Permainan Rakyat Diperlombakan

376 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Sadar akan badan ektra yang besar, Budi pemuda jalan Tiung ini tidak ingin memaksakan dirinya menaiki puncak. Karena jika dipaksakannya, selain menyakiti orang lain, juga ada bahaya yang akan menantinya, yaitu jatuh diketinggian beberapa meter yang mungkin menyebabkan derita baginya. Pandal bagi teman lainya pun diterimanya. 

Inilah gambaran kekompakan yang ada pada permainan rakyat bernama panjat pinang. Meski permainan ini tidak banyak yang melombakannya, sejumlah tempat seperti jalan Kenari, jalan, Murai, jalan Balam, jalan Durian yang ada di Kecamatan Sukajadi larut dalam canda dan tawa menikmati permainan ini.

Betapa tidak, sebatang pohon yang panjangnya mencapai 10 meter dipanjat hingga ke puncak yang sebelumnya dilumuri minyak oli. Tidak hanya itu, para pemain yang dibagi dalam berbagai tim harus menyiapkan nyali yang mantap, karena sejumlah penonton biasanya akan mengejek, menertawai bahkan ada yang sengaja menjatuhkan mental saat hendak memulai permaian.

Di simpang jalan Kenari tempat acara panjat pinang misalnya, tidak sedikit para pemain yang berjatuhan akibat tidak tahan menahan lawakan dari para pemain.

Hal ini memang disengaja agar tim lainnya, gagal mecapai puncak yang tersedia berbagai hadiah. Bahkan diantaranya ada yang tangannya yang terkilir akibat terjatuh yang sebelumnya telah menimpa teman lainnya.

Pemandangan seperti ini, sangat dinikmati oleh para penonton dan pemain. Tampak rasa tegang yang biasa mewarnai wajah-wajah warga Pekanbaru nyaris tak terlihat.

Dari berbagai tempat kegiatan tersebut, beraneka ragam hadiah disediakan. Mulai dari kaos baju, celana, payung, kuali, jam tangan, sepeda serta sejumlah duit ratusan ribu yang juga diletakan pada puncak pohon.

Andi yang jumpai disela-sela permainannya mengatakan, ia sangat menikmati permaianan rakyat yang hanya bisa dijumpai sekali setahun ini. Bahkan tiga hari sebelumnya, sudah merasa tidak sabar untuk bisa mengikuti acara ini.

Meski demikian, ia mengaku bukan hadiah yang sebagai pemicu, melainkan kebersamaan dan kecintaannya akan permaianan rakyat yang dulunya sering diikutinya. (muchtiar)

 

Posting Terkait