Pemprov Riau Peduli Kesejahteraan Guru

667 views
DULU guru sering dijuluki “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Hal ini disebabkan jasa-jasa yang diberikan guru tidak sebanding dengan apa yang diterimanya. Padahal guru telah berjasa membuat muridnya menjadi pintar dan menjadi orang pemimpin di negari ini. Sementara itu kehidupan guru hanya seperti itu-itu juga.

Namun kini kondisi kehidupan para guru di Riau sudah banyak berubah. Kesejahteraan mereka terus meningkat seiiring dengan besarnya perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terhadap guru. Bila mereka kebanyakan guru tinggal di rumah kontrakan, tapi sekarang mereka sudah memiliki rumah sendiri.

Bahkan sejak 10 tahun terakhir kesejahteraan guru di Riau mengalami peningkatan yang sangat drastis. Ini disebabkan setiap tahunnya Gubernur Riau yang waktu itu dipangku HM Rusli Zainal menganggarkan dana sebesar Rp80 miliar untuk kesejahteraan guru tersebut.

Kesejahteraan guru Riau ini akan terus ditingkatkan jika periode 2008-213 mendatang Rusli Zainal terpilih lagi menjadi Gubernur Riau. “Saya akan terus tetap memperhatikan kesejahteraan guru, karena di tangan merekalah masa depan bangsa ini berada,” ungkap Rusli Zainal belum lama ini di Pekanbaru.

Dia mengakui sejak lama sangat memperhatikan nasib guru di Riau ini. Itu sebabnya ketika terpilih sebagai gubernur Riau periode 2003-2008 lalu, Rusli langsung berusaha meningkatkan kesejahteraan mereka dengan menganggarkan dana cukup besar.

“Mustahil daerah kita akan maju tanpa ada sumber daya manusia dan generasi yang berkualitas. Untuk itu, sangat diperlukan peranan penting seorang guru sebagai tenaga pendidik di tengah-tengah kita. Kesejahteraan guru harus diperhatikan agar mereka bisa bertugas dengan baik,” tegasnya.

Disebutkannya, selama pemerintah Provinsi Riau dibawah kepemimpinannya dulu, kesejahteraan guru sangat diperhatikan. “Kita menganggarkan dana sebesar Rp80 miliar setahun untuk kesejahteraan guru. Upaya ini ternyata sangat membantu kehidupan para guru di Riau,” jelasnya.

Rusli yang kini menjadi calon Gubernur Riau dari Partai Golkar mengatakan, pihaknya sudah punya ancang-ancang untuk lebih menaingkatkan kesejhateraan guru dengan menaikkan anggaran tersebut menjadi Rp100 miliar. “Ini bukan janji, tapi sudah terbukti,” ungkapnya.

Dikatakannya lagi, jika orang lain masih memberikan janji untuk kesejahteraan guru, namun dirinya telah merealisasikannya selama menjadi gubernur periode pertama. Makanya dia berharap masyarakat memberi dukungan kepadanya untuk bisa kembali memimpin Riau periode mendatang.

Terus Dianggarkan

Dinas Pendidikan Provinsi Riau setiap tahunnya terus menganggarkan dana Kesejahteraan Guru (Kesra) dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Riau tahun 2013.

“Dana kesra ini memang kita anggarkan, namun dana tersebut ada di pos anggaran bantuan Sekretariat Daerah (Sekda). Sebab, kesra itu sifatnya bantuan dan tidak lagi di Disdik Riau melainkan langsung ke pos bantuan Sekda, “ kata Drs. H.M Wardan.MP, saat menjadi Kelapa Dinas Pendidikan Riau.

Dikatakan Wardan, bantuan dana kesra guru yang biasanya dicairkan sebelum hari Raya Idul Fitri ini bertujuan untuk memberikan apresiasi dan motivasi kepada guru agar terus meningkatkan kualitas pendidikan di Riau.” Bantuan kesra guru ini bukan THR ya,” kata Wardan

Ketika ditanya berapa dana APBD Riau untuk dana kesra, Wardan menjawab jumlahnya tidak tahu persis. Sebab, dana ini ada di pos bantuan Sekda.” Kalau besarnya saya kurang tahu, namun yang jelas tahun ini dana kesra guru pasti ada,” tegas Wardan

Wardan juga menghimbau agar kabupaten/kota segera mengirimkan data guru ke Disdik Riau. Hal ini, dilakukan agar penyaluran dana kesejahteraan guru ini bisa dicairkan sebelum lebaran.” Untuk masalah pendataan masih Disdik Riau. Setelah semua kabupaten/kota mengirimkan data ke Disdik, baru kita serahkan ke Biro Keuangan Sekdaprov Riau untuk dicairkan,” terangnya

Besarnya dana kesra yang diterima guru, kata mantan Kadisdik Inhil, ini belum tahu. Sebab, setelah data guru terkumpul, barulah diketahui berapa dana kesra yang diterima masing masing guru.” Kita himbau agar pertengahan Juli ini data sudah sampai ke Disdik Riau agar penyaluran dana kesra tepat waktu,” harap Wardan.

Dapat Insentif

Sebanyak 64 ribu guru di Riau mulai jenjang TK hingga SMA pada tahun ini akan mendapat insentif gaji tambahan dari Pemprov Riau. “Dalam RAPBD Riau 2006 sudah dialokasikan anggaran sebesar 69 miliar untuk memberikan insentif kepada 64 ribu guru di Riau,” ujar anggota Komisi B DPRD Riau Hikmani.

Dikatakan penganggaran dana untuk insentif guru ini sebgaia upaya Pemprov Riau untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Karena penghasil yang diterima para guru selama ini masih belum memadai untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Ia juga menjelaskan insentif guru ini tak hanya untuk guru PNS namun juga guru honor atau guru bantu yang dibiyai APBD. Disamping insentif, guru terpencil juga diupayakan mendapat fasilitas rumah tempat tinggal.

“Pemprov Riau tahun ini akan membangun 5000 rumah untuk masyarakat miskin, kita harapkan, sebagian dari rumah tersebut diperuntukan bagi guru yang tinggal didaerah terpencil,” imbuh Hikmani.

Politisi PAN Riau ini mengharapkan, Pemerintah Kabupaten dan kota di Riau diharapkan juga mengalokasikan dana untuk memberikan insentif kepada guru. Begitu juga dengan program pengangkatan guru bantu yang direncanakan Pemprov Riau sebanyak 4000 guru pada tahun ini juga diikuti oleh Pemkab dan kota supaya kekurangan guru di Riau bisa segera terpenuhi.(Adv)

Foto Lainnya:

Posting Terkait