Pelebaran Titik Persimpangan Tak Kunjung Tuntas

512 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Kondisi arus lalu lintas di Pekanbaru sangat padat terutama pada jam-jam sibuk sehingga kemacetan arus tidak bias dihindari lagi. Untuk itu, Pemerintah Kota Pekanbaru anganggarkan dana untuk memperlebar persimpangan jalan di 12 titik persimpangan. 

Namun dana yang dianggarkan pada 2008 untuk pelebaran 12 titik persimpangan tersebut tak kunjung juga selesai karena dari 12 titik hanya 3 titik yang baru tuntas. Sehingga waktu pengerjaan pelebaran 9 titik persimpangan jalan tidak seimbang lagi dengan pengerjaan yang ada.

“Untuk lebih jelasnya tanyakan langsung pada Kempraswil karena mereka yang mengerjakan proyek pelebaran persimpangan jalan itu. Yang jelas, saat ini ada sekitar 12 titik persimpangan yang mendesak untuk dilakukan pelebaran,” jelasnya Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, Pria Budi, kepada wartawan, kemarin.

Dari 12 titik persiampangan jalan yang harus dipelebarkan itu hanya ada 3 titik yang baru diselesaikan diantaranya Persimpangan jalan Wakaf dengan jalan Jati, Persimpangan jalan Beringin dengan jalan Thamrin dan persimpangan jalan Durian dengan jalan Sukarno-Hatta.

Lebih jauh diakuinya juga, lajunya pertambahan jumlah kendaraan yang ada tiap tahun di Kota Pekanbaru tidak sebanding dengan keadaan jalan yang ada. Sehingga perlu kebijakan-kebijakan yang diambil dalam mengatur lalu lintas yang terjadi.

Salah satunya dengan mendata keadaan persimpangan yang sudah tidak layak lagi yang mesti dilakukan pelebaran. Disamping itu juga dengan melakukan kebijakan jalan satu arah seperti yang dilakukan saat ini terhadap jalan Ahmad Yani disamping menempatkan petugas di lapangan dalam pengaturan.

Adapun titik persimpangan yang jadi prioritas pelebaran adalah persimpangan jalan H Imam Munandar dengan Kapling, persimpangan jalan Beringin dengan Ronggowarsito, persimpangan jalan Durian dengan jalan Raja Wali.

Kemudian persimpangan jalan Teratai dengan jalan KH Ahmad Dahlan, persimpangan jalan, persimpangan jalan Senapelan dengan jalan Kesehatan dan lain sebagainya. Upaya lain yang dilakukan dalam mengantisipasi kemacetan dengan ditempatkannya monitor/kamera di ruas-ruas jalan yang sering macet untuk diambil tindakan langsung dalam penanganan. (muchtiar)

 

Posting Terkait