Pemprov Riau Berperan Tingkatkan Pertumbuhan UMKM

811 views
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) saat ini memang tengah tumbuh dan berkembang. Meski usaha skala kecil, namun perannya sangat berarti dalam upaya turut menopang perekonomian dan menciptakan banyak lapangan kerja baru.

Meski seseorang tidak punya ketrampilan sama sekali, mereka bebas memilih peluang bisnis UKM apa saja yang ingin ditekuni. Di luar soal permodalan, untuk membangun sebuah usaha kecil, seseorang hanya butuh tekad dan keseriusan dalam membangun usahanya. Namun semua itu tak terlepas dari peranan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk turut serta menumbuhkembangkan sektor UMKM tersebut.

Data Diskop dan UKM Riau menyebutkan, Kota Pekanbaru dengan 68.728 UMKM-nya menempati posisi pertama dalam jumlah UMKM. Posisi kedua adalah Kampar dengan jumlah UMKM-nya sebanyak 45.446 UMKM. Inhil dengan 44.891 UMKM menempati posisi ketiga.

Selanjutnya, Bengkalis (42.029 UMKM), Rohil (34.036 UMKM), Rohul (27.074 UMKM), Inhu (26.488 UMKM), Siak (22.948 UMKM), Kuansing (21.450 UMKM), Dumai (20.782 UMKM) dan Palalawan dengan 13.824 UMKM-nya menempati posisi juru kunci.

Dari sejumlah UMKM yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Riau itu, sektor perdagangan dengan 77.156 UMKM menjadi sektor paling diminati dibandingkan dengan jasa (19.656 UMKM), produksi (12.760) dan industri dengan 11.320 UMKM-nya.

Data UKM tersebut sangat berguna untuk pengelompokkan UKM sesuai bidangnya dan guna mengetahui lebih detail pertumbuhan UKM di Pekanbaru. Disamping juga bisa dijadikan sebagai rekomendasi bagi BUMN untuk memberikan pinjaman lunak kepada para pengelola UKM. Angka di atas terus meningkat seiring dengan geliat perkembangan pembangunan Kota Pekanbaru yang semakin maju.

Sebab, Provinsi Riau sebagai daerah yang kaya dengan potensi dan kekayaan alam yang melimpah, baik daratan dan bahari, menjadikan provinsi ini sebagai salah satu daerah dengan perkembangan investasi baik di tanah air.

Salah satu kelebihan lain adalah suasana kondusif yang selalu terjaga, sehingga investor melirik daerah ini dalam menanamkan modal usaha.

Hal ini disampaikan Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Azhar Lubis.

“Potensi Riau dalam investasi sangat tinggi, bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang selalu di atas rata-rata nasional. Sangat baik, karena geliat ekonomi Riau akan terus meningkat. Di samping itu, kondisi kondusif di Riau merupakan salah satu modal utama kita mengembangkan usaha,” tuturnya.

Pameran rutin produk-produk dan investasi Provinsi Riau dalam ajang Riau Expo diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam peningkatan perekonomian, khususnya mengembangkan potensi UMKM sehingga dapat membuka lowongan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat.

Dengan tingginya minat UMKM yang terlibat dalam Riau Expo diharapkan terus mengenalkan Provinsi Riau dengan seluruh kabupaten/kota berikut peluang yang terdapat didalamnya. Sehingga bisnis di Riau terus bergerak maju.

Sementara itu, Wakil Gubernur Riau, HM Mambang Mit (sekarang Plt Gubri, red) mengatakan pemberdayaan sektor UMKM merupakan salah satu pilar perekonomian Riau. Secara nasional, pelaku UMKM berjumlah lebih dari 51,2 juta unit usaha atau 99,98 persen dari total pelaku usaha ekonomi dan kontribusinya terhadap tenaga kerja mencapai 97,04 persen dari jumlah tenaga kerja.

Wagubri HR Mambang Mit yang juga Ketua ISEI Prov Riau Hadir sekaligus membuka Seminar Sehari Mempercepat Daya Saing UMKM Riau Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015 di GD Serbaguna BI.

“Namun demikian tidak dapat kita pungkiri pemberdayaan sektor UMKM masih diharapkan pada tantangan dan kendala, seperti keterbatasan akses permodalan, teknologi informasi dan pemasaran,” katanya.

Terpisah, Asisten II Setdaprov Riau, Emrizal Pakis, menambahkan Pemprov Riau terus berkomitmen dalam perannya meningkatkan kualitas dan standar produk agar sesuai dengan pasar ASEAN, sehingga peran pengembangna teknologi sangat diperlukan. Mengenai peningkatan akses finansial, Pemprov Riau sudah memiliki berbagai program pembiayaan.

Diantaranya adalah lewat program Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) yang dianggarkan lewat APBD Riau, permodalan lewat lembaga Swamitra Bukopin, serta BUMD seperti PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER) dan Perusahaan Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Riau. “Perlu sosialisasi sacara intensif terhadap skema pembiayaan yang ada,” katanya.

Selain itu, ia mengatakan peningkatan kualitas SDM pelaku ekonomi UMKM juga sangat penting melalui konsistensi pendidikan, pelatihan keterampilan, manajemen, diklat teknis bagi wirausaha pemula.*

Pemda Harus Bantu UMM

Ketua Dekranasda Provinsi Riau, Hj Septina Primawati Rusli mengimbau seluruh pemerintahan di Riau agar turut membantu pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di daerah masing-masing. “Pemda diharapkan serius dalam membantu pelaku UKM di daerah masing-masing,” imbaunya.

Pemda juga harus membantu pelaku usaha mendapatkan hak paten dan perlindungan merek produksi mereka, sehingga kedepan tidak ada permasalahan yang mengklaim produk mereka.

Keragaman produk-produk unggulan dari kerajinan di Kabupaten/Kota se-Riau dapat memotivasi pengembangan kerajinan di daerah masing-masing, sehingga produksi kerajinan akan lebih baik kedepannya. “Kita harapkan kerajinan lebih berkembang lagi sesuai misi Riau tahun 2020 mendatang,” tutup Septina.

Terkait dengan peranan Pemprov REiau mendukung pertumbuhan UKM, Bank Indonesia (BI) juga mendorong Pemprov Riau untuk serius membantu meningkatkan kemampuan daya saing usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015.

“Pemprov Riau dengan sumber daya dan lembaga yang ada, perlu mendorong peningkatan kemampuan UMKM karena waktu makin sedikit sebelum penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN pada tahun 2015,” kata Kepala Perwakilan BI Riau, Mahdi Muhamad.

Ia mengatakan, belum sepenuhnya UMKM di Indonesia dan juga Riau sudah siap untuk menghadapi ekonomi pasar bebas. Apalagi, kondisi infrastruktur di Riau juga belum menunjang dan merata sampai kepelosok daerah.

“Akses kepada keuangan dan akses infrastruktur juga perlu jadi perhatian untuk ditingkatkan agar meningkatkan daya saing produk UMKM Riau,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Riau, Indra Bangsawan mengungkapkan saat ini perkembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Riau terus meningkat. Bahkan dari data yang diperoleh, perkembangan UKM di Riau mencapai 7 persen setiap tahunnya.

“Pertumbuhannya itu 7 persen pertahun. Di Riau ini termasuk yang paling bagus perkembangannya,” ungkapnya. Menurutnya, saat ini UKM yang ada di Riau berjumlah 484.176.

Lebih lanjut Indra berharap pemerintah Kabupaten/Kota yang ada di Riau terus melakukan pembinaan untuk mengembangkan usahanya. “Misalnya pedagang kaki lima jangan ada istilah penggusuran lagi tapi penataan sehingga pedagang kaki lima juga tidak merasa cemas tidak akan mendapatkan tempat berjualan,” tuturnya.

Jamin Kredit UKM

Pemerintah Provinsi Riau mengklaim sudah memiliki kemampuan menjamin kredit usaha kecil menengah hingga hingga Rp 250 miliar. Penjaminan itu melalui kerjasama dengan Bank Riau Kepri. Bank memberi pinjaman, sedang jaminanya melalui PT Jamkrida.

“Kemampuan kita memberikan jaminan semakin membaik. Dengan total modal sebanyak Rp 25 miliar, sesuai aturan, sudah bisa menjamin kredit sebanyak 10 kali lipatnya,” kata Indra.

Saat ini, kata Indra, di BRK sudah ada fasilitas kredit bernama kredit tanpa agunan (Kreta). “Pemerintah bisa memberikan jaminan paling banyak untuk pinjaman Rp 20 juta. Jadi pengusaha kecil menengah mengajukan kredit ke bank, kalau layak diberi kredit, tapi butuh agunan, maka pemerintah melalui Jamkrida memberikan jaminan,” ujar Indra.

Indra mengakui, kemampuan menjamin kredit tersebut masih rendah. “Sebab, Bank Riau Kepri saja tahun lalu menyalurkan kredit sebesar Rp 1,5 triliun. Kan baru sedikit yang bisa kami beri jaminan, tapi ke depan kami akan tingkatkan kemampuan memberi jaminan ini,” ujar Indra.

Secara teknis, Indra memberi keterangan, pengusaha kecil menengah bisa mengajukan permohonan kredit modal usaha ke Bank Riau Kepri. Setelah membuat pengajuan, bank itu akan melakukan survei dan penilaian kelayakan mendapat kredit. Setelah itu, jika bank membutuhkan jaminan, maka bank secara otomatis akan memberitahu Jamkrida. Setelah disetujui Jamkrida, maka kredit tersebut bisa disalurkan ke pengusaha kecil menengah untuk mendapatkan bantuan kredit modal usaha.

“Dari pengalaman kami, kecil kemungkinan pengusaha kecil ini melarikan diri, jadi NPL-nya rendah sekali lah,” ujar Indra Bangsawan.

Saat ini, Pemprov Riau baru bekerjasama dengan Bank Riau Kepri. “Jika memang nanti kemampuan penjaminan sudah membaik, maka tidak menutup kemungkinan kami melakukan kerjasama dengan bank lain,” ujar Indra.

Indra mengakui, kemampuan memberikan jaminan kepada bank, masih menjadi kendala umum bagi pengusaha kecil dan menengah di Riau untuk mengembangkan usahanya.

Berbicara soal UMKM, kita juga tidak bisa lepaskan dari kebijakan pemerintah daerah bagaimana mengembangkan UMKM di daerahnya masing-masing. Sayangnya terkadang dengan jumlah UMKM yang begitu besar, dana pengembangannya justru sangat minim sekali.

Tahun 2012 anggaran Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Riau naik 100 persen dari Rp5,2 miliar menjadi Rp10,8 miliar. Kenaikan ini disebabkan Diskop dalam membina UKM dalam menghadapi PON 2012 mendatang.

Sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Riau, Indra Bangsawan mengatakan, anggaran tersebut dibagi dua untuk pembinaan UKM dalam menghadapi PON dan kegiatan Dinas Koperasi. “Ini menandakan komitmen kita dalam memajukan Koperasi dan UKM di Provinsi Riau ini, anggaran untuk pembinaan koperasi dan anggaran untuk pembinaan UKM itu, hampir sama,” ujarnya.

Dikatakan, saat ini pihaknya lebih memberdayakan para camat dalam mengembangkan koperasi dan UKM. Diharapkan, setiap kecamatan itu, minimal memiliki satu koperasi yang unggulan dan menjadi percontohan. “Khusus untuk kredit usaha rakyat (KUR) pihaknya akan lebih intens untuk melakukan sosialisasi ke daerah. Ini dalam rangka pembinaan UKM di daerah,” jelasnya.

Saat ini, UKM di Riau mengalami peningkatan 3,5 persen. Pertumbuhannya tujuh kali dari pertumbuhan nasional yang hanya 0,5 persen saja. “Untuk anggaran APBN 2012 kita belum mengetahui jumlah anggaran yang diberikan.

Saat ini persoalan modal menjadi hal yang paling dominan. Dengan meningkatkan peran koperasi sebagai pengayom UMKM yang ada, diharapkan ke depan, koperasi akan menjadi mediator tumbuh kembang UMKM. ” Untuk kerja sama dengan BUMN dan perbankan kan harus ada badan usaha. Karenanya, koperasi akan sangat berperan besar mendorong tumbuh kembang UMKM dalam mendapatkan fasilitas dan kemudahan dalam berusaha,” jelas Indra.

Bunga Bank Kendala UMKM

Tingkat suku bunga yang ditetapkan pihak perbankan bagi dana kredit pinjaman untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Riau ternyata, masih menjadi kendala utama. Mengingat suku bunga yang tergolong tinggi dinilai tidak sebanding dengan perputaran usaha.

“Ini yang masih menjadi kendala bagi pengusaha kecil dan menengah sekarang,” ulas Indra.

Indra menjelaskan secara terperinci, jika meminjam uang di bawah Rp 20 Juta, suku bunga mencapai 20 persen. “Angka ini memberatkan bagi mereka,” tegasnya.

Namun, mengingat otoritas perbankan tidak mungkin bisa diintervensi, Kadis merasa pesimis kendala ini bisa diatasinya. “Sekarang tergantung political will pihak perbankanlah,” tandasnya.

Disamping itu, pihaknya, demikian Kadis, tetap berupaya melakukan kerja sama dan kemitraan dengan pihak Perbankan guna membantu para pengusaha, melalui seminar, penyuluhan dan sosialisasi seputar kredit perbankan. “Jadi, tergantung pengusaha yang memilih bank. Yang jelas, kami tidak bisa mengintervensi otoritas bank,” tegasnya.

UMKM Award

Sebagai apresiasi kepada debitur Bank Riau Kepri, telah digelar lima kali Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Award. Untuk tahun 2013, Bank Riau Kepri membagi para nominator peraih penghargaan ke dalam tiga kategori penilaian. Pertama kategori Usaha Mikro. Kedua Usaha Kecil Produksi. Ketiga Usaha Kecil Jasa dan Perdagangan.

Masing-masing kategori diisi delapan nominator debitur yang menjadi nasabah di Kedai, Kantor Kas maupun Kantor Cabang Bank Riau Kepri se-Riau dan Kepulauan Riau. Dari total 24 nominator, hanya 15 debitur atau masing-masing lima debitur menjadi pemenang di tiap kategori penghargaan.

Ajang ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan yang diberikan Bank RiauKepri kepada debitur dan pengusaha di Riau dan Kepulauan Riau agar tetap maju dan terus tumbuh dengan segala keterbatasan yang ada.

Kegiatan ini juga bentuk apresiasi dan kepedulian Bank Riau Kepri terhadap perkembangan UMKM di Riau. Hal ini juga merupakan wujud dukungan kepada Pemprov Riau dalam upaya pengentasan kemiskinan dan menumbuhkan ekonomi rakyat di Riau dan Kepulauan Riau. (Adv)

Posting Terkait