Pendidik Harus Punya Kretaivitas dan Membangun Diri

363 views

BENGKALIS (RiauInfo) – Bupati Bengkalis H Syamsurizal mengatakan kegagalan guru dalam membangun dirinya memiliki keterkaitan yang erat dengan kegagalan pembangunan dunia pendidikan.

“Untuk itu, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) yang sangat pesat dewasa ini, seorang guru harus terus berupaya membangun diri sendiri,” terang Syamsurizal.

Harapan tersebut disampaikan Syamsurizal ketika membuka pendidikan dan latihan prajabatan (Diklat LPJ) 120 orang guru calon pegawai negeri sipil (CPNS) golongan III angkatan I, II dan III di lingkup Pemkab Bengkalis, Selasa (12/2).

Pembukaan Diklat LPJ yang bakal berlangsung hingga 6 Maret mendatang, dilaksanakan di Gedung Balai Diklat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jalan Kelapapati Darat Desa Kelapapati Bengkalis.

Sejalan revitalisasi pembangunan dunia pendidikan yang telah dan terus dilakukan Pemkab Bengkalis, sebagai pendidik, sambung Syamsurizal, seorang guru juga harus mengabdikan diri secara total dimana tempatnya mengajar. “Serta memberikan pendidikan yang benar kepada setiap anak didiknya. Lebih-lebih di tengah perkembangan Iptek dewasa ini,” papar Syamsurizal.

Dikatakan Syamsurizal, pelaksanaan pendidikan yang benar itu, bukan hanya menjadikan peserta didik seseorang yang cerdas dengan nilai rapor yang tinggi. “Yang lebih penting dari itu, adalah bagaimana peserta didik mempunyai kreativitas, memiliki wawasan yang luas serta punya rasa percaya diri,” papar Syamsurizal.

Masih menurutnya, kemajuan yang dicapai negara-negara maju seperti Singapura atau Jepang, bukan disebabkan karena mereka memiliki tingkat kecerdasan yang lebih baik dari masyarakat Indonesia .

“Sama sekali tidak. Tingkat intelektual masyarakat Indonesia tidak kalah dengan negara-negara tersebut. Adapun yang menjadi salah satu kunci keberhasilan negara-negara tersebut, karena guru-gurunya memiliki kereativitas dan terus membangun dirinya sendiri sehinga mampu menciptakan pelajar yang berwawasan, kreativitas serta punya rasa percaya diri,” ungkapnya.

Melalui perumpamaan, Syamsurizal mengatakan, guru yang berhasil menjalankan tugas, tanggungjawab dan fungsinya sebagai pendidik, adalah guru yang mampu memberikan ‘senjata’ kepada anak didiknya untuk ‘berperang’ menghadapi tantangan perkembangan masa depan yang bakal mereka hadapi.

“Karena itu, dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, seorang guru harus memberikan pembelajaran yang dapat dijadikan bekal atau persiapan untuk menghadapi sehingga mampu bersaing di masa depan,” harap Syamsurizal.(ad/rls)

 

Posting Terkait