PKKLI FKM UI Paparkan Studi Kesehatan Masyarakat di lingkungan Riaupulp

467 views
news2355PEKANBARU (RiauInfo) – Guna mengetahui dampak lingkungan terhadap kesehatan masyarakat di sekitar perusahaan, Pusat Kajian Kesehatan Lingkungan dan Industri (PKKLI) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) melakukan Pemaparan Hasil Studi Penilaian Kesehatan Masyarakat di lingkungan PT. Riau Andalan Pulp And Paper (Riaupulp).

Acara yang dihadiri puluhan peserta dari unsur pemerintah di tingkat desa dan kecamatan di sekitar wilayah operasional Riaupulp di Kabupaten Pelalawan dan Siak, Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan Drs Milyono Mkes, Kepala Bapedalda Pelalawan Ir Bambang Puji Suroto, Tokoh Masyarakat, LSM Pimpinan Perguruan Tinggi dan jajaran Manajemen Riaupulp tersebut dibuka oleh Deputi Direktur Riaupulp Fakhrunnas MA Jabbar, Senin (10/9) di Hotel Grand Zuri, Pekanbaru.

Dalam sambutannya Deputi Direktur Riaupulp Fakhrunnas MA Jabbar menyampaikan, Pemaparan Hasil Studi Penilaian Kesehatan Masyarakat di lingkungan Riaupulp ini merupakan inisiatif dan bagian dari komitmen Riaupulp untuk tetap melestarikan lingkungan di sekitar perusahan.

Melalui pemaparan hasil studi ini Riaupulp akan melakukan evaluasi dan penilaian terhadap kinerja lingkungan perusahaan agar dimasa mendatang dapat menjadi lebih baik lagi. Hal ini seiring komitmen Riaupulp yang senantiasa mengimplementasikan konsep 3 P (Profit, People & Planet) dalam bisnisnya.

Artinya, dalam menjalankan usahanya, Riaupulp tidak semata-mata hanya mengejar keuntungan saja melainkan juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan. Oleh sebab itu, acara ini sangat terkait dengan salah satu konsep dari 3 P yang dianut Riaupulp tersebut.

Ditambahkan Fakhrunnas,selain melakukan pemaparan hasil studi ini, bulan Agustus lalu Riaupulp juga telah melakukan Sosialisai Dampak Ekonomi Riaupulp Terhadap Perekonomian Riau. Semua ini dilakukan Riaupulp guna meningkatkatkan performance dan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar perusahaan.

Sementara Environment Manager Riaupulp Edward Wahab didampingi Media and Publication Coordinator Riaupulp Salomo Sitohang menjelaskan, latar belakang dilakukannya studi ini adalah untuk memenuhi kewajiban legal dalam mengelola dampak kontaminan industri pulp & kertas terhadap kesehatan dan lingkungan sekitar oprasional perusahaan sesuai kewajiban Riaupulp yang dituangkan dalam amdal terpadu.

Selain telah melakukan studi & program Geoteknik, ComDev, EMS/OHS, ISO series, Riaupulp merasa perlu memonitoring dan evaluasi dampak kesehatan masyarakat serta memaparkannya seperti saat ini, jelasnya. Mudah-mudahan hasil pemaparan ini dapat memberi manfaat bagi semua pihak terkait dan Riaupulp pada khususnya sehingga dapat terus meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungannya sejalan dengan kebijakan penerapan sistem manajemen lingkungan Riaupulp, ujar Edward.

Ketua PPKLI FKM UI Prof Dr Haryoto dalam paparannya antara lain mengatakan studi yang dilakukan pihaknya meliputi wilayah Kabupaten Pelalawan dan Siak. Prof Haryoto mengemukakan populasi daerah terkena dan tidak terkena dampak secara umum memiliki karakteristik sosio-demografi yang hampir sama, kecuali tingkat pendidikan formal.

Populasi daerah dampak lebih berpendidikan daripada populasi daerah non dampak. Status kesehatan populasi daerah dampak dan non dampak secara umum hampir sama. Namun proporsi beberapa gejala penyakit seperti gangguan kulit dan pernafasan di daerah non dampak lebih besar daripada di daerah dampak ungkapnya.

Dibagian lain, Prof Haryoto mengatakan tujuan akhir studi ini adalah melindungi kesehatan manusia dan lingkungan dari dampak merugikan pejanan kontaminan industri pulp dan kertas dengan mengelola faktor resiko lingkungan fisik dan sosial. Dalam hal ini Riaupulp telah mewujudkan komitmennya terhadap pengelolaan lingkungan yang bertanggungjawab, ungkapnya. (Tony/rls)

 

Posting Terkait