusan Labuan-Panimbang-Tanjung Lesung. Khusus penumpang yang turun di Stasiun Rangkasbitung, perjalanan lanjutan  diawali naik angkutan kota dari depan stasiun kereta Rangkasbitung menuju terminal Mandala Rangkasbitung. Selanjutnya di terminal itu banyak bus ke arah Labuan-Panimbang-Tanjung Lesung.

Sedangkan penumpang yang turun di stasiun kereta Serang, selanjutnya harus naik angkutan kota ke terminal Pakupatan. Di terminal Pakupatan bis besar jurusan Labuan-Panimbang selalu menunggu

Bila musim kemarau, Anda bisa juga menggunakan speedboad dari Marina Ancol Jakarta Utara ke Tanjung Lesung via Merak. Ok? (Herman Ami)

Posting Terkait