PERAYAAN MILAD MELAYUONLINE.COM II BKPBM Taja Anugerah Melayuonline 2009

176 views

YOGYAKARTA (RiauInfo) – Dalam rangkaian perayaan Milad MelayuOnline.com II, Selasa malam (20/1), di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta, Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) memberikan Anugerah Melayuonline 2009 kepada para pelestari budaya Melayu. 

Ibarat menunggu hujan di musim kemarau, sekitar enam ratus orang menyaksikan malam Anugerah Melayuonline 2009 yang dimeriahkan musik dan tarian Melayu itu. Sebanyak 13 kategori penghargaan diberikan kepada lembaga, media, tokoh adat, sejarawan, peneliti, dan sastrawan Melayu, yang dinilai BKPBM telah mendedikasikan sepenuh hidupnya bagi kegemilangan tamadun Melayu.

Para undangan yang terdiri dari raja-raja Melayu, para pejabat, akademisi, budayawan, sastrawan, dan pemerhati budaya Melayu tampak memenuhi deretan kursi warna merah yang tertata rapi.

Beberapa di antaranya berdiri dan bahkan ada sejumlah pengunjung yang menyaksikan dengan duduk lesehan di lantai. Suasananya oleh sang Art Director, Ong Hariwahyu, dikemas bernuansa khas Melayu, dengan tata ruang, tata suara, dan tata lampu yang semarak.

Mahyudin Al Mudra, SH., MM., dalam sambutannya mengatakan, BKPBM sebagai lembaga kajian nirlaba akan selalu menghargai para insan dan lembaga yang telah berkiprah dalam mengembangkan, mengkaji, dan menggali khazanah tradisi dan budaya Melayu.

“Pemberian anugerah ini merupakan yang pertama kali dilakukan dan akan dijadikan agenda tahunan BKPBM,” ujar Pemangku BKPBM dan Pemimpin Umum MelayuOnline.com tersebut.

Untuk kategori Tokoh Melayu yang Menggali dan Mengembangkan Kearifan Lokal Melayu, terpilih nama Dr. (HC) Tenas Effendy. Kemudian diikuti H. Sulaiman, yang malam itu turut mementaskan kepiawaiannya bermain musik gambus Melayu, sebagai Penggagas Pendirian dan Pewakaf Tanah Museum Linggam Cahaya di Daik, Lingga, Kepulauan Riau. Sementara itu, untuk kategori Penggiat Dokumentasi dan Publikasi Budaya Melayu diberikan kepada Dra. Hj. Septina Primawati Rusli, MM.

Selanjutnya, Hj. Aida Zulaikha Nasution, SE., MM., ditetapkan sebagai penerima Anugerah Melayuonline 2009 dalam kategori Perempuan Melayu yang aktif Mengembangkan Kesenian dan Syair Melayu, sedangkan Prof. Dr. Ding Choo Ming masuk dalam kategori Peneliti dan Penggagas Digitalisasi Sejuta Pantun Melayu melalui www.malaycivilization.com, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Kemudian, atas keberhasilannya membangun dan mendeklarasikan Kota Tanjungpinang sebagai Kota Gurindam Negeri Pantun, BKPBM memilih Dra. Hj. Suryatati A. Manan dalam kategori Pembuat Kebijakan Pemerintah yang Berorientasi pada Pengembangan Budaya Melayu.

Sementara itu, kategori Sejarawan yang Konsisten Mengkaji Sejarah Kebudayaan Melayu disematkan kepada Yang Mulia Tuanku H. Tengku Luckman Sinar Basarshah II, SH., Sultan Pemangku Adat Kesultanan Melayu Negeri Serdang, Sumatera Utara.

Dan untuk kategori Tokoh Melayu Penggerak Semangat Multikulturalisme di Kalimantan Barat, diberikan kepada H. Abang Imien Thaha, Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat periode 2007-2012. Kemudian Dr. Pudentia MPSS., ditetapkan sebagai peraih Anugerah Melayuonline 2009 dalam kategori Pelestari Tradisi Lisan Melayu.

Penerima Anugerah Melayuonline 2009 yang lain adalah Rida K. Liamsi (Tokoh Sastrawan Melayu dan Penggagas Ekonomi Kerakyatan Melayu), Sutardji Calzoum Bachri (Pembaharu Kesusastraan Melayu-Indonesia), Drs. Suryadi, MA. (Peneliti Teks Melayu Kuno), serta Harian Umum Kompas (Media yang Peduli pada Warisan Budaya).
Atas penganugerahan tersebut, Drs. Suryadi, MA., mengaku tidak pernah memperkirakan upayanya dalam meneliti teks Melayu kuno akan diapresiasi dan dihargai seperti ini. “Sama sekali tidak,” ujarnya menegaskan.

Dia sendiri menilai apa yang dilakukannya selama ini memang jarang dilakukan oleh orang lain, karena di samping melelahkan juga kurang menarik bagi sebagian orang. “Saya juga sangat apresiatif dan kagum kepada Melayuonline.com dalam upayanya melestarikan dan mengembangkan budaya Melayu melalui teknologi informasi,” jelas pengajar di Universiteit Leiden, Belanda, tersebut.

Sementara itu, Dra. Hj. Suryatati A. Manan selepas penerimaan anugerah mengatakan, dirinya merasa bersyukur dan berterima kasih atas Anugerah Melayuonline 2009 yang diberikan kepadanya.

“Apa yang telah saya lakukan untuk kebudayaan Melayu di Kota Tanjungpinang masih tidak seberapa,” ujarnya merendah. Namun, selaku Walikota Tanjungpinang, dia mengharapkan adanya kerjasama lebih lanjut antara BKPBM dengan Pemkot Tanjungpinang dalam mensosialisasikan dan mengembangkan budaya Melayu.(ad/rls)

 

Posting Terkait