Panen Ikan Perdana Pertanian Terpadu Sakai

465 views

DURI: Para petani yang tergabung dalam kelompok Pertanian Terpadu Suku Sakai hari ini menyelenggarakan panen ikan perdana yang diharapkan akan menghasilkan 1,1 ton ikan lele dari kolam mereka di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau.


Kelompok yang memulai usahanya Februari 2012 ini telah mendapat bantuan bibit pertanian dan perikanan dan perlengkapannya dari Dinas Perikanan Propinsi Riau dan PT Chevron Pacific Indonesia.

Acara ini dihadiri kepala Dinas Perikanan Provinsi Riau, Irwan Efendi, serta Manajemen Chevron. Usai memanen, secara simbolis juga dilakukan tabur benih ikan sebanyak 30.000 ekor bibit ikan lele dan 5.000 bibit ikan gurami dari Dinas Perikanan Provinsi Riau. Sementara itu Chevron juga memberi bantuan bibit buah-buahan sebanyak 3.000 batang, 5.000 ekor bibit ikan gurami beserta pakan ikan yang akan disediakan hingga panen.

Mengenai program bantuan kepada kelompok tani ini, Vice President Heavy Oil Chevron Duri Al William menyatakan: “Kami berharap program ini mampu merubah paradigma warga tempatan, dari petani yang bergantung kepada alam menjadi petani yang bercocok tanam dan membuka kelompok usaha.”

Sementara itu Manager PGPA Duri Bekasap, Syaifuddin Abdullah menambahkan, pihaknya juga menyiapkan pendampingan secara profesional. “Kami juga menyiapkan pendampingan dari profesional yang mempunyai usaha sejenis dan terbukti sukses. Saya berharap agar pertanian terpadu ini langgeng dan berkembang,” ungkapnya.

Menurut Syaifuddin Abdullah, proyek ini didirikan untuk mengembangkan perekonomian Suku Sakai melalui pilot project pertanian terpadu. Targetnya adalah penyediaan akses ekonomi kepada masyarakat adat melalui usaha pertanian, peternakan dan budidaya. Program ini sudah dimulai sejak Februari 2012 lalu.

Saat ini fasilitas usaha yang ada di lokasi pertanian terpadu antara lain berupa enam kolam ikan, dengan tiga kolam diantaranya sudah digunakan untuk pengembangan budi daya ikan nila dan ikan lele. Sementara kolam lainnya sedang dipersiapkan untuk pertanian berikutnya. Pertanian terpadu ini dilakukan di area seluas enam hektar, dengan 10 pekerja dan didukung oleh 20 relawan dari masyarakat Sakai. Pembukaan lahan dan penyiapan kolam dilakukan oleh Chevron.

Saat ini petani juga sudah menanam berbagai aneka sayuran dan buah-buahan diantaranya cabai, terong, mentimun, jagung, bayam dan kangkung, serta sekitar tiga ribu pohon dari berbagai jenis buah-buahan.

Program ini bertujuan memberikan kesempatan bagi masyarakat Sakai untuk menciptakan sumber pendapatan dengan mengoptimalkan potensi sumber daya lokal. Dimana dalam jangka panjang diharapkan dapat mendorong pergeseran paradigma masyarakat terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, pertumbuhan ekonomi lokal dan kemajuan kesejahteraan rakyat.

Pada acara yang sama sekaligus Chevron menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada siswa/siswi warga Sakai di Duri.(rls)

Posting Terkait