MUI DUMAI SUKSES LAKSANAKAN BENGKEL KHUTBAH

743 views

RiauInfo-Bertempat di aula STT Dumai, pada hari Kamis 25 Desember 2014, MUI kota Dumai melaksanakan Workshop sehari berupa bengkel khutbah yang diikuti lebih dari 125 orang peserta yang terdiri dari 65 orang muballigh dan 60 orang imam masjid dan ghorim. Bengkel ini menghadirkan tiga narasumber utama; Prof, Alaidin Koto, Lukman Syarif, MA. dan H. Abdul Somad, MA. yang tampil secara bersamaan dengan sistem panelis. Acara ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan Majelis Ulama Indonesia Kota Dumai terhadap kondisi ummat dan fenomena dekadensi moral yang ada di depan mata serta kualitas dan efektitas dakwah Islamiyah di Kota Dumai. MUI Kota Dumai juga menyaksikan betapa derasnya tantangan modernisasi dan aspek negatif dari globalisasi terhadap upaya dakwah dan perbaikan ummat Islam dari segi kualitas dan sumbangsih dalam membangun sebuah peradaban yang Islami dan progresif.

MUI Kota Dumai sebagai bagian dari ummat Islam juga turut merasakan besarnya tantangan yang dapat menghadang perjalanan ummat, sehingga dianggap sangat perlu dan urgen untuk melaksanakan evaluasi dan revitalisasi pada pelaksanaan khutbah jum’at  di Kota Dumai, karena khutbah jum’at adalah elemen penting dalam agenda perubahan ummat yang berfungsi sebagai media kontrol sosial. Lukman Syarif, MA. ketua MUI Dumai dalam sambutannya menyampaikan bahwa paradigma ummat dan sebagaian khatib terhadap esensi khutbah telah beralih menjadi rutinitas setiap hari  jum’at yang berfungsi sebagai penyempurna rukun khutbah semata. Dalam pemaparannya Lukman Syarif yang juga tampil sebagai pemateri kedua menyatakan  dengan jelas bahwa arti dan esensi khutbah jum’at tidaklah sesederhana itu, karena sesungguhnya Khutbah jum’at adalah diroosah ‘Aammah, Usbu’iyah ( proses pembelajaran umum yang bersifat mingguan ) bagi ummat Islam, sebagai sebuah proses pembelajaran umum dan sebuah koreksi sosial terhadap segala bentuk ketimpangan pada kehidupan sosial-religi dengan segala dimensi kehidupan ummat, serta sebuah upaya nyata dan berterusan bagi terwujudnya ummat terbaik secara nyata.

  1. Abdul Somad sebagai pemateri pertama, dalam pemaparannya menyatakan khutbah jum’at memiliki nilai dan makna yang strategis pada kacamata syariat Islam dan proses pembangunan bangsa, sehingga upaya mengabaikan sholat jum.at adalah sebuah perbuatan yang sangat salah dan merugikan. Pemahaman yang benar tentang konsepsi khutbah jum’at menurut syariah dapat menyelamatkan para khatib dari beberapa masalah khilafiyah dan kesalahan mendasar ataupun kesalahan ringan yang mungkin sering terjadi. Prof. Alaidin Koto dalam pemaparannya menegaskan pentingnya penguasaan data yang berhubungan dengan ummat sehingga para khatib benar-benar memahami permasalahan yang sedang di hadapi ummat dan dapat tampil dengan solusi-solusi yang mudah dan sederhana.

Acara ini diikuti oleh seluruh peserta dengan sangat antusias, yang menurut Alaidin Koto, bahwa bengkel khutbah ini termasuk acara workshop yang terbaik yang pernah beliau hadiri sebagai narasumber, karena pada acara yang panjang dari jam 08.00 Pagi sampai dengan jam 16.00 Wib keseluruhan peserta masih terus mengikutinya dengan serius, bahkan beberapa peserta terlihat dengan keras berusaha melawan rasa kantuknya ketika acara dilanjutkan setelah makan siang dan sholat  zuhur. Banyak pertanyaan dan tanggapan langsung yang disampaikan oleh para peserta kepada para narasumber yang memberikan indikasi bahwa para peserta menyimak dan mengikuti pemaparan para narasumber.  Untuk menambah semarak dan meriahnya acara bengkel ini MUI kota Dumai memberikan kuis berhadiah buku, yang mengharuskan peserta yang ingin mendapat hadiah buku untuk menjawab pertanyaan dari salah satu panelis.

Di sela-sela waktu makan siang beberapa peserta menyampaikan kepada Ketua MUI Dumai bahwa acara ini sangat baik dan berguna karena menampilkan tiga narasumber dengan sisi pandang dan kelebihan serta aspek penekanan yang berbeda.  Prof. Alaidin dengan ketajaman analisanya, Lukman Syarif, MA. dengan pemahaman realita dan kata hikmahnya, serta Abdul Shomad, MA. dengan pemahaman tekstualnya, sehingga ketiga nara sumber dapat saling melengkapi dan memperkaya pembahasan materi. Tanggapan yang sama juga disampaikan oleh peserta lainnya ketika acara ramah tamah usai penutupan acara. Pada penutupan acara Ketua MUI Dumai sekali lagi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Walikota Dumai dan seluruh aparaturnya, Para narasumber, Ketua Yayasan STT Dumai dan para peserta serta seluruh panitia.

 

 

Posting Terkait