OPTIMIS UNTUK MEMBANGUN… Infrastruktur Listrik Riau Sekitar Rp.2,7 Triliun

244 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Infrastruktur pembangkit Tenaga Listerik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara diperkirakan akan menelan anggaran Rp.2,7 triliun. Meski masih menunggu kebijakan pemerintah, Dinas pertambangan dan energi (Distamben) Provinsi Riau menyatakan respon pemerintah pusat mulai positif untuk mendukung PLTU di Riau.

“PLTU dengan bahan bakar batu bara di Riau masih menunggu kebijakan pemerintah pusat. Karena persetujuan tersebut harus melalui pemerintah. Sejauh ini Riau telah dimasukkan dalam Rencana Umum Pembangkit Tenga Listerik (RUPL) Perusahaan Listerik Negara (PLN). Keberadaan Riau dalam RUPL ini didukung oleh MoU Riau dengan PLN bebrapa waktu lalu. Sehingga saat ini tinggal menunggu pengesahannya dari pemerintah,”ungkap Kepala Distamben Pemprov Riau Abdul Lafiz kepada RiauInfo, Kamis (11/6/2009) di Pekanbaru.

Menurut Abdul Lafiz, respon pemerintah saat ini relatif positif dengan adanya rencana pembangkit tenaga listerik di Riau. Respon itu didapatkan karena Riau menyatakan sanggup untuk mendirikan pembangkit tenaga listerik berbasis tenaga uap dari batu bara. Pihak PLN sendiri mengusulkan sejumlah lokasi yang baik untuk infrastruktur tersebut.

“Dari segi teknisnya PLN memilih lokasi pebangkit listrik di daerah yang berdekatan dengan sungai. Namun ini belum dibakukan, kita masih menunggu perpres untuk pembangunannya,”ungkap Abdul Lafiz.

Cadangan batu bara Riau saat ini tercatat sebanyak 2 miliar meter kubik yang tersebar di beberapa lokasi. Selain kesiapan Sumber Daya Alam (SDA) ini, Pemerintah Provinsi Riau juga menyatakan siap secara finansial melalui Bank Riau untuk membangun infrastruktur pendukung PLTU di Riau nantinya.

Distamben Riau mencatat cadangan SDA batu bara Riau tersebar di Peranap (sekitar 800 juta ton), di Siberida (sekitar 200 juta ton), di Lubuk Jambi sekitar 100 juta ton, di Logas, Kampar masing-masing sekitar 50-75 juta ton, di Rohul (sekitar 100-200 juta ton).

“Jika pembangunan pembangkit tenaga listerik dimulai tahun ini, maka kita optimis akan membangunnya dan diharap akan selesai pada 2011, tentunya sudah bisa beroperasi pada tahun 2012 nanti. Sehingga krisis listerik akan teratasi nantinya,”ungkap Abdul Lafiz.(Surya)

Posting Terkait