Ninik Mamak Diharapkan Bisa Mengayomi Anak-Kemenakannya

519 views

BANGKINANG (RiauInfo) – Bupati Kampar H Burhanuddin Husin selaku Payung Panji Adat Kebesaran Kabupaten Kampar meminta agar ninik mamak lebih meningkatkan fungsinya untuk membimbing dan mendidik serta senantiasa mengawasi anak kemenakan. Sebab seseorang yang telah diberi gelar datuk pada hakikatnya telah memegang amanah atau kepercayaan dari anak kemenakan. Dan justru karenanya seorang datuk atau tepatnya seorang ninik mamak diharapkan senantiasa memberikan contoh dan ketauladanan dalam kehidupan bermasyarakat.


“Untuk dapat melaksanakan tugas sebagai seorang ninik mamak secara baik maka kepada ninik mamak dituntut untuk senantiasa mengatakan yang benar itu adalah benar dan yang salah itu adalah salah. Dan seorang ninik mamak hendaknya juga menyadari bahwa gelar datuk yang disandang adalah merupakan sosok tokoh masyarakat yang dituakan, didahulukan selangkah dan ditinggikan seranting dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Bupati Kampar H Burhanuddin Husin dalam sambutannya pada acara penobatan Auzar Ilyas sebagai Datuk Tiawan persukuan melayu Kenegerian Kampar yang acaranya dipusatkan di halaman rumah siompu persukuan melayu di Dusun Tarok Desa Tanjung Bungo Kecamatan Kampar Timur. Selasa (15/02/2011).

Terlihat pada acara penobatan Datuk Tiawan persukuan melayu Kenegerian Kampar tersebut Sekdakab Kampar H Zulher, Asisten Administrasi Umum Setdakab Kampar H Anizur, Wakil Ketua DPRD Kampar H Syahrul Aidi, Camat Kampar Timur Darwis, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar H Fairus, Upika Kecamatan Kampar Timur, Kepala Desa se-Kecamatan Kampar Timur, Ninik Mamak Nan VIII Kenegarian Kampar, Bundo Kanduang atau siompu persukuan melayu, Gasmawati, tokoh masyarakat tempatan dan ratusan anak kemanakan dan masyarakat se-Kenegerian Kampar.

Khusus kepada anak kemanakan dari persukuan melayu Kenegerian Kampar, Burhanuddin Husin berharap agar anak kemenakan mensyukuri karena telah memiliki seorang ninik mamak yang telah mendapat legitimasi secara adat sebagai Datuk Tiawan. Berikan kesempatan kepada Datuk Tiawan untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Berikan dukungan untuk kelancaran tugas Datuk Tiawan. Dan kepada segenap lapisan masyarakat Kenegarian Kampar, khususnya yang hadir pada acara penobatan Datuk Tiawan, Burhanuddin Husin juga mengharapkan agar senantiasa menjaga negeri yang dicintai ini.

” Mari kita jaga negeri ini dengan mematuhi ketentuan-ketentuan dari ninik mamak, alim ulama dan unsure pemerintahan,” kata Burhanuddin Husin kepada yang hadir dalam acara tersebut.

Bupati juga mengungkapkan bahwa Pemkab Kampar telah dan akan senantiasa memberikan perhatian terhadap kepentingan ninik mamak yang telah diwujudkan dalam bentuk melahirkan dan merealisasikan Perda tentang Hak tanah Ulayat, Perda tentang pemberdayaan masyarakat adat.

” Saya akui bahwa perkembagan zaman telah melanda negeri ini dan ternyata adat dan budaya di Kabupaten Kampar juga terpengaruh dan hal itu dalam realita kehidupan telah terjadi pergeseran nilai-nilai dalam kehidupan,” sebut Burhanuddin.

Acara penobatan Datuk Tiawan persukuan melayu yang berlangsung sangat meriah tersebut ditandai dengan pula dengan penyembelihan dua ekor kerbau, penobatan secara adat dalam acara kerapatan adat Kenegarian Kampar yang dihadiri secara langsung oleh delapan orang ninik mamak yang dilengkapi pula dubalang, malin dan cerdik pandai persukuan. Pada saat persidangan adat di Balai Adat Kenegerian Kampar tersebut dikukuhkanlah Auzar Ilyas sebagai Datuk Tiawan.

Selanjutnya pada acara lanjutan penobatan di halaman rumah siampu, Bupati Kampar selaku payung panji Adat Kebesaran Kabupaten Kampar berkenan memasang “detau” (peci atau kopiah bertanda adat kebesaran) kepada Auzar Ilyas Datuk Tiawan yang disaksikan pula oleh para ninik mamak se-Kenegarian Kampar, hulu baling, alim ulama atau malin dan cerdik pandai serta perangkat adat lainnya plus ratusan orang anak kemenakan dan masyarakat setempat.

Bupati Kampar H Burhanuddin Husin selain itu juga menyerahkan bantuan dana kepada panitia pelaksana acara penobatan Datuk Tiawan yang diterima oleh Ketua Panitia pelaksana acara H Muhaimin.

Sementara itu Sekdakab Kampar H Zulher usai acara tersebut mengungkapkan bahwa acara penobatan ini merupakan acara yang sangat sakral secara adat yang ditaja dalam bentuk “Baolek Godang”. Hendaknya dengan penobatan ninik mamak ini akan semakin menyadarkan generasi muda khususnya untuk menghayati nilai-nilai dan norma-norma adat istiadat dalam kehidupan sehari-hari. “Hormatilah ninik mamak yang telah mewarisi norma-norma adat secara turun temurun dan mari kita pupuk rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan,” pesan Zulher.

Terlihat pada acara penobatan Datuk Tiawan persukuan melayu Kenegerian Kampar tersebut Sekdakab Kampar H Zulher, Asisten Administrasi Umum Setdakab Kampar H Anizur, Wakil Ketua DPRD Kampar H Syahrul Aidi, Camat Kampar Timur Darwis, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar H Fairus, Upika Kecamatan Kampar Timur, Kepala Desa se-Kecamatan Kampar Timur, Ninik Mamak Nan VIII Kenegarian Kampar, Bundo Kanduang atau siompu persukuan melayu, Gasmawati, tokoh masyarakat tempatan dan ratusan anak kemanakan dan masyarakat se-Kenegerian Kampar. (arief)

 

Posting Terkait