Menpar Luncurkan Calender of Event Riau 2016

344 views

image

JAKARTA (RiauoInfo) – Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman meluncurkan Calender of Event Riau 2016 di Balairung Soesilo Soedahman, Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, jumat malam (27 Mei). Acara tersebut disaksikan sejumlah Bupati dan Walikota Se Provinsi Riau, juga hadir tokoh masyarakat dan anggota DPD serta anggota DPR Idris Laena.

Menpar Arief Yahya menyambut baik diluncurkannya Calender of Event Riau 2016 sebagai wujud tekad Provinsi Riau menjadikan Pariwisata sebagai sektor andalan sekaligus dalam rangka mendukung program Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia mewujudkan target tahun ini kunjungan 12 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan pergerakan 260 juta wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air.

Untuk mendukung target pariwisata  nasional tersebut, Provinsi Riau telah menetapkan sejumlah event unggulan pariwisata dalam Calender of Event Riau 2016 dengan mengandalkan potensi berupa daya tarik alam (nature), budaya (culture) dan daya tarik wisata buatan (man-made) antara lain festival budaya Pacu Jalur dan Bakar Tongkang serta festival Bekudo Bono yang telah mendunia.

“Pilihan Riau menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan adalah pilihan yang sangat tepat, karena bila tetap mengandalkan pada minyak dan CPO, yang selama ini menjadi andalan Provinsi Riau, ke depan kedua komoditas itu kecenderungannya terus menurun. Tahun 2020 mendatang penghasilan devisa dari minyak trennya akan menurun tajam begitu pula dari CPO trennya hanya mendatar saja, sedangkan pariwisata trennya meningkat dan akan menjadi penghasil devisa terbesar mencapai Rp 240 triliun,” ujar Menpar Arief Yahya dalam siaran persnya yang diterima “Riau Info” di Jakarta, kemarin.

Menpar juga menjelaskan Provinsi Riau memiliki potensi  pariwisata berupa daya tarik budaya (culture), alam (nature), dan buatan (manmade). Potensi itu tinggal ditingkatkan dengan strategi pemasaran dan promosinya yang mengacu pada strategi yang dijalankan oleh Kemenpar dengan pendekatan DOT (Destination, Origin, dan Time) serta BAS (Branding, Advertising dan Selling). 

Selain itu kata Menpar ada tiga komponen lagi yang harus diperhatikan, yakni aksesbilitas, atraksi dan amenitas yang akan membentuk produk pariwisata di Riau semakin berkualitas dan memiliki daya saing tinggi. “Nah itu semua harus dibangun dan ditingkatkan,” kata Menpar Arief Yahya.

Ia menambahkan Riau mempunyai atraksi antara lain festival. Pacu Jalur dan Bakar Tongkang, sebuah tradisi yang telah berjalan seabad lebih, telah mampu mengundang banyak wisatawan termasuk wisman dari etnis Tionghoa yang mencapai 20 ribu wisman. Riau juga memiliki event wisata petualangan (adventure tourism) dan wisata olahraga (sport tourism).  Ke depan potensi itu perlu digencarkan strategi pemasaran dan promosinya.

Gubernur Riau mengatakan, Riau yang juga mendapat sebutan “Bumi Lancang Kuning” selama ini identik dengan minyak bumi, hamparan kebun kelapa sawit atau sebuah kawasan berkembang dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia Bagian Barat. Kekayaan sumber daya alam yang telah memberi berkah itu telah bertemu dengan keinginan kuat dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dalam menghadirkan terobosan baru yakni di sektor pariwisata.

“Bumi Lancang Kuning kini sedang berbenah mengembangkan layarnya dengan menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian. Kami harapkan sektor ini akan mampu memberikan kontribusi positif terhadap sektor lainnya,” kata Arsyadjuliandi Rachman.

Lebih jauh Gubernur  mengatakan, peformansi Provinsi Riau di sektor pariwisata tahun 2015 yang lalu cukup menggembirakan dengan aktif berpartisipasi di berbagai event pariwisata nusantara dan mancanegara di antaranya berhasil meraih predikat The Best untuk penampilan seni dan budaya yang dilombakan pada China ASEAN Expo 12 di Nanning, China mewakili Indonesia.

Event unggulan dalam Calender Pariwisata Riau 2016 diantaranya BONO: Festival Bekudo Bono di Kuala Kampar kabupaten Pelalawan pada 4-6 November 2016, Tour de Siak di Kabupaten Siak Sri Indrapura pada 21-25 September 2016, Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi pada 24-28 Agustus 2016, Bakar Tongkang di Bagan Siapi api, kabupaten Rokan Hilir pada 20-21 Juni 2016 dan Gema Muharram pada 1-2 Oktober 2016 di Indragiri Hilir. Masih banyak lagi, termasuk Riau Marathon klas dunia pada 11 Desember 2016 di Pekanbaru dan Festival Selat Baru pada 14-17 November 2016 di Pantai Rupat Bengkalis.  (Herman Ami)

Posting Terkait