Pentingnya TIK dalam Pelestarian Budaya

116 views
news6034YOGYAKARTA (RiauInfo) – Musyawarah Nasional Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) IV dan Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara (SIPN) XII resmi dibuka pada Senin, 4 Agustus 2008, pukul 14.00 WIB, di Gedung Grha Sanusi Universitas Padjadjaran, Bandung.

Rencananya, simposium ini akan berlangsung selama empat hari, 4—7 Agustus. Pembukaannya dilakukan oleh Dr. Titik Pudjiastuti, selaku ketua Manassa, menggantikan Ir. Jero Wacik, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, yang berhalangan hadir.

Dalam sambutannya, Dr. Titik mengemukakan bahwa Manassa adalah organisasi profesional yang keanggotaannya terdiri dari para peneliti, akademisi, serta pecinta dan pemerhati naskah-naskah kuno Nusantara. Setiap tahun, Manassa secara rutin menyelenggarakan simposium internasional tentang pernaskahan nasional.

Tahun ini, panitia penyelenggara mengangkat tema “Manfaat Naskah bagi Masyarakat”. Pemilihan tema ini bertujuan untuk memotivasi para peneliti untuk lebih serius dalam mengkaji naskah-naskah kuno, sehingga nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya dapat bermanfaat bagi masyarakat. Untuk mendukung tujuan tersebut, panitia juga memamerkan naskah-naskah kuno dan replika prasasti warisan kebudayaan Nusantara.

Menurut Dra. Etti R.S., ketua Simposium Manassa IV, isi berbagai teks naskah nasional warisan kebudayaan masa lalu sebenarnya mengandung nilai-nilai yang relevan yang dapat dimanfaatkan masyarakat pada masa kini.

“Simposium ini merupakan momentum pencerahan bagi masyarakat luas tentang keberadaan naskah-naskah kuno yang tersebar, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Melalui simposium ini diharapkan agar masyarakat semakin memahami akan pentingnya penyelamatan naskah-naskah Nusantara sebagai sumber nilai budaya bangsa,” ungkap Etti dalam kata sambutannya.

SIPN XII ini dihadiri oleh pembicara dan peserta dari dalam dan luar negeri. Para pemakalah dari luar negeri yang datang kali ini berasal dari Amerika, Belanda, Prancis, Malaysia, Brunei, dan Singapura. Sedangkan pemakalah dari dalam negeri berasal dari Jakarta, Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, Palembang, Padang, Bali, Banjarmasin, Makassar, dan Bandung sendiri selaku tuan rumah.

Terselenggaranya SIPN XII ini berkat kerjasama antara Manassa dengan berbagai lembaga, baik pemerintah maupun swasta. Lembaga yang mendukung antara lain Universitas Padjadjaran, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI, Perpustakaan Nasional RI, Pusat Bahasa, KITLV-Jakarta, dan Yayasan Lontar Indonesia.

Panitia penyelenggara telah mengagendakan Musyawarah Nasional ke IV dan rapat umum anggota Manassa untuk memilih Ketua Umum dan Pengurus Manassa periode 2008—2011, serta menentukan tuan rumah penyelenggaraan simposium berikutnya. Musyawarah tersebut akan diselenggarakan di hari terakhir simposium, yang sekaligus menjadi acara penutup SIPN ke XII ini.(ad)

 

Posting Terkait