PEDAGANG CD BAJAKAN MENGELUH Omset Menurun Lima Puluh Persen

354 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Hampir setengah tahun terakhir ini, para pedagang compac disk (CD) bajakan yang ada di Pekanbaru mengeluh. Pendapatan mereka relatif sepi jika dibandingkan pertengahan tahun 2008 silam. Meski perbedaan tersebut mencapai 50 persen, mereka tetap optimis, angka penjualan akan kembali menyamai seperti lalu. 

Seperti halnya yang dikatakan oleh Halim, pedagang kaset bajakan yang ada di jalan Pepaya, Minggu (11/1). Menurutnya, merosotnya penjualan kaset pada 5 bulan terakhir ini tentu saja menjadi pukul berat terhadap dirinya. Sebab usaha yang dulunya menjadi tumpuan ini, kini kurang bisa dihandalkan.

Dikatakn Halim, jika pada pertengahan 2008 silam, dirinya mampu menjual kaset bajakan hingga Rp400-500 ribu perharinya, kini hanya bisa menghasilkan Rp250-100 ribu perharinya.

Menurunnya omset penjualan kaset ini telah dirasakan sejak September 2007 silam. Hal ini disebabkan naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diikuti barbagai kebutuhan rumah tangga. Sehingga para konsumen yang umumnya dari ekonomi menengah ke bawah ini, harus memperketat pengeluaran, termasuk pembelian CD.

Hal lain juga disebabkan, terjadinya krisis global menjelang akhir tahun 2008. Harga kebutuhan mejadi naik, ditambah lagi kenaikan BBM jilid dua. Akibatnya, pendapatan omset pedagang CD yang waktu itu mengalami penurunan, terus tak terkendali.Penurun omset itu sendiri ujar Halim, mencapai 50 persen.

Meski demikian, ia yakin, penurunan omset ini tidak akan bertahan lama. Karena itu, tetap optimis dengan penjaulan CD tersebut.

Hal yang sama juga dikatakan Uci, pedagang kaset bajakan yang ada di Pasar Cik Puan. Menurut pedagang yang sudah berjualan lebih dari 3 tahun ini, menurunnya omset penjualan sekarang adalah yang terendah sejak usahanya dibuka.

Bahkan ia mengaku, sehari hanya mampu menjual Rp 280 ribu. Padahal jika dulu. (pertengahan 2008), dalam seharinya bisa mencapai Rp600 ribu.

Dikatakan pedagang, CD yang paling diminati adalah CD lagu dan kartun anak-anak. (muchtiar)



Posting Terkait