Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis Memberikan Bantuan Tanggap Darurat

610 views

4

BENGKALIS (RiauInfo) – Sebanyak 24 Kepala Keluarga (KK) warga Kelurahan Damon dan 20 KK warga Desa Kelapapati, Kecamatan Bengkalis, yang menjadi korban banjir, Senin (29/12/2014) petang, menerima bantuan tanggap darurat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis.

Bantuan untuk korban banjir di Damon dan Kelapapati tersebut, langsung diserahkan Kepala Pelaksana Badan Penangguangan Bendacana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Kabupaten Bengkalis, H Muhd Jalal.

Bantuan untuk warga kelurahan Damon diserahkan Jalal di Kantor Kelurahan Damon dan diterima langsung Lurah Damon Mohd. Amru Herawza. Sedangkan untuk warga Desa Kelapapati penyerahannya dilaksanakan di Kantor Kepala Desa Kelapapati dan diterima Kepala Desa Kelapapati Yusliman.

Bantuan tanggap darurat tersebut, kata Jalal, berupa kebutuhan dasar. Seperti beras, minyak goreng, ikan sarden, kopi, teh dan gula.

“Sedangkan untuk Desa Teluk Latak dan Meskom, karena datanya baru diterima siang, bantuannya saat ini sudah dipesan dan tengah persiapkan. Insya Allah besok akan kita diserahkan”, terang Jalal, seraya mengatakan data korban banjir untuk Damon dan Kelapapati baru diterima Senin pagi.

Besok, bantuan serupa juga akan diserahkan untuk warga yang menjadi korban banjir di Kecamatan Siak Kecil. Sesuai laporan dan permintaan Camat Siak Kecil Alpi Mukhdor, kata Jalal, ada enam desa yang masyarakatnya perlu mendapat bantuan tanggap darurat.

“Yaitu, Muara Dua (84 KK), Tanjung Damai (31 KK), Sumber Jaya  (83 KK) dan Sunga Linau (43 KK), Tanjung Belit (62 KK) dan Sadar Jaya (45 KK). Sedangkan bantuan untuk warga Bandar Jaya (63 KK), sudah diserahkan beberapa waktu lalu ”, kata Jalal.

Jalal juga menjelaskan, hingga saat ini ada beberapa desa yang belum menyampaikan laporan data dan permintaan bantuan untuk warganya yang menjadi korban banjir. Diantaranya Desa Ketam Putih dan Wonosari.

“Meskipun kedua desa ini di Kecamatan Bengkalis, namun sampai saat ini data dari kedua desa tersebut belum diterima, sehingga BPBD-Damkar belum bisa mempersiapkan bantuan yang akan diberikan”, tegas Jalal.

Posting Terkait