Pembangunan Rumah Relokasi Banjir Tidak Layak Dihuni

258 views

BANGKINANG (RiauInfo) – Program Bantuan Bahan Rumah (BBR) Tahun Anggaran 2009 untuk pembangunan sebanyak 40 unit rumah relokasi banjir di Dusun III Desa Teluk Kenidai Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar tidak sesuai dengan harapan masyarakat sehingga masyarakat tidak mau menempati rumah tersebut.

Berdasarkan peninjauan Wartawan ke lokasi bahwa rumah tersebut memang tidak layak untuk dihuni karena lokasinya sangat jauh dan berada di tengah hutan serta belum ada penerangannya sama sekali. Dari peninjauan tersebut rumah belum seluruhnya dibangun, terlihat ada hanya pondasinya saja, ada juga yang sudah dibangun namun tidak ada atapnya dan juga sudah dibangun penuh namun lantainya masih beralaskan tanah.

” Kami tidak tahu, tiba-tiba saja kami ditempatkan di lokasi yang sangat jauh, berdasarkan rapat beberapa kali dengan aparat desa dan belum ada keputusanya namun tiba-tiba saja diputuskan di daerah ini,” ungkap warga yang berada di lokasi tersebut kepada wartawan Sabtu (12/02/2011) kemarin.

Dikatakannya, meskipun demikian masyarakat mencoba untuk menerimanya namun kemudian belakangan ini masyarakat kembali kerumahnya sebelumnya.

” Bagaimana kami bisa hidup di daerah ini yang serba jauh ini dan tidak ada penerangan sama sekali, untuk apa kami tinggal di tempat yang jauh dari pemukiman dan apalagi berada didekat hutan,” kesal warga tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Teluk Kenidai Abu Nawar yang konfirmasi wartawan mengatakan penempatan lokasi pembangunan rumah relokasi banjir di Dusun III sebelumnya sudah disetujui masyarakat. “Kita sudah melakukan rapat dan masyarakat menyetujui pembanguan di lokasi sekarang ini,” ujar Abu Nawar.

Kades mengakui bahwa belum seluruh rumah selesai dibangun karena bahan bangunan belum seluruhnya masuk kelokasi sehingga pembangunan jadi terkendala. “Saya akui pembangunan belum seluruhnya dibangun karena sebagian bahan bangunan belum dimasukan oleh kontraktor,” terang Abu Nawar.

Sementara itu, Ketua Forum Masyarakat Kampar Bersatu (FMKB) Kabupaten kampar M Yani yang juga turun kelapangan menyayangkan sikap aparat desa yang tidak memanfaatkan program pemerintah. “Saya sangat menyesalkan dengan aparat desa yang menyia-nyiakan program pemerintah dan jelas ini sangat merugikan Negara sehingga rumah tidak mau ditempati oleh masyarakat,” umpat
M Yani.

Dikatakan Yani, untuk itu Pemerintah Kabupaten Kampar untuk dapat meninjau ulang bantuan yang diberikan terhadap Desa tersebut. “Pemerintah untuk meninjau ulang terhadap bangunan tersebut,” himbau Ketua FMKB) Kabupaten Kampar. (arief)

Posting Terkait